Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Menelan pil pahit


__ADS_3

Chan Li langsung menengok kearah penolongnya. ternyata yang menolongnya adalah orang yang mau ia selamatkan.


" terima kasih sudah menolong saya" ujar Chan li sambil memberi hormat kepada Hong bai.


" beristirahatlah nona Chan "


Hong pun berdiri diantara Chan Li dan pengeran sio lung. sementara itu pangeran sio lung tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. bagaimana mungkin dia dapat meloloskan diri dari totokan dan ikatannya. aku sendiri yang memberikan racun pelemas tubuh serta menotok dan mengikat dia. pikir pangeran sio lung dalam hatinya.


" ketua, seharusnya aku marah dan membalas semua yang kalian lakukan, namun aku akan melupakan semua itu jika ketua mau menyudahi urusan inisekarang"


" anak muda, aku tidak mungkin melepaskanmu begitu saja, tanpa ketiga pusaka itu"


" aku pun tidak bisa memberikan ketiga pusaka itu kepada ketua. jadi sekarang terserah kepada kita saja"

__ADS_1


" jika kamu tidak mau memberikannya secara sukarela. maka terpaksa aku mengambilnya dengan menggunakan kekerasan."


dia langsung melepaskan pukulan jarak jauhnya ke arah Hong bai, Hong bai tidak mau mengelak dia pun mengerahkan tenaga dalam inti api dan menyambut pukulan itu. dua tenaga yang sama-sama mengandung unsur panas bertemu dan menimbulkan ledakan sehingga membuat area di sekitar mereka berdua menghitam karena panas. jadwalnya sama-sama terhuyung ke belakang. pangeran Sio lung langsung meloncat ke atas dan menyerang Hong bai, sebuah pukulan mengarah ke perut Hong bai namun dapat dihindari dan dibalas dengan totokan kearah pelipis kiri pangeran sio lung.


Pangeran sio lung melentingkan badannya kebelakang untuk menghindari totokan itu. melihat posisi pangeran sio lung yang masi melayang Hong bai menambahkan tiga serangan jari Tanpa wujud kearah pangeran sio lung. pangeran sio lung sangat terkejut melihat serangan itu. dia berhasil menang menangkis dua serangan, namun serangan yang ketiga menyerempet pundak kanannya. pangeran sio lung berhasil memulihkan dirinya namun ekspresi terkejut tampak jelas dimatanya.


Pangeran sio lung menghunus pedangnya namun Ceng lung mencegahnya. dia maju mendekati Hong bai dan berkata.


" aku mau mengambil ketiga pusaka itu karena ibuku adalah keturunan terakhir Bu beng siansu. aku menyudahi urusanku saat ini namun kita pasti akan bertemu sekali lagi" ujar Ceng lung.


Hong bai langsung memegang tangan Chan Li dan mengajaknya meninggalkan Ceng lung dan ayahnya. setelah mereka pergi Ceng lung langsung jatu pingsan. pangeran sio lung terkejut melihat kondisi Ceng lung.tampak tubuh Ceng lung m membiru, dia memeriksa luka b kas totokan Chan Li. ternyata luka itu menghitam bahkan mengeluarkan bau busuk. rupanya totokan Chan Li adalah totokan beracun. pangeran sio lung langsung menempelkan mutiara salju keluka bekas totokan dan mengangkat Ceng lung dengan hati hati.


sementara itu Hong bai dan Chan Li sampai disuatu hutan yang sunyi. mereka beristirahat di bawa sala satu pohon sambil bercakap cakap.

__ADS_1


" nona Chan, kemajuan ilmu silat mu sudah hampir menyamai gurumu. bisa kamu ceritakan latihan seperti apa yang kamu lakukan"


" ketua, mohon maaf sebenarnya aku mencari ketua untuk meminta petunjuk"


" petunjuk apa seperti apa yang engkau ingin dapatkan dari aku"


" sebelumnya aku mohon maaf, aku secara diam-diam mempelajari semua kita yang ketua tinggalkan untuk para tetua, walaupun ranah kemampuan ku naik namun aku sering merasa pusing, jika terlalu banyak menggunakan tenaga dalam aku. terkadang aku ku merasa sesak dan sering muntah darah"


" sepertinya pelatihan mu tersesaat. biar aku periksa aliran darah mu untuk memastikannya"


" silakan ketua"


Hong bai memeriksa denyut nadi di kedua tangan Chan Li selama beberapa saat. ahirnya dia menyimpulkan kalau pelatihan Chan Li tersesat sehingga tenaga dalam yang dihimpun berubah menjadi racun.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2