
Setelah selesai makan, Hong Bai mencari penginapan yang berdekatan dengan perguruan naga langit. Hong Bai berniat menyelamatkan pemabuk tua dari tahanan perguruan naga langit.
kebetulan kamar yang Hong Bai tempati berada dilantai dua penginapan, berhapan langsung dengan perguruan naga langit, sehingga Hong Bai lebih leluasa menyelediki perguruan naga langit. namun ternyata sudah dua hari Hong Bai berusaha mencari informasi namun tidak berhasil.
Karena sudah jenuh Hong Bai langsung berjalan memasuki gerbang perguruan.
" siapa kamu dan apa tujuan mu masuk kesini" tanya seorang murid yang menjaga gerbang.
" saya Hong Bai, saya ingin menemui kakek saya yang berada disini" jawab Hong Bai.
" siapa nama kakek mu"
" kakek ku, biasa di sapa pemabuk tua " jelas Hong Bai.
mendengar penjelasan Hong Bai, murid itu menunjukan ekspresi terkejut dan langsung bersikap hormat pada Hong Bai.
" maaf tuan muda, saya terlambat mengenali tuan. silakan masuk tuan"
Hong Bai cukup terkejut melihat perubahan tingkah laku murid tersebut. Hong Bai masuk kedalam perguruan dengan diantar oleh sala satu penjaga gerbang. Hong Bai diantar sampai sebuah rumah yang agak terpisah dari bangunan di dalam kompleks perguruan naga langit.
__ADS_1
ketika Hong Bai masuk kedalam rumah dia disuguhkan pemandangan mengejutkan. tampak pemabuk tua dan seorang kakek sedang menikmati berbagai jenis makanan.
" susah paya aku menghawatirkan kakek, namun ternyata kakek Mala senang senang disini" ujar Hong Bai.
" hahahaha naga muda, bagaimana bisa kamu menghawatirkan aku dirumah ku sendiri" ujar pemabuk tua.
" bagaimana aku tidak kuwatir , aku mendengar berita bawa kakek ditawan dewa Utara" kata Hong Bai sambil memandang seorang kakek berambut putih yang sedang bersama pemabuk tua.
mendengar perkataan Hong Bai kakek berambut putih itu tertawa terbahak bahak dan bertanya pada Hong Bai
" apakah kamu pernah bertemu dewa Utara".
" saya bukan Dewa Utara, saya naga putih" jawab kakek naga putih.
" kalau kakek, naga putih lalu dimana dewa Utara" tanya Hong Bai makin penasaran.
" ketua mau sampai kapan ketua menyembunyikan identitas ketua" ujar naga putih pada pemabuk tua.
pemabuk tua tertawa terbahak bahak dan berkata pada Hong Bai.
__ADS_1
" akulah dewa Utara "
mendengar perkataan pemabuk tua Hong Bai sangat terkejut, bahkan ketika Hong Bai memperhatikan wajah pemabuk tua dengan seksama, Waja itu berubah menjadi seorang kakek yang sangat berwibawa.
" naga muda, seharusnya engkau tidak terlalu terkejut, bukankah kamu sudah mempelajari ilmu menembus langit" tanya dewa Utara pada Hong Bai.
mendengar perkataan dewa Utara barulah Hong Bai menyadari bahwa pemabuk tua dan dewa Utara adalah orang yang sama.
" mohon maaf dewa Utara, saya sungguh tidak menyangka hal ini " ujar Hong Bai.
" naga muda, tidak usa sungkan. kamu sudah ku anggab sebagai cucuku sendiri. bahkan aku seperti melihat cerminan sahabatku dewa cahaya dalam dirimu" ujar dewa Utara.
" terimakasih kakek, saya memang murid dewa cahaya" ujar Hong Bai.
" aku sudah mengetahui sejak bertemu denganmu, cucu ku kita baru berpisah tuju hari namun kamu telah berhasil menyempurnakan kemampuan mu"
" ini semua juga berkat saran kakek "
" ha-ha-ha sungguh rendah hati, cucu ku aku ingin melihat perkembangan jurus menembus langit"
__ADS_1
mendengar perkataan dewa Utara Hong Bai langsung menggunakan kemampuan jurus menembus langit. Hong Bai merubah wajahnya menjadi pemabuk tua. melihat hal ini dewa Utara dan naga putih tertawa terbahak-bahak.