
Chan Li dan gurunya sangat terkejut melihat raja pedang tewas ditangan Hong Bai. saking terkejutnya mereka berdiam diri selama beberapa saat. sedangkan tong bu dan adik seperguruannya langsung histeris dan mengambil jenasa raja pedang dan meninggalkan tempat itu.
" selamat adik Hong, kamu dapat mengalahkannya tanpa terluka" gumam Tiau shi
" kakak, aku bisa mengalahkannya karena aku mengenali jurus pedangnya dengan baik" kata Hong Bai
" memangnya darimana adik mengenal jurus itu "
" dia menggunakan inti sari jurus pedang suling mas, hanya saja kakek ini belum memahami intisari jurus ini. seandainya dia sudah memahami lima puluh persen saja maka saya tidak akan dapat mengalahkan dia"
sementara itu Chan Li dan gurunya berjalan ke arah Tiau shi dan Hong Bai sambil memandang Hong Bai dengan penuh kekaguman.
" tuan Hong, terimalah hormat dan ucapan terima kasih ku ini" kata tetua ke 10 sambil memberi hormat pada Hong Bai
" tetua tidak usa sungkan, sebagai sesama kita wajib untuk saling menolong, aku juga berterimakasih kepada tetua karena sudah meminjamkan pedang ini pada saya. tanpa pedang ini saya tidak akan memenangkan pertarungan tadi" kata Hong Bai sambil menyerahkan pedang cahaya pada tetua kesepuluh.
" maaf tuan Hong. pedang ini sudah menjadi milik tuan Hong"
" apa maksud tetua"
" tuan Hong, ditangan aku pedang itu tidak berguna, bahkan guru sudah berpesan kalau ada yang mampu mengeluarkan potensi cahaya dalam pedang ini, maka dia berjodoh dengan pedang ini" kata tetua kesepuluh sambil menyerahkan sarung pedang cahaya
" kalau begitu aku akan menyimpan pedang ini tetua" kata Hong Bai
" tetua, kalau boleh tau, apa tujuan tetua berkunjung ke kota ini" tanya Tiau shi
" tuan Tiau, sebenarnya kami memiliki keperluan dengan paviliun senjata sakti"
" apa keperluan tetua ada hubungan dengan naga cahaya" tanya Hong Bai
" tidak tuan Hong, saya dan murid saya memiliki kepentingan dengan pemilik Paviliun senjata sakti"
" baiklah tetua, saya dan kakak saya mohon pamit" kata Hong Bai sambil memberi hormat pada tetua kesepuluh dan lansung meninggalkan Chan Li dan muridnya.
"guru, apakah guru bisa mengetahui asal perguruan mereka dari jurus mereka tadi" tanya Chan Li
" tidak Chan Li, dari jurus yang guru lihat tadi. guru bingung untuk menebak asal perguruan mereka"
" memangnya mengapa guru?"
__ADS_1
" gerakan tuan Hong tadi menggunakan jurus dari banyak perguruan, termasuk perguruan kita"
" mengapa guru tidak menanyakan asal perguruan mereka"
" sudahlah Chan Li, kita lanjutkan perjalanan kita" kata tetua ke sepuluh sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
setelah berjalan beberapa lama mereka ahirnya tiba di paviliun senjata sakti. mereka pun langsung masuk. ketika mereka masuk mereka langsung disapa oleh pegawai paviliun.
" selamat datang tetua dan nona Chan"
tetua kesepuluh dan Chan Li terkejut karena mereka belum memperkenalkan diri tapi pegawai tersebut sudah mengenal mereka.
" nona, dari mana anda mengetahui nama kami" tanya tetua ke10
" dari tuan muda kami tetua, tuan muda suda menanti tetua dan nona di lantai dua Paviliun. silakan ikuti saya"
tetuake10 dan Chan Li terheran heran sambil mengikuti pegawai itu.
ketika sampai dilantai dua mereka dikejutkan oleh pemandangan mewah di tempat itu. mereka dibawa ke sebuah ruangan yang cukup besar dan ketika masuk mereka kerbali terkejut melihat Hong Bai dan Tiau shi dalam ruangan itu.
" selamat datang tetua dan nona Chan" kata Hong Bai
" tetua dan nona, ini tuan muda kami dan kakaknya" kata pegawai yang mengantar mereka sambil melangkah kembali kelantai satu paviliun
" silakan duduk tetua dan nona Chan, selamat berjumpa kembali" kata Tiau shi sambil tersenyum
" jadi tuan Hong Bai adalah pemilik paviliun senjata sakti sekaligus pewaris dewa cahaya" tanya tetua kesepuluh
" benar tetua" kata Hong Bai
" tuan Hong bolehkah saya melihat lencana kebesaran dewa cahaya"
" apakah ini yang tetua maksud" kata Hong Bai sambil mengeluarkan lencana dewa cahaya dari suku bajunya
" hormat pada ketua " kata tetua kesepuluh dan Chan Li sambil berlutut
Hong Bai dan Tiau shi terkejut melihat tetua ke10 dan Chan Li berlutut sambil menunduk.
" tetapi dan nona Chan, bangkitlah. kalian membuat saya bingung"
__ADS_1
" ketua Hong, siapapun yang memegang lencana ini harus dihormati karena pemegang lencana ini merupakan ketua perguruan cahaya langit" kata tetua kesepuluh
" tetua, hal ini nanti kita bahas belakangan, kalau boleh tau apa kepentingan tetua mencari saya"
" ketua Hong. saya mencari ketua untuk memohon pertolongan"
" tetua bisakah anda tidak menyapa saya dengan sebutan ketua, saya sudah pusing disapa tuan muda di paviliun, sekarang malah ditambah ketua"
" mohon maaf ketua, saya tidak bisa. jika saya tidak menyapa dengan sebutan ketua maka saya adalah seorang murid yang murtad"
" maksud tetua "
" semua ini adalah perintah guru kami, jadi jika kami tidak mengikuti perintah itu maka kami adalah murid murtad ketua"
" sudahlah tetua, terserah tetua saja. pertolongan apa yang tetua harapkan dari saya"
" saya mau meminta petunjuk ketua tentang jurus tapak cahaya tingkat 6, setelah mempelajari jurus tapak cahaya tingkat 6, tenaga dalam saya menghilang"
" tetua sesungguhnya tenaga dalam tetua tidak menghilang tetapi tersegel ketika mempelajari jurus itu"
" bagai mana membuka segel tersebut ketua"
" segel itu dapat dibuka oleh orang menguasai jurus tapak cahaya diatas tingkat enam atau dibuka dengan cara menyempurnakan latihan jurus tapak cahaya"
" ketua saya memohon bantuan anda untuk membuka segel ini karena saya sudah berusaha namun tidak berhasil"
" baiklah tetua tapi jika segel ini saya buka tetua tidak boleh menggunakan tenaga bahkan berlatih bela diri selama 1 Minggu. jika dalam seminggu ini tetua menggunakan tenaga dalam atau berlatih beladiri maka dantian tetua akan mengalami kerusakan"
" baiklah ketua saya siap "
" satu hal lagi tetua, anda harus tetap tinggal di paviliun ini selama seminggu"
" baik ketua saya akan mengikuti perintah ketua"
" kalau begitu silakan duduk bersila, saya akan mulai membuka segel denga. tenaga dalam saya. harap tetua tidak melawan tenaga dalam yang saya salurkan dan tetua juga harus menahan rasa sakit"
" baik ketua" kata tetua kesepuluh sambil duduk bersila.
Hong Bai pun duduk dibelakang tetua kesepuluh sambil menyalurkan tenaga dalamnya lewat punggung tetua ke sepuluh. sementara itu Tiau shi dan Chan Li berjaga jaga disekitar mereka.
__ADS_1
beberapa saat kemudian terlihat seluruh anggota tubuh Hong Bai mulai mengeluarkan Caya putih dan lama kelamaan cahaya itu mulai menyebar lewat tangan Hong Bai kearah tetua kesepuluh. kemudian cahaya itu mulai membesar sampai menutupi tubuh tetua kesepuluh. tetua kesepuluh mulai berteriak kesakitan tapi tetap bertahan hingga Hong Bai menghentikan saluran tenaga dalamnya. tetua kesepuluh langsung terkulai pingsan. Hong Bai meminta Chan Li menggendong gurunya kesalah satu kamar untuk beristerahat.