
Semua mata terfokus pada pertandingan antara Chan Li dan Tio hu. tampak Dimata mereka kekaguman terpancar dengan jelas. bahkan para tetua dan pelindung perguruan juga memandang dengan kagum.
pertandingan Chan Li dan Tio hu membuat para tetua perguruan harus membuat pagar pelindung disekeliling panggung agar penonton tidak terluka.
tetua pertama dan kedua sampai mengeluarkan keringat dingin. kemampuan Chan Li saja sudah hampir menyamai mereka apa lagi kemampuan gurunya tetua kesepuluh. mereka kehilangan kepercayaan diri untuk memperebutkan posisi tetua pertama bahkan ketua perguruan.
tampak dipanggung sinar pukulan dari Tio hu berwarna Mera sedangkan Chan Li berwarna putih. karena perbedaan warna ini maka panggung terlihat seperti pertandingan antara warna. terlihat warna merah dan putih saling bertabrakan dan juga saling melilit satu sama lain, dan setiap berbenturan mengeluarkan suara seperti petir serta mengeluarkan asap.
pertandingan mereka tampak imbang baik dalam kecepatan maupun tenaga dalam. melihat hal ini Hong Bai membuka mulut dan terlihat mengatakan sesuatu dan tiba tiba gerakan Chan Li terlihat melambat tapi di pundak belakang Chan Li terlihat sebuah cermin bercahaya yang tercipta dari tenaga dalam Chan Li.
melihat gerakan Chan Li melambat Tio hu berpikir kalau tenaga Chan Li sudah berkurang sehingga ia mengerahkan semua tenaga dalamnya dan memukul kearah dada Chan Li.
Chan Li tersenyum dan mengerahkan kedua tangannya untuk menapaki pukulan itu. tampak cermin cahaya dibelakang Chan Li berpindah kedua telapak tangannya akibatnya Tio hu menyerbukan darah segar dari mulutnya dan terlempar keluar panggung seperti daun kering.
__ADS_1
Tubuh Tio hu yang terlempar disambut oleh seorang kakek bongkok dan botak. kakek itu langsung menotok beberapa bagian tubuh Tio hu dan mengeluarkan racun merah dari dalam tubuh Tio hu dengan cara yang unik yaitu diserap. terlihat asap merah keluar dari tubuh Tio hu dan langsung masuk ke tubuh kakek itu melalui mulut dan hidungnya.
" omitohut... pinceng melihat dewa cahaya bangkit kembali" kata kakek itu.
" salam hormat biksu, maaf atas tindakan muridku yang melukai murid biksu" ujar tetua kesepuluh dengan sopan.
" sungguh diluar dugaan, dunia persilatan memandang enteng perguruan cahaya langit setelah dewa cahaya tiada. hari ini mata pinceng terbuka, baru murid tetua kesepuluh sudah memiliki kepandaian tinggi, apalagi para tetua"
Dewi suling melesat kearah mereka dan memberi hormat pada biksu.
" terima kasih pelindung pertama " ucap biksu itu sambil membawa muridnya ketempat menginapnya.
tanpa terasa hari sudah menjelang sore sehingga tetua kesepuluh menghentikan turnamen hari pertama dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
__ADS_1
para pelindung bersama Hong Bai langsung menuju ruang rahasia untuk mulai pengobatan Tiau shi. setelah sampai di tempat Tisu shi Hong Bai mengeluarkan jarum emas dari cincin penyimpanannya. Hong Bai melubangi perut dan pundak tempat jarum tertanam. darah pun mulai mengucur dari kedua lubang tersebut.
Hong Bai lalu duduk bersila dan mulai memainkan sulungnya. terdengar suara mengalun lembut namun mengandung kekuatan dahsyat. beberapa saat kemudian dara yang keluar dari kedua lubang yang dibuat Hong Bai mulai mengeluarkan dara yang berbaik busuk namun jarum serikat darah belum juga keluar. tampak Hong Bai mengeluarkan keringat dan mulai bergetar. ini tandanya Hong Bai sudah mengerahkan seluruh kekuatan khi kangnya . Dewi suling mulai terlihat khawatir memandang kondisi Hong Bai. namun rasa khawatir itu Mala berganti kagum dan terkejut ketika melihat hawa yang keluar dari suling mulai berbentuk huruf dan tubuh Tiau shi mulai bergetar hebat.
" ada apa kakak pertama" tanya pendekar rajawali sakti melihat perubahan Waja Dewi suling.
" anak ini berhasil mencapai tingkat ke sepuluh ilmu suara penggetar langit, sungguh bakat yang mengerikan" ucap Dewi suling.
" suling sumbang, apa maksudmu, aku pusing mendengarnya" sambung pengemis selatan.
" ilmu suara penggetar langit sebenarnya bukan sembilan tingkat, tapi sepuluh. sejak dari leluhurku sampai saat ini hanya leluhur kedua yang berhasil mencapai tingkat sempurna yakni tingkat sembilan. saya pun hanya mencapai tingkat kedelapan" jelas Dewi suling.
sementara itu tampak Hong Bai sudah berada dalam tahap kritis tapi Masi tetap memaksakan diri. ahirnya jarum yang berada di pundak berhasil dikeluarkan, namun kondisi Hong Bai sudah hampir kehabisan tenaga. ketiga pelindung ahirnya memutuskan membantu Hong Bai dengan cara menyalurkan tenaga dalam Meraka ke Hong Bai. ahirnya dengan memanfaatkan tenaga dalam ketiga pelindung, Hong Bai pun berhasil mengeluarkan jarum diperut Tiau shi.
__ADS_1
setelah menutup luka di pundak dan perut Tiau shi dengan obat. Hong Bai dan ketiga pelindung berkuvultasi untuk memulihkan tenaga mereka.