Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Keluar dari ruang dimensi


__ADS_3

Tanpa terasa oleh Hong bai dan Chan Li, mereka sudah menghabiskan waktu 1 tahun untuk berlatih di dalam ruang dimensi cincin rajawali. selama itu Hong bai tetap dalam satu posisi si yaitu menghimpun energi alam. berbeda dengan Chan Li , dia menghimpun energi alam dan juga berlatih menyempurnakan teknik serta menciptakan teknik baru dari gerakan silat yang dia kuasai.


Rana kemampuan Chan Li yang awalnya berada di Rana dewa menengah tahap 2 sekarang naik menjadi Rana dewa akhir tahap satu. sedangkan Hong bai yang awalnya berada di rana dewa akhir tahap 2 sekarang menjadi di rana Mahayana. hanya salah satu langkah lagi ia akan mencapai tingkat keabadian.


Akhirnya mereka berdua pun menghentikan pelatihan mereka dan mereka pun keluar dari ruang dimensi. namun saat mereka keluar mereka sangat terkejut melihat kondisi hutan tempat mereka menyembunyikan cincin rajawali milik Hong bai. awalnya hutan itu penuh dengan pepohonan yang lebat serta dihuni oleh banyak sekali binatang binatang, sekarang sudah porak-poranda. banyak pepohonan yang rubuh yang dihancurkan. banyak gua-gua yang dihancurkan bahkan banyak sekali bangkai binatang-binatang buas yang tercecer di seluruh bagian hutan.


mereka berdua pun menggunakan Sona persepsi mereka, untuk mendeteksi seluruh bagian hutan. akhirnya mereka mendapati kehadiran belasan orang yang di sebuah gua yang berjarak kurang lebih 1 mil dari posisi mereka.


" adik, sepertinya mereka lah yang menyebabkan semua kekacauan di hutan ini"


" benar kakak, mari kita lihat apa sebenarnya penyebab mereka melakukan semua ini"


mereka berdua pun bergerak dengan kecepatan menakjubkan menuju ke arah gua itu. hanya dalam beberapa helaan nafas mereka sudah tiba di luar gua itu. mereka pun mendengarkan percakapan kelompok misterius itu.


" ketua, kita sudah mencari di seluruh bagian hutan ini, namun hingga saat ini kita tidak dapat menemukan ketika pusaka bersama dengan pendekar naga"


" aku yakin mereka masih bersembunyi di suatu tempat, tidak mungkin liontin hitam ini ini salah"

__ADS_1


ujar orang yang di sapa ketua sambil menunjukkan sebuah liontin berwarna hitam yang nampak bersinar.


" lalu bagaimana mungkin kita tidak menemukan mereka. sudah banyak gua yang kita bongkar, sudah banyak pepohonan yang kita singkirkan hanya untuk menemukan mereka"


" lalu menurut kamu, liontin hitam milik tuan besar ini salah" bentak ketua itu.


" maaf ketua, aku bukannya mau meragukan liontin itu. tapi kenyataannya hingga saat ini pencarian kita tidak menghasilkan apapun" ujar orang itu lagi.


" aku merasa kita sedang diperhatikan oleh seseorang" ujar si ketua, sambil berusaha menggunakan sonar persepsinya mendeteksi keberadaan orang itu. namun dia sama sekali tidak mampu merasakan kehadiran Hong bai maupun Chan Li.


setelah mencoba untuk kesekian kalinya, tiba-tiba dia mendengarkan suara alunan suling yang merdu. ketua bersama dengan 12 orang anak buahnya berkelebat keluar dari gua menuju ke sumber suara itu. namun walaupun mereka sudah bergerak dengan kecepatan maksimal menuju ke sumber suara, sumber suara itu sepertinya ikut bergerak sehingga mereka sudah mengelilingi hutan yang hancur itu selama beberapa kali. Siketua makin terkejut saat menyadari hal ini. mereka pun langsung berhenti dan mengejutkan ternyata mereka berhenti tepat di gua tempat mereka tadi.


mendengar suara Chan Li, serentak mereka menoleh ke arah gua, tampak sepasang anak muda sedang duduk santai di atas sebuah batu.


melihat si pemuda memegang suling, mereka langsung menyadari bahwa yang mengerjai mereka tadi adalah kedua orang ini. namun karena si ketua merasa orang ini memiliki kemampuan yang cukup tinggi sehingga dia berhati-hati dalam mengambil tindakan selanjutnya.


" siapa tuan dan nona dan apa yang kalian lakukan disini" tanya siketua dengan hati-hati sambil berusaha membaca rana kemampuan Hong bai dan Chan Li. namun ia sangat terkejut karena dia tidak mampu untuk melihat Rana kemampuan keduanya.

__ADS_1


" untuk apa kalian mau mengetahui nama kami" ujar Chan Li.


" maaf jika kami bertanya, kami tidak mengenal kalian berdua jadi wajar kalau kami bertanya"


" seharusnya kalau kamu mau berkenalan dengan kami, maka sebutkanlah lebih dahulu namamu, barulah kamu menanyakan nama kami"


" aku adalah ketua hitam, kami berasal dari pulau neraka"


Hong bai terkejut mendengar asal dari orang itu, ketika ia masih berlatih di dalam dunia jiwa bersama dengan Bu beng siansu, iya mendapat informasi bahwa pulau es dan pulau neraka memiliki hubungan yang erat. semua orang dari pulau neraka berasal dari pulau es.


" salam ketua hitam, saya Hong bai Chan Li. kami berasal dari perguruan cahaya langit"


ketua hitam mengerutkan dahinya ketika mendengar Hong bai berasal dari perguruan cahaya langit, sepengetahuannya perguruan cahaya langit hanya memiliki 1 orang yang kemampuannya cukup tinggi yaitu dewa cahaya, itupun kemampuannya masih di bawah tingkatnya. atau dengan kata lain kita hitam pasti akan dapat membaca ranah kemampuan dari dewa cahaya. lalu bagaimana mungkin dua orang ini berstatus murid perguruan tetapi kemampuannya tidak mampu ia baca.


" luar biasa, dewa cahaya mampu mendidik murid dengan kemampuan yang cukup baik. apa yang kalian lakukan di tempat ini"


" kami hanya kebetulan lewat dan kami melihat, sekelompok semut membuat kekacauan dengan membunuhi binatang-binatang buas, serta menghancurkan hutan makanya kami penasaran, apa sebenarnya motif dari semut-semut ini" ejek Chan Li

__ADS_1


mendengar perkataan Chan Li, itu hitam marah dan memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menyerang Chan Li dan hong bai. Chan Li begitu bersemangat melihat mereka maju menyerang. diam akan memberi isyarat kepada Hong bai untuk tidak ikut campur. kedua belas anak buah ketua hitam serempak meloncat ke arah chan Li dan melontarkan pukulan terbaik mereka.


__ADS_2