
Tampak rombongan pengemis baju kembang mulai mengepung rumah makan dari segala arah. dua orang tetua dan empat orang pengemis memasuki rumah makan dan langsung menuju tempat duduk Hong Bai dan pemabuk tua.
" siapa kalian? apa tujuan kalian mengacau di wilayah kami?" bentak sala satu dari kedua tetua pengemis
" maaf tetua, saya Hong Bai dan ini kakekku. kami tidak pernah mengacau disini, ke empat pengemis tadi yang membuat kekacauan lebih dahulu" ujar Hong Bai.
" sudahlah tidak usa berdalih. kalian sudah berani menyinggung perkumpulan pengemis kembang merah maka kalian harus bertanggung jawab" bentak tetua itu lagi.
" pengemis busuk, tidak usah bertele tele, apa mau kalian" ujar pemabuk tua.
mendengar pemabuk tua menyebut mereka dengan panggilan pengemis busuk. mereka marah dan langsung mendorong tangannya kearah pemabuk tua. tampak hawa pukulan dahsyat menyambar pemabuk tua. sambil tertawa pemabuk tua mendorong tubuh Hong Bai kearah hawa pukulan kedua tetua sambil berkata" naga muda urus mereka ".
__ADS_1
Hong Bai pun melakukan gerakan yang sama menyambut dua telapak tangan kedua tetua pengemis kembang merah. Hong Bai menggunakan tenaga inti api dan inti es secara bersamaan. akibatnya hawa pukulan kedua tetua pengemis tersebut membalik sehingga kedua tetua terhuyung huyung kebelakang tiga langkah. mereka merasa hawa panas dan dingin menerpa mereka secara bergantian.
Kedua tetua sangat terkejut melihat hasil dorongan tangan Hong Bai. tetua yang berbicara tadi kembali menghadap Hong Bai dan berkata dengan hormat.
" mohon maaf, mata kami tidak melihat tingginya langit dan dalamnya lautan. kalau tuan Hong Bai dan kakek berkenan berkunjunglah ke markas pekumpulan kami"
" hehehehe pengemis busuk, kamu mau menipu kami. setelah kala dari naga muda kalian sengaja mau mengakali kami ke kandang kalian" kata pengemis tua.
akhirnya pemabuk tua setuju dengan keputusan Hong Bai. mereka pun bergerak menuju markas perkumpulan pengemis baju kembang. setelah dua jam perjalanan mereka akhirnya tiba di markas perguruan pengemis baju kembang. ketika memasuki halaman markas tiba tiba mereka dikelilingi oleh lima puluh anggota perkumpulan pengemis baju kembang.
" naga muda, sekarang kamu percaya kan, mereka sengaja mau menjebak kita"
__ADS_1
" sudahlah kakek, ini ujian bagi setiap tamu disini"
Hong Bai pun maju memisahkan diri dari pemabuk tua. kepungan para murid pun mulai difokuskan kepada Hong Bai. seorang tetua yang mengantar Hong Bai tadi berkata " tuan Hong silakan melalui barisan ini. jika tuan berhasil keluar dari barisan ini tuan Hong bisa masuk kedalam bertemu ketua kami"
Hong Bai hanya tersenyum mendengar perkataan tetua itu. Hong Bai mulai menyerang barisan tersebut sambil mempelajari barisan itu. setelah sekian lama mempelajari barisan itu Hong Bai menemukan kelemahan barisan itu. Hong Bai mulai menyerang dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya. karena gerakan Hong Bai sangat cepat, barisan itu tidak dapat mengimbangi kecepatan gerakan Hong Bai. ahirnya barisan ini mulai hancur. Hong Bai mulai menggunakan jari tanpa wujud dan melepaskan totokan beruntun kearah mereka. akhirnya satu persatu mereka bertumbangan.
hanya dalam setengah jam. lima puluh murid yang mengepung Hong Bai tertotok semua.
" ha-ha-ha naga mudah sungguh mengejutkan, barisan penggebuk anjing hancur dalam waktu singkat. hei pengemis busuk mau ngapain lagi. suru si pincang keluar, sampai kapan dia mau bersembunyi" ejek pemabuk tua.
" pemabuk tua, makin tua mulutmu makin tajam saja" tiba tiba ada suara menggema menjawab pernyataan pemabuk tua.
__ADS_1