
Ketua perguruan rajawali sakti sangat terkejut melihat tetua agung, tetua dalam dan juga tetua Han bersama tong Kay bersekongkol untuk mencelakai dirinya.
" aku tidak menyangka kalian yang sangat aku percaya, ternyata menghianati aku "
" ketua sebaiknya kamu menyerahkan token ketua. jika tidak saya dapat memastikan kamu akan mati dengan tubuh yang tidak utuh" ancam tetua agung.
" kalian tidak pernah akan berhasil mencapai tujuan kalian" kata ketua perguruan dengan sinis.
" rupanya ketua lebih memilih jalan kekerasan " kata tetua dalam sambil melangkah mendekati ketua perguruan rajawali sakti.
Tetua dalam bermaksud mau memaksa ketua perguruan untuk menyerahkan token perguruan namun tong Kay mencegahnya.
" tetua, biakan aku mencoba menggunakan cara aku" ujar tong Kay.
awalnya tetua dalam tidak setuju tetapi melihat tetua agung mengiakan tindakan tong Kay maka tetua dalam membatalkan niatnya. tong Kay maju menuju ketua perguruan.
" apa yang mau kau lakukan penghianat" bentak ketua perguruan.
" tenang aja ketua, aku memiliki satu pil racun yang jika digabungkan dengan racun dalam tubuh ketua maka organ dalam ketua akan membusuk secara perlahan"
Ketua perguruan terkejut mendengar perkataan tong Kay. dia sudah gelisa sejak tadi karena Hong Bai dan bantuan yang dijanjikan tidak juga muncul. dia teringat akan pesan Hong Bai untuk memulihkan diri dengan pil yang diberikan Hong Bai.
Ketika ketua perguruan hendak menggunakan pil tersebut, tong Kay melesat dengan cepat dan merebut pil itu dan langsung menghancurkannya.
Ketua perguruan rajawali sakti langsung lemas dan putus asa. tong Kay tidak hanya merebut pil yang hendak ketua perguruan minum malah dia memaksa ketua perguruan untuk menelan sebuah pil yang ia bawa. awalnya ketua perguruan menolak namun tong Kay menotok ketua perguruan lalu menjejalkan pil itu kedalam mulutnya.
Setelah pil itu masuk kedalam mulut ketua perguruan, ia langsung jatuh terduduk dan menggeliat serta mengeluarkan dara dari mulutnya.
" tong Kay, pil apa yang kamu berikan ketua" tanya tetua agung.
" tenang aja guru, kita tunggu saja kejutannya beberapa saat lagi"
Setelah hampir lima menit ketua perguruan terkejut. tadi dia merasakan seluruh tubuhnya terasa panas seperti terbakar tapi sekarang malah merasa segar bahkan tenaga dalamnya langsung kembali bahkan meningkat.
Melihat perubahan kondisi ketua perguruan, tetua agung dan rombongannya juga ikut terkejut.
" tong Kay, apa yang kamu lakukan " bentak tetua dalam dan tetua agung bersamaan.
sebelum Tong Kay menjawab tiba tiba pintu kamar ketua yang tadinya tertutup langsung terbuka dan beberapa kepala terlempar masuk kedalam ruangan. rombongan tetua agung dan juga ketua perguruan terkejut melihat kepala kepala itu.
__ADS_1
Tetua agung dan rombongannya sangat terkejut karena kepala itu adalah kepala anak buahnya yang berjaga diluar.
Tiba tiba seorang gadis masuk dengan pedang terhunus dan tampak darah Masi menetes dari pedangnya. melihat keadaan ini tetua agung dan rombongannya dapat memastikan bahwa gadis inilah yang membunuh anak buahnya.
" siapa kamu " bentak tetua agung.
" tenang ketua agung, aku masi punya satu kepala untuk mu" ujar gadis itu sambil tersenyum.
gadis itu memandang kearah pintu sehingga semua orang dalam ruangan itu ikut memandang kearah pintu.
" maaf aku agak terlambat " tampak tetua Han melangkah masuk sambil melemparkan satu kepala kepada tetua agung.
Tetua agung menyampok kepala itu karena lemparan dari tetua Han mengandung kekuatan dasyat. ketika tetua agung memperhatikan kepala yang dilemparkan tetua Han, ia sangat terkejut. ternyata kepala itu milik tong Kay.
semua yang berada diruangan itu sangat terkejut karena ada dua tetua Han dan dua tong kai. suasana menjadi hening beberapa saat karena masing masing dari mereka Masi bingung dengan kondisi ini.
Tetua agung memandang tajam kearah tong Kay yang masi berdiri didepan ketua perguruan.
" siapa sebenarnya dirimu, mengapa kamu menyamar sebagai muridku" tanya tetua agung.
" hehehe tetua agung, mengapa orang mu juga menyamar menjadi diriku" kata tetua Han sambil menunjuk kearah anak buah tetua agung yang memiliki wajah yang sama dengan dirinya.
Ketua perguruan juga Masi bingung dan hanya terdiam. namun dalam hatinya ia yakin bahwa Tong kay yang sekarang bersama tetua Han berpihak kepadanya karena ia sembuh karena pil dari tong Kay palsu.
" hehehe Hong Koko, lepaskan penyamaranmu biar kadal tua ini tidak mati penasaran" ujar gadis itu.
" baiklah moi moi " ujar tong Kay.
tong Kay palsu itu tiba tiba berubah menjadi Hong Bai. tetua agung dan rombongannya terkejut melihat waja asli tong Kay palsu.
" tabib cilik rupanya. apa kamu pikir dapat Menang melawan kami" ujar tetua agung yang masih yakin akan kemenangannya.
" menurut tetua agung kami tidak mampu mengalahkan kalian" kata Hong Bai.
sementara itu ketua perguruan makin tenang melihat tong Kay palsu adalah samaran Hong Bai. namun dia masi penasaran dengan identitas gadis dipintu masuk.
" anak Hong siapa gadis itu " tanya tetua perguruan.
" dia tunanganku ketua, sebentar setelah urusan ini selesai baru saya perkenalkan dengan ketua" ujar Hong Bai.
__ADS_1
" tabib Hong, nyawa ketua ada ditangan ku. hanya aku yang memegang penawar racun yang ada dalam tubuh ketua. jadi sebaiknya serahkan token ketua perguruan untuk ditukar dengan penawar racun ini" kata tetua agung.
" tetua agung, bagaimana kalau aku menukar obat penawar racun dalam tubuhmu dengan sebuah informasi" tanya Hong Bai santai.
" apa maksudmu dengan racun dalam tubuh kami" tanya tetua dalam.
" apakah tetua agung Masi ingat dengan saripati ganggang salju yang aku berikan"
" apa yang kamu lakukan dengan ganggang salju tersebut"
" tetua agung saya tidak mencampurkan apa apa dengan ganggang salju. ketika saya memeriksa keadaan tetua saya sudah menyadari kalau tetua tidak terlalu menghawatirkan racun yang ada dalam diri tetua. kondisi ini membuat saya curiga kalau tetua memiliki penawar racun ini. untuk membuktikan kecurigaan saya, saya sengaja menawarkan ganggang salju sebagai alternatif penawar racun. Ternyata tetua Sangat tertarik dengan ganggang salju tapi bukan untuk mengobati racun tapi untuk meningkatkan tingkat kultivasi. kesalahan terbesar ketua adalah menganggap remeh saya. saya sudah tahu bahwa bahan utama pembuatan penawar racun itu adalah gingseng api karena saya sudah menggunakan gingseng api untuk mengobati ketua perguruan. saya sudah mengetahui seluk beluk gingseng api. tetua tentu saja tahu bahwa gingseng api dan ganggang salju merupakan bahan herbal tingkat tinggi yang mempunyai sifat yang berlawanan sehingga jika dikonsumsi bersamaan maka hanya ada dua kemungkinan yaitu, kedua bahan menyatu dan menghasilkan racun dashyat atau kedua bahan saling menyerang sehingga kehilangan kasiat" jelas Hong Bai dengan santai.
Tetua agung dan tetua dalam sangat terkejut mendengar penjelasan Hong Bai. bahkan tetua agung yang juga memiliki pengetahuan tentang pengobatan sampai berkeringat membayangkan penjelasan Hong Bai.
" jadi menurut kamu kami berdua saat ini dalam keadaan keracunan" tanya tetua dalam.
" benar tetua, tetua dengan sengaja meminum racun dan kemudian meminum penawar racun yang mengandung gingseng api setelah itu tetua berdua menggunakan ganggang salju untuk meningkatkan kultivasi tetua berdua. maka dapat dipastikan jika tetua berdua menggunakan tenaga dalam dengan batasan tertentu maka racun itu langsung bekerja"
" keparat...... rupanya dari awal kamu sudah menjebak kami" ujar tetua dalam sambil kembali meminum penawar racun racikannya.
Namun akibatnya tidak sesuai harapan, bukanya sembuh malah tetua dalam muntah darah dan langsung meregang nyawa dengan sebagian tubuh membeku dan sebagian lagi gosong seperti terbakar.
Melihat kematian mengerikan tetua dalam tetua agung mulai ketakutan.
" tetua agung, saya akan mengobati tetua jika tetua bersedia memberikan satu informasi pada saya"
" informasi apa "
Hong Bai mengeluarkan satu buah apel dan tetua agung langsung mengenali apel tersebut. apel ini adalah apel pelangi yang berkhasiat menetralkan semua jenis racun.
" tetua pasti mengetahui kegunaan apel ini. saya akan memberikan apel ini jika tetua mau memberitahu identitas orang pulau neraka di perguruan cahaya langit"
" saya hanya orang itu berjuluk tangan pedang. tapi saya tidak tahu dia menduduki jabatan apa"
Hong Bai tersenyum dan melemparkan buah apel pelangi kepada tetua agung. baru saja tetua agung menangkap apel itu, sebuah pedang sudah menebas leher tetua agung hingga putus. ternyata saking marahnya ketua perguruan memenggal kepala tetua agung.
bersambung.
mohon maaf banyak kesalahan penulisan karena saya banyak kesibukan sehingga saya membut cerita ini dengan bantuan google vois. mohon di maklumi.
__ADS_1