
Pagi itu seorang gadis berpakaian putih sedang termenung di jendela kamarnya. dia tampak sedang berpikir dan wajahnya nampak sedang terbebani dengan suatu persoalan yang sangat berat. beberapa kali dia menarik nafas dan menghembuskannya. karena terlalu banyak terminum dia tidak menyadari kalau ada seorang laki-laki yang sedang memperhatikannya melalui pintu kamarnya yang sedang terbuka. laki-laki kebun seorang pemuda yang menggunakan pakaian putih pula.
"Cen moi, sepertinya kamu memiliki beban berat" ujar hong bai.
" tidak juga Hong ko, aku hanya sedang memikirkanmu pelatihan kita"
" ada apa dengan pelatihan kita"
" aku merasa kalau masa latihan kita akan berakhir!"
" semua yang adik inginkan sudah aku penuhi. dan menurut aku kemampuanmu sekarang sudah sangat tinggi"
" justru karena itulah maka aku berpikir, kamu pasti akan meninggalkan aku"
" kita memang mungkin akan berpisah dalam perjalanan kali ini, namun kita akan tetap masih menjadi sahabat" ujar hong bai.
" aku memiliki satu permintaan sebelum berpisah. tapi aku merasa bahwa permintaan ini akan susah untuk dipenuhi"
" apa permintaan Ceng moi, kalau aku dapat memenuhinya pasti akan aku penuhi" ujar hong bai sambil tetap tersenyum.
" aku hanya ingin menikmati arak melati sampai mabuk"
" keinginan yang sangat aneh, tapi baiklah aku akan mengikutinya, tapi di mana kita bisa menikmati Arak melati itu?"
__ADS_1
" tenang saja aku sudah memesannya dan sebentar mereka akan mengantarnya ke sini" kata ceng lung dengan gembira.
Tidak berapa lama kemudian tampak seorang pelayan sedang membawa dua nampan yang berisi arak yang beraroma melati. orang ini terkenal dengan aroma dan juga rasanya yang sangat menggoda. namun harga arak ini pun sangat tinggi karena arah sini susah dicari. doa pelayan itu pun meletakkan arak di meja dan mempersilakan mereka berdua untuk menikmatinya. mereka berdua pun duduk di meja itu dan ceng lung mulai menuangkan arak itu ke dalam dua cawan yang telah disediakan. mereka berdua pun mulai minum arak itu. mereka baru menikmati arak itu selama sejam namun sudah sebagian arak habis. tampak ceng lung sudah mulai kemerahan karena pengaruh arah itu.
Lain halnya dengan Hong bai, dia merasa mulai pusing bahkan matanya pun mulai berkunang-kunang. beberapa saat kemudian terjatuh dan tampak tidak bergerak. bersamaan dengan terjatuhnya hong bai, seorang pria pun masuk ke dalam kamar ceng lung.
" anakku, akhirnya kamu berhasil melumpuhkan dia. "
" ayah, apalagi yang harus kita lakukan setelah dia pingsan seperti ini"
" geledah pakaiannya, dan cari dimana dia menyembunyikan ketika pusaka itu"
" baik ayah"
" ayah jangan sampai dia bukan pendekar naga"
" tidak mungkin anakku, kalau kita menarik garis lurus dari peristiwa mengundurkan dirinya dia hingga dengan beberapa peristiwa yang kamu alami. maka aku yakin Hong bai adalah pendekar naga"
" tapi kenyataannya sampai saat ini kita belum menemukan ketiga pusaka tersebut"
" kurung dia di dalam ruangan rahasia, nanti setelah dia sadar, kita siksa dia agar dia mau menunjukkan di mana dia menyembunyikan ketiga pusaka tersebut"
Ceng lung hanya mengangguk sambil membawa Hong bai menuju ke salah satu ruangan yang ternyata memiliki lantai bawah tanah. rupanya penginapan itu pun milik dari tambah terang, sehingga mereka dengan leluasa dapat menyembunyikan Hong bai di lantai bawah tanah penginapan itu. 2 jam kemudian ceng lung dan ayahnya menuju ke lantai bawah tanah untuk mulai memaksa Hong bai mengakui di mana tempat dia menyimpan ketika pusakanya.
__ADS_1
Ketika tiba di ruang rahasia itu dan membuka pintu, tampak hong bai sedang duduk santai, dalam kamar tahanan itu. mereka berdua terkejut karena Hong bai dapat sadar tanpa diberi obat penawar dari racun yang mereka taruh di dalam arah melati.
" aku sudah menganggap kamu sebagai seorang sahabat, namun aku tidak menyangka kamu malah membuat rencana yang keji untuk aku" ujar Hong bai.
" maafkan aku Hong Koko, lagu terpaksa melakukannya agar aku dapat memiliki ketiga pusaka yang kamu miliki"
" pusaka apa yang kalian inginkan dari aku, aku tidak dapat memberikan pusaka itu karena aku juga tidak memiliki pusaka itu"
" pemuda, aku yakin kamu adalah pendekar naga, jadi aku yakin kamu memiliki 3 pusaka Bu beng siansu"
" Ceng moi, bukankah bocah tua sudah menjelaskan kepada kamu tentang pusaka tersebut. apakah kamu melupakan penjelasannya?"
" penjelasan apaan anak ku"
" Mari ayah, kita tinggalkan tempat ini barulah aku akan menjelaskan tentang informasi dari bocah tua"
Mereka pun meninggalkan tempat tahanan dan Ceng lung mulai menjelaskan kepada ayahnya semua informasi yang ia dapatkan dari bocah tua. ayahnya termenung mendengar penjelasan itu Dan dia berkata " kalau begitu kita harus membunuh dia, agar dia tidak menjadi penguasa di dunia persilatan"
bersambung....
mohon maaf kalau bisa up. autor lagi sakit dan sementara dirawat di rumah sakit.
mohon pengertian dari para reader sekalian.
__ADS_1