
Setelah bocah tua dan Ceng Lung jatu tak sadarkan diri. terdengar suara tawa terbahak bahak.
" hahahaha adik kecil, kamu terlalu membesarkan kemampuan orang lembah terang. hanya dengan dupa hitam ku mereka sudah tumbang" ujar si jenggot panjang.
" kakak, yang mengalahkan kami adalah kakek tua itu" kata ular air.
Ular air yang berhasil dikalahkan bocah tua, mengadu kepada kakaknya yang merupakan pucuk pimpinan para bajak di sungai huang. kakaknya berjuluk walet hitam. keistimewaan kakaknya adalah penggunaan racun dan juga ilmu meringankan badan yang cukup tinggi.
Mendengar penjelasan ular air, walet hitam mengangkat tubuh bocah tua yang pingsan dan melemparnya keluar melalui jendela. Ceng Lung yang pingsan tadi langsung menyerang walet hitam dengan cepat. walet hitam terkejut mendapat serangan dadakan dari Ceng Lung. namun dia dapat menghindari serangan tersebut dengan meloncat mundur.
Rupanya Ceng Lung hanya berpura pura pingsan tadi. dia hanya mau memancing keluar walet hitam dan ular air namun dia tidak menyangka kalau bocah tua akan terpengaruh oleh dupa itu. bahkan walet hitam sampai melemparkan tubuh bocah tua keluar dari perahu. hal inilah yang membuat dia marah dan langsung menyerang walet hitam.
Saat walet hitam meloncat menghindar, Ceng Lung langsung melesat keluar untuk mencari bocah tua. namun ia tidak menemukan bocah tua. tiba tiba walet hitam dan ular air muncul.
" nona cantik, kakek mu sudah menjadi santapan ikan sungai. tidak usah mencari nya. ikut aku saja" ujar ular air.
" aku akan memastikan kalian menjadi umpan buaya muara huang" ujar Ceng Lung sambil mengeluarkan kipas nya.
__ADS_1
Ketika melihat Ceng Lung mengeluarkan kipas, walet hitam dan ular air tertawa mengejek. namun saat Ceng Lung mulai menyerang dengan kipas, mereka sangat terkejut. saat walet hitam menghindari pukulan kipas kearah kepalanya tiba tiba kipas itu membalik menotok kearah dadanya dengan kecepatan yang dahsyat. karena tidak sempat menghindar walet Hitam terpaksa menangkis totokan itu dengan tangan kirinya. akibatnya tiga jari tangannya hancur. dia terlempar kebelakang sambil menjerit kesakitan.
Melihat walet hitam terluka ular air berniat melarikan diri namun niat itu diketahui Ceng lung. Ceng Lung membuka kipas dan memukul ular air dengan tuju bagian tenaga dalamnya. ular air berusaha menangkis pukulan tersebut akibatnya ular air terlempar menghantam tiang layar dan tak sadarkan diri.
Walet hitam mulai ketakutan melihat Ceng Lung berjalan menghampirinya.
" Dewi kipas emas, maafkanlah saya. saya tidak mengenali anda" ujar walet hitam ketakutan.
" sudah saya bilang kalian akan menjadi umpan buaya muara huang. kalian sudah melemparkan kakek ke sungai maka aku pun akan melemparkan kalian kemulut buaya" ujar Ceng Lung dengan bengis.
Beberapa saat kemudian ketiga suci Ceng Lung, mawar merah, mawar kuning dan mawar hijau tersadar dan menuju geladak kapal.
" maaf nona, kami lengah sehingga terbius" ujar mawar merah mewakili kedua saudarinya.
" karena keteledoran kalian bocah tua dilemparkan kesungai. kalian bawa kedua makanan buaya ini dan jaga jangan sampai lepas" ujar Ceng lung dengan dingin.
" baik nona " jawab mereka.
__ADS_1
Mawar merah memberi isyarat pada kedua adiknya. mawar hijau dan mawar kuning menyeret mereka ke ruangan tahanan yang terdapat dalam ruangan terbawah kapal. sebelum kembali ke kamarnya Ceng Lung meminta mawar merah tetap berada diatas geladak kapal. jika kapal memasuki muara huang tempat sarang buaya berada maka harus melaporkan ke Ceng Lung.
Setelah tiga jam perjalanan kapal Ceng Lung pun memasuki muara huang dan mawar merah langsung melaporkan kepada Ceng Lung.
" nona, kita sudah memasuki muara huang" lapor mawar merah.
" seret kedua makanan buaya itu kesini " kata Ceng Lung kepada mawar merah.
" baik nona "
Mawar merah langsung menuju tempat tahanan bersama mawar kuning dan mawar hijau. merekapun menyeret ular air dan walet hitam menuju geladak kapal. di geladak Ceng Lung sudah menanti. walet hitam dan ular air makin pucat saat melihat anak buah kapal sedang melemparkan beberapa ekor ayam hidup di sekitar perahu. tampak puluhan ekor buaya mulai bergerak dari pinggir muara menuju kapal Ceng Lung karena tertarik dengan ayam yang dilemparkan.
Hanya dalam waktu beberapa jam perahu Ceng Lung sudah dikelilingi oleh puluhan bahkan sampai ratusan ekor buaya. Ceng Lung memberi isyarat kepada ketiga sucinya. ketiga sucinya membawa walet hitam dan ular air kepinggir perahu dan menggantung mereka gaya berjarak tiga meter dari air. beberapa ekor buaya berusaha melompat untuk menggapai walet hitam dan ular air.
keduanya tampak berteriak ketakutan.
Beberapa saat kemudian tampak dua rombongan kapal yang berjumlah kurang lebih sepuluh kapal. diatas kapal terpasang bendera bergambar ular dan walet. kapal kapal tersebut mulai mengepung kapal Ceng Lung.
__ADS_1