
Setelah mendapat laporan kedatangan para bajak. Ceng Lung bersama bocah tua menuju geladak kapal. tampak dua perahu berwarna hitam dengan bendera bergambar ular berkibar di tiang layar.
" kakek yang baik, tolong lindungi cucu mu dari gerombolan bajak ini" kata mawar hijau pada bocah tua.
" tidak bisa, kalian sebagai cucu yang harus melindungi kakek kalian. ayo kalian hadang para bajak" ujar bocah tua.
" kakek lupa kalau kami perempuan. mau ditaruh muka kakek dimana jika orang dunia persilatan melihat bocah tua berlindung di ketiak cucu perempuan nya " ujar Ceng Lung.
Akhirnya merekapun melakukan perdebatan yang cukup alot. bocah tua terpaksa mengalah karena semua alasan Ceng Lung dan ketiga sucinya masuk akal.
Sementara itu perahu para bajak semakin mendekati perahu Ceng Lung. para bajak berteriak gembira melihat perahu Ceng Lung yang penuh dengan gadis cantik.
Ular air yang mengawasi perahu Ceng Lung terkejut melihat bendera lembah terang di geladak kapal Ceng Lung. kini kedua perahu bajak mulai mengapit kedua sisi perahu Ceng Lung. namun belum ada anak buah bajak yang melakukan penyerangan karena melihat isyarat pemimpin mereka ular air.
" benarkah perahu ini milik lembah terang" tanya ular air dengan mengerahkan khi kangnya, sehingga suaranya terdengar jelas oleh Ceng Lung dan rombongannya.
" saat ini perahu ini milik saya, bocah tua " ujar bocah tua.
ular air tersentak mundur satu langkah ketika suara bocah tua terdengar di telinganya. ia merasa telinganya mendengung dan dadanya bergetar.
" kakek ini memiliki khi kang yang dahsyat. aku harus berhati-hati" ujar ular air dalam hati.
" maaf tetua, saya salah mengenali tetua. saya melihat bendera lembah terang sehingga saya menyangka tetua berasal dari lembah terang" jelas ular air.
" mereka semua memang berasal dari lembah terang. saya tidak. ada keperluan apa kamu mengejar kami" ujar bocah tua.
" tetua melewati wilayah saya jadi sudah sewajar tetua membayar uang keamanan" kata ular air.
__ADS_1
" hahahaha, uang keamanan" ujar bocah tua sambil memandang rendah ular air.
Bocah tua mengerahkan tangannya menggunakan jurus jari tanpa wujud. tiga totokan berturut-turut menyerang ular air. dia harus jungkir balik baru dapat menghindari tiga totokan jarak jauh dari bocah tua. sebuah totokan mengenai tiang layar utama dan langsung patah. ular air marah dan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang. anak buahnya mulai berlompatan keatas perahu Ceng Lung namun mereka disambut totokan jarak jauh bocah tua sehingga mereka terlempar kedalam air dalam keadaan kaku.
Akhirnya ular air memilih mundur sambil menyelamatkan anak buahnya tertotok dan terjatuh. sementara itu Ceng Lung terkejut melihat jurus yang dikeluarkan bocah tua. Ceng Lung yakin jurus bocah tua sama dengan jurus yang dipakai Hong Bai. artinya bocah tua memiliki hubungan dengan Hong Bai.
Beberapa saat setelah ular air mundur Ceng Lung masuk ke kamar bocah tua.
" kakek yang baik, ada yang mau saya tanyakan" ujar Ceng Lung.
" apa nona Ceng"
" dimana saya dapat menemukan pendekar naga"
" kalau tidak salah dia sedang menuju kota go bi, ada keperluan apa nona hendak menemui pendekar naga?"
." ada hal yang hendak saya bahas dengan dia"
" benar kakek, apakah kakek mengetahui sesuatu tentang pusaka Bu beng siansu?"
" kalau nona Ceng hendak mencari pendekar naga untuk merebut pusaka itu. maka sia sia saja. pusaka itu sudah menyatu dengan pendekar naga" jelas bocah tua.
" menyatu bagaimana kakek"
" pusaka itu secara garis besar adalah pengetahuan yang sudah mengisi kepala pendekar naga, makanya pusaka itu tidak dapat direbut. kalaupun nona Ceng memenggal kepala pendekar naga pun, nona tidak mungkin dapat mengambil pengetahuan itu."
Ceng Lung merenungkan penjelasan bocah tua. dia terlihat mengangguk.
__ADS_1
" kakek apa hubungan antara kakek dengan ketua perguruan cahaya langit" tanya Ceng Lung.
" kami sama sama murid perguruan cahaya langit " jawab bocah tua.
" kakek, apakah kakek juga memiliki hubungan dengan pendekar naga"
" aku memang memiliki hubungan yang erat dengan pendekar naga, namun aku tidak bisa menjelaskan hubungan apa"
Ceng Lung terlihat gembira mendengar penjelasan bocah tua.
" berarti jika aku tidak dapat menemukan pendekar naga maka walau kakek tudak membantu aku masi ada ketua perguruan cahaya langit yang akan membantu"
" sepertinya tidak mungkin. pertama nona Ceng pernah membuat masalah dengan perguruan cahaya langit kedua saat ini Hong Bai sudah menyerahkan jabatan ketua kepada tetua agung sehingga keberadaan Hong Bai tidak diketahui"
Ceng Lung terkejut mendengar penjelasan bocah tua. dia tampak merenungkan beberapa hal mulai dari Hong Bai mengundurkan diri, munculnya pendekar naga, munculnya beberapa pemabuk tua dan juga munculnya bocah tua. Ceng Lung yakin semua ini saling berkaitan erat. maka yang ia lakukan sekarang adalah mencari hubungan antara semua kejadian ini.
" nona Ceng, untuk apa kamu memburu pusaka peninggalan Bu beng siansu "
" aku melakukannya atas perintah ayah dan ibuku, menurut ibu ku, sebenarnya ibu berhak atas pusaka itu karena ibuku adalah keturunan Bu beng siansu"
bocah tua sangat terkejut mendengar penjelasan Ceng Lung. sehingga ia terdiam beberapa saat.
sementara mereka asyik berbincang bincang, bocah tua merasa aneh karena suasana perahu tampak sunyi.
" nona Ceng, sepertinya telah terjadi sesuatu di kapal ini"
" sepertinya begitu kakek. biar aku memeriksanya "
__ADS_1
baru saja Ceng Lung membuka pintu dia sudah terhuyung huyung dan akhirnya terjatuh. bocah tua terkejut dan menangkap tubuh Ceng Lung yang terjatuh. bocah tua akhirnya mencium bau aneh. rupanya ada yang menggunakan asap pembius untuk menyerang kapal. bocah tua pun terjatuh dilantai kapal bersebelahan dengan Ceng Lung.
bersambung.....