
Telaga nirwana terkenal dengan keindahan alam. telaga nirwana terletak di sebelah barat kota Ning. karena keberadaan telaga ini maka kota Ning menjadi sangat ramai, karena banyak sekali pelancong yang menghabiskan waktunya di telaga nirwana. telaga nirwana tidak hanya dikunjungi oleh orang biasa tapi juga di kunjungi oleh para pendekar yang memiliki tujuan untuk memperkuat ilmu kebatinan mereka. karena untuk mencapai telaga nirwana, para pelancong harus melewati lorong gaib. barang gaib merupakan sebuah lorong yang terbentuk secara alamiah yang memiliki kekuatan mistis, sehingga sering dijadikan tempat untuk menghimpun kekuatan mistis oleh para pendekar yang mendalami ilmu mistis.
Hari ini adalah hari kedua Chan Li dan hong bai melakukan perjalanan bersama setelah mereka berhadapan dengan rombongan ketua hitam. mereka berdua berjalan santai memasuki gerbang kota Ning.
" kakak, kita harus menginap di kota ini selama 1 atau 2 hari kedepan. karena dalam perjalanan tadi aku sering mendengar orang menceritakan tentang keindahan telaga nirwana"
" baiklah, aku mau kamu. kita harus mencari tempat untuk mengisi perut kita" ujar hong bai sambil mengajak Chan li mencari rumah makan.
setelah berjalan beberapa menit mereka akhirnya menemukan sebuah rumah makan yang berdampingan dengan sebuah paviliun penjualan senjata yang indah. Hong bai terkejut ketika membaca papan nama paviliun penjualan senjata yang ada di samping rumah makan itu. pavilium senjata sakti. ia langsung teringat kakek yang sun yang mengurus paviliun senjata sakti milik dewa cahaya di nan Ting. mungkinkah mereka membuka cabang hingga kota Ning. ujar Hong bai dalam hatinya.
Karena asyik berpikir, Hong Bai tidak menyadari kalau mereka sudah memasuki rumah makan sehingga Chan Li menegurnya.
" kakak, sebenarnya apa yang kakak pikirkan. sepertinya kakak lagi memikirkan iblis lembah terang" ujar Chan Li dengan cemberut.
Hong bai hanya tersenyum mendengar nada bicara Chan Li yang terkesan seperti cemburu.
" adik, sepertinya engkau sangat memusuhi ceng lung. dan sepertinya permusuhan kalian bukanlah permusuhan yang biasa"
" aku memang sangat memusuhi dia dan sangat membenci dia, aku memiliki cita-cita untuk mencabik wajahnya dengan tanganku sendiri" ujar Chan Li dengan tampang yang menyeramkan.
" wajahmu menakutkan jika kamu seperti itu, memang apa yang mendasari permusuhan kalian"
" kakak tidak perlu tahu, itu rahasia wanita"
seorang pelayan tiba-tiba membawa masakan yang sudah dipesan oleh Chan Li.
" adik, sejak kapan kamu memesan makanan. aku tidak menyadarinya sama sekali"
__ADS_1
" sejak kamu memikirkan si iblis itu"
Hong bai hanya menggelengkan kepalanya nya dan mulai menyantap makanan yang tersedia. mereka makan sambil berdiam diri karena Chan Li tidak pernah merespon yang Hong Bai katakan. setelah selesai makan, Chan Li langsung beranjak menuju kamar penginapan untuk membersihkan dirinya dan beristirahat. Hong bai hanya menghela nafasnya nya dia pun bangkit menuju kasir.
" nona berapa biaya makan yang tadi kami makan" kata Hong bai pada kasir.
" tuan, semua tagihan sudah dilunasi oleh teman tuan. bahkan teman tuan menitipkan kunci kamar ini kepada tuan. mari saya antarkan ke kamar"
Hong bai hanya mengangguk dan mengikuti kasur itu menuju ke kamar yang telah dipesan oleh Chan Li sebelumnya. sesampainya di kamar ya kembali merenung beberapa saat, kemudian ia tersenyum dan meninggalkan penginapan melalui jendela kamarnya.
Sore harinya Chan Li terbangun dan kembali membersihkan diri, berganti pakaian dan keluar menuju kamar hong bai. karena setelah mengetuk kamar Hong bai tidak ada jawaban, Chan Li membuka kamar dan ternyata kamarnya kosong.
" kemana kakak Hong, apakah ia meninggalkan aku karena aku memarahinya tadi" gumam Chan Li.
tiba-tiba seorang pelayan memasuki kamar Hong Bai.
" maaf nona Chan, tuan Hong berpesan jika nona datang ke kamar ini nona diminta untuk pergi ke telaga nirwana karena tuan Hong menunggu nona disana" ucap pelayan itu dengan hormat.
saat memasuki pembatas telaga nirwana, Chan Li kembali dikejutkan dengan sambutan penjaga yang ada di sana.
" selamat datang nona chan, mari saya antar menuju ke tuan hong"
Chan Li hanya terdiam menyaksikan keanehan yang ia alami. dia pun mengikuti penjaga itu menuju ke tempat yang dia sama sekali belum mengetahuinya. sepanjang perjalanan menuju ke tempat Hong bai, iya tidak melihat seorang pengunjung pun juga. ya sangat keheranan dan langsung bertanya kepada penjaga itu
" mengapa hari ini tidak ada satupun pengunjung di telaga nirwana"
" hari ini telaga nirwana ditutup atas permintaan tuan hong. tun Hong tidak ingin pertemuannya dengan nona terganggu oleh pengunjung lain"
__ADS_1
Chan Li sangat terkejut mendengar jawaban dari penjaga itu, iya makin penasaran sebenarnya apanya yang ingin hong bai lakukan.
" nona, silakan ikuti tangga ini. tuan Hong berada di puncak bukit kecil ini"
Chan li melangkahkan kakinya naik ke tangga menuju ke puncak bukit itu, namun langkahnya terasa sangat berat karena ia merasa tegang. sepanjang jalan ya sudah melihat suasana yang begitu romantis. dari lampu hingga permainan musik yang ia dengar pun terdapat kesan yang romantis. dadanya berdebar aneh melihat semua yang Hong Bai persiapkan untuk menyambut dia.
Setelah tiba di dipuncak bukit, Chan Li terpakai dengan pemandangan yang begitu indah. dari atas bukit ini dia dapat melihat semua tempat yang berada di telaga nirwana apalagi malam itu itu adalah malam bulan purnama sehingga seluruh bagian telaga nirwana nampak semakin cantik karena diselimuti cahaya bulan.
" apakah adik chan menyukai pemandangan ini" tanya hong bai yang tiba-tiba muncul di belakang chan Li.
" aku menyukainya kakak, namun aku merasa aneh dengan apa yang kakak lakukan hari ini. apa maksud dari semua ini"
" adik Chan, aku melakukan hal ini untuk dua alasan"
Chan Li makin tegang dan hatinya makin berdebar menunggu apa alasan Hong bai melakukan semua itu.
" alasan pertama, sebagai permintaan maaf kepada adik Chan karena sudah membuat adik marah tadi pagi. alasan kedua adalah aku mau bertanya kepada adik Chan. tetapi sebelum aku bertanya, aku mau adik chan berjanji satu hal"
" berjanji apa kakak Hong"
" aku mau adik yang berjanji, apapun jawaban dari pertanyaan yang akan aku tanyakan ini. adik sang harus berjanji tidak akan memusuhi ku"
" baiklah kakak Hong, aku berjanji disaksikan oleh langit dan bumi tidak akan pernah memusuhi kakak Hong"
Hong Bai berjalan mendekati Chan Li dan memegang tangannya dan bertanya.
" maukah adik menjadi pasangan sehidup dan sematiku"
__ADS_1
mendengar pertanyaan Hong bai, Chan li hampir pingsan karena kegirangan, ini adalah pertanyaan yang sering ya tunggu dari Hong bai, sejak pertama kali ia dan gurunya bertemu hong bai. Chan Li tidak menjawab pertanyaan Hong Bai dan memeluk hong bai dengan erat sambil terisak.
bersambung,......