
Setelah membersihkan diri ceng lung dan Hong bai menikmati makanan mereka di dalam kamar masing-masing. beberapa saat kemudian hong bai Ceng lung, dia mengetuk kamar dan mengajak Ceng lung berlatih bersama. Hong bai sudah mengajarkan Ceng lung cara menggunakan ruang jiwa. sehingga sekarang Ceng lung sudah mampu untuk berlatih bersama hong bai dalam dunia jiwa.
Mereka memasuki kamar untuk berlatih bersama. setelah masuk dalam kamar Hong bai mengunci pintu kamar dan meminta ceng lung untuk bersemedi dan mereka memulai pelatihan. setelah bersemedi beberapa saat Ceng lung berhasil memasuki ruang jiwanya. disusul oleh hong bai, Hong bai langsung memberikan petunjuk untuk Ceng lung. setelah mendapatkan petunjuk dari hong bai, ceng lung langsung mempraktekkan petunjuk tersebut, bila ada kesalahan dalam mempraktekannya Hong bai langsung memperbaiki kesalahan tersebut dan Ceng lung selalu berhasil memperbaiki kesalahan itu.
Karena keasyikan berlatih bersama, mereka tidak menyadari hari sudah menjelang sore.
" Hong Koko, nanti baru kita melanjutkan pelatihan ini, Hong Koko memiliki janji menghadiri jamuan di rumah jenderal" ucap Ceng lung.
"benar ceng moi, saya hampir melupakan janji tersebut. untung Ceng moi mengingatkan saya akan janji tersebut" kata Hong bai.
Merekapun berhenti berlatih, mereka kembali ke tubuh mereka masing-masing dan mengakhiri pelatihan mereka.
" Ceng moi, silakan beristirahat sebentar. kita akan menuju ke rumah jenderal" ucap Hong bai
" baiklah Hong Koko "
Hong bai kembali ke kamarnya dan langsung membersihkan diri serta bersiap bersama Ceng lung menuju rumah jendral kwe xing. hanya butuh beberapa jam jam mereka berdua bertemu di lobby penginapan. mereka berjalan santai menuju rumah jenderal, sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan. di sepanjang jalan menuju rumah jenderal, banyak mata yang memandang iri kepada mereka berdua. seorang pemuda yang gagah berjalan bersama dengan seorang pemudi yang memiliki kecantikan yang luar biasa.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di rumah jenderal kwe xing. mereka langsung disambut oleh penjaga gerbang dengan penuh kehormatan dan diantar menuju ruang tengah rumah jenderal. di ruangan itu jendral sudah menunggu dan di atas meja sudah dihidangkan berbagai makanan.
" salam hormat kepada jenderal, mohon maaf saya dan adik saya terlambat, sehingga membuat jenderal menunggu" kata Hong bai sambil memberi hormat.
" tidak apa-apa pendekar hong, silakan duduk" ucap jendral kwe xing.
" terima kasih jenderal" ucap Hong bai dan Ceng lung bersamaan.
Mereka langsung duduk dan menikmati makanan yang telah disediakan, mereka makan sambil berbincang mengenai keadaan dunia persilatan. jendral kwe xing mengatakan kepada mereka berdua bahwa sekarang ada muncul suatu kelompok yang mencurigakan yang sering melakukan kekerasan,seperti perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan masih banyak hal-hal jahat yang mereka lakukan. jenderal menjelaskan pula, bahwa kelompok ini menamakan diri sekte iblis. mereka sudah menyerang banyak tokoh persilatan, perguruan serta kota-kota kecil di beberapa tempat. jenderal juga menjelaskan kelompok ini memiliki ciri-ciri memakai pakaian merah serta bertudung merah.
Karena persoalan inilah kaisar memerintahkan jenderal untuk mengamankan kota nan jing. mereka bahkan sudah pernah berusaha menyerang kota nan Jing, namun karena usaha mereka selalu gagal, mereka berusaha menyogok beberapa petinggi dalam kota. namun usaha itu pun berhasil digagalkan oleh jenderal kwe xing. mendengar penjelasan jenderal ini mereka berdua sangat terkejut. terutama Hong bai, dia sangat terkejut mendengar kata jenderal menjelaskan mengenai ciri-ciri kelompok tersebut. pakaian merah dan tudung merah, mengingatkan dia akan sosok yang berhasil menyerang dan membunuh kakeknya di dalam gerbang dewa.
Jendral kwe xing memberikan isyarat kepada hong bai dan Ceng lung untuk tidak ikut campur. mereka berdua hanya mengangguk sambil memperhatikan rombongan orang yang memakai tudung merah dan juga pakaian merah. orang-orang itu mengepung mereka namun mereka belum melakukan apa-apa. beberapa saat kemudian dampak seseorang melangkah ke depan jenderal. tampaknya orang ini adalah pemimpin dari rombongan berpakaian merah dan bertudung merah.
" jenderal, saya adalah pemimpin sekte iblis bagian tengah. saya datang ke sini untuk membicarakan kembali tawaran kami beberapa waktu lalu" ucap orang itu.
" saya tidak mungkin menerima tawaran yang kalian berikan" ucap jendral kwe xing dengan tegas.
__ADS_1
" jenderal, lihatlah sekelilingmu. semua prajurit yang berjaga di rumahmu sudah kami lumpuhkan. siapa yang akan menjaga dan membela mu saat ini" ucap orang itu
" aku masih bisa berdiri, aku masih mampu membelah diri ku sendiri. tidak ada gunanya kalian menggertak aku. walaupunh tampak prajuritku, aku akan tetap bertarung melawan kalian" kata jendral
" hahahaha, jenderal jika kamu mau memberikan Putri kamu ini kepadaku, aku akan mengampuni nyawamu" ucap orang itu kembali.
" kakek tua bau tanah, kamu tidak melihat usia mu sendiri. memangnya kamu mampu untuk menangkap aku" ucap Ceng lung tiba tiba.
Ketika Jendral mendengar ucapan ceng lung, dia berniat untuk mencegah Ceng lung ikut campur namun Hong bai lebih dahulu memberi isyarat kepada jenderal untuk membiarkan saja.
Kakek itu marah mendengar ejekan Ceng lung.
" kamu akan menyesal menyesalkan ucapanmu tadi" ucapa kakek itu kepada Ceng lung.
Mendengar kata kakek itu, Ceng lung mengibaskan tangannya ke arah kakek tersebut. nama pukulan dari ceng lung membuat kakak itu terkejut dan kakek itu berusaha menangkis pukulan tersebut. walaupun hawa kibasan tangan Ceng lung berhasil ditangkis oleh si Kakek, namun si Kakek terhuyung-huyung 3 langkah ke belakanh. kakek itu terkejut, karena ketika menangkis hawa pukulan ceng lung. dia sudah menggunakan delapan bagian tenaga dalamnya.
bersambung......
__ADS_1
maaf ya para pembaca sekalian kemarin saya tidak sempat up karena ada beberapa kesibukan. mohon maaf dan terima kasih atas pengertiannya.