
Ceng Lung dan ketiga sucinya mengikuti bocah tua yang keluar dari rumah makan. bocah tua berjalan mengelilingi kota sambil menikmati pemandangan dan Ceng Lung tetap setia menemaninya. mawar merah mulai sebal dengan tingkah laku bocah tua yang seolah olah tidak peduli dengan kehadiran mereka.
" nona, sampai kapan kita mengekor kakek brengsek ini " ujar mawar merah.
" tutup mulut mu suci. hanya dia satu satunya petunjuk kita" bentak Ceng Lung.
" tapi nona, dia tidak menghargai kita sedikitpun juga " ujar mawar hijau.
" lalu menurut mu, apa yang harus kita lakukan" tanya Ceng Lung.
" kita ringkus dia dan kita paksa dia untuk memberi kita informasi" usul mawar merah.
" baiklah kalau itu mau kalian " ujar Ceng Lung .
Setelah mereka sepakat meringkus bocah tua dengan kekerasan, merekapun kembali mengikuti bocah tua. ketika melewati tempat sunyi Ceng Lung memberi isyarat pada ketiga sucinya. mereka serempak menerkam bocah tua.
Bocah tua yang tidak menyangka akan diserang tiba tiba tidak dapat melawan dan langsung tertotok oleh Ceng Lung. Ceng Lung kembali menambah beberapa totokan agar bocah tua tidak dapat mengerahkan tenaga dalamnya. setelah berhasil menotok bocah tua, mawar merah menggendong bocah tua dan mereka melompati benteng kota menuju hutan bakau si sepanjang sungai huang.
Ceng Lung yang kebetulan melihat bocah tua. dia terkejut melihat bocah tua yang kelihatan santai saja walau dalam keadaan tertotok. bahkan bocah tua malah tertidur dan menggorok.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka sampai disebuah perahu yang tertambat ditepi sungai. Ceng Lung melemparkan sebuah pisau kedalam bilik perahu dan bilik perahu langsung terbuka. dua orang wanita keluar dan memberi hormat pada Ceng Lung. Ceng Lung dan rombongannya naik keperahu.
" kosongkan sala satu kamar untuk bocah tua " ujar Ceng lung.
Setelah beberapa saat beristerahat Ceng Lung mengajak ketiga sucinya untuk menemui bocah tua. saat memasuki kamar bocah tua mereka terkejut melihat bocah tua yang sudah selesai mandi bahkan sudah berganti pakaian.
" salam nona nona sekalian " ujar bocah tua.
" bagaimana cara kakek membebaskan totokan saya " ujar Ceng Lung penuh keheranan.
" hahahaha nona Ceng, apakah kecerdasan mu menurun. menurut nona apakah bocah tua dapat diringkus dengan mudah " ejek bocah tua.
" baiklah aku sudah dapat menduga informasi yang kalian kehendaki. namun informasi itu tidak saya berikan sebagai secara gratis " ujar bocah tua.
" apakah yang kakek inginkan dari kami, kami pasti akan berusaha memenuhinya" kata Ceng Lung.
" hehehehe seandainya aku masi mudah pasti menyenangkan. aku akan memberikan semua informasi yang aku ketahui jika kalian memenuhi dua permintaan aku" ujar bocah tua.
" kakek tua tidak usah bertele-tele apa permintaan mu. kami akan berusaha memenuhinya. tapi ingat jika permintaan itu tidak wajar kami akan menolak" bentak mawar merah.
__ADS_1
Bocah tua tersenyum melihat kemarahan mawar merah.
" mawar merah, terimakasih sudah menggendong kakek tua ini dengan baik sampai kakek tua itu tertidur pulas"
Mawar merah semakin marah mendengar perkataan bocah tua. bahkan jika tidak di cegah Ceng Lung dia sudah menyerang bocah tua.
" kakek, sebutkan kedua permintaan kakek" ujar Ceng Lung dengan lembut.
" baiklah nona Ceng, permintaan pertama ketika ketiga suci nona harus menjadi cucu ku yang penurut sampai kota go bi. dan permintaan yang kedua nona ceng harus mengabulkan satu permintaan dari orang yang menyerahkan lencana ini kepada nona" ujar Hong Bai sambil menunjukan lencana emas pemberian dewa cahaya.
Ceng Lung dan ketiga sucinya merenungkan permintaan bocah tua beberapa saat. mawar merah yang paling tidak setuju dengan permintaan bocah tua. dia tidak sudi menjadi cucu bocah tua. menurut mawar itu hanya akal akalan bocah tua untuk menjadikan mereka sebagai dayang hingga sampai ke kota go bi. perjalanan ke kota go bi memakan waktu sampai sebulan penuh. dia tidak dapat membayangkan harus melayani kebutuhan kakek menebalkan seperti bocah tua selama sebulan penuh.
" baiklah kami setuju dengan persyaratan kakek " ujar Ceng Lung.
" baiklah, sekarang bersumpah lah demi langit dan bumi " ujar bocah tua.
Karena tidak memiliki pilihan lain maka Ceng Lung dan ketiga sucinya terpaksa bersumpah untuk memenuhi kedua permintaan bocah tua. baru setengah hari perjalanan kedua gadis yang bertugas mengawasi para anak buah kapal masuk dan melapor bahwa ada kapal bajak yang mengejar mereka.
bersambung.....
__ADS_1