
Pagi itu dipintu masuk lembah terang tampak pangeran sio Lung dan istrinya sedang berbicara dengan lima orang gadis. kelima orang gadis itu adalah Ceng Lung dan keempat adik seperguruannya. mereka baru saja menyelesaikan latihan Kanuragan dan mengasah kemampuan menggunakan racun.
hari ini adalah hari dimana mereka harus memulai misi baru mereka sama-sama yaitu memperkenalkan lembah Terang kepada dunia persilatan. sesuai perintah pangeran sio Lung mereka mengawali misi mereka dengan membuat kekacauan di perguruan lembah tengkorak dan tongkat hitam.
" Ceng Lung, mulailah dari tongkat hitam. satu Minggu lagi mereka akan mengadakan pemilihan ketua baru" kata pangeran sio Lung.
" baik ayah, aku tidak akan mengecewakan ayah".
" kalian berempat patuhi semua perintah Ceng Lung" ujar pengeram sio lung kepada keempat muridnya.
" kami akan mematuhi suci" kata mereka serempak .
setelah memberikan beberapa nasihat pangeran sio Lung melepaskan kepergian mereka. Ceng Lung hanya memeluk ibunya beberapa saat lalu mereka berempat meninggalkan lembah terang. mereka berjalan santai menyusuri hutan di sebelah barat lembah terang. ketika sampai dipinggir hutan Ceng Lung berhenti sesaat lalu berkata kepada keempat sumoinya.
" sumoi sekalian sepertinya ada pertarungan, mari kita lihat" ucap Ceng Lung sambil bergerak cepat kearah datangnya suara pertarungan.
__ADS_1
keempat orang adik seperguruannya pun meloncat mengikuti Ceng Lung. mereka meloncat dari satu pohon kepohon yang lain dengan cepatnya. beberapa menit kemudian mereka Tinah ditempat pertempuran. tampak ada sekelompok pengawal sementara melindungi kawalannya dari serangan beberapa perampok. pemimpin perampok itu cukup terkenal didataran selatan benua mata angin. ia dikenal dengan Hariani gunung selatan.
tampak para pengawal sudah terdesak hebat. beberapa sudah terluka bahkan ada yang sudah meninggal. tiba tiba dari dalam kereta meloncat dua bayangan dan langsung menyerang rombongan perampok itu. mereka adalah orang yang dikawal oleh rombongan pengawal.
dengan turunnya pria dan anak gadisnya, gerombolan perampok dibuat kocar kacir. mereka berdua memiliki ilmu pedang yang cukup merepotkan para perampok. Ket dalam posisi sangat terjepit salah seorang perampok membunyikan sebuah sempritan. beberapa saat setelah sempritan itu dibunyikan tampak muncul satu rombongan perampok hariamau gunung yang dipimpin langsung oleh tongcu ketiga.
tongcu ketiga harimau gunung terkenal dengan ilmu golok dan juga kebiasaan menculik wanita. ketika melihat yang menghajar anak buahnya adalah wanita mudah dan cantik sifat mesum nya mulai Kambu.
" nona mudah, setiap nyawa anak buah ku yang kamu bunuh akan kau ganti dengan sepuluh ciuman" katanya sambil menghampiri gadis itu.
" suci sekalian bereskan anak buah perampok itu, biar aku urus pemimpin tadi" ucap Ceng Lung.
tanpa menunggu jawaban para sumoi, Ceng Lung meloncat mengejar tongcu ketiga. beberapa menit mengejar Ceng Lung melihat tongcu ketiga sedang berusaha menanggalkan pakian gadis yang dia lumpuhkan.
" seorang tongcu terkenal sedang berusaha memperkosa seorang gadis yang tidak berdaya" ucap Ceng Lung sambil bertengger diatas pohon tempat gadis itu dibaringkan.
__ADS_1
Tongcu ketiga terkejut mendengar suara tersebut. namun keterkejutannya hilang saat melihat Ceng Lung.
" sungguh hari ini saya disuguhkan dua gadis yang sangat cantik" katanya sambil mengamati Ceng Lung.
" apakah saya barusan mendengar mayat berbicara" kata ceng Lung.
mendengar perkataan Ceng Lung, tongcu ketiga mara dan langsung melepaskan satu pukulan tenaga dalam kearah Ceng Lung. Ceng Lung hanya memiringkan badannya sedikit dan pukulan itu lewat disamping kanannya. Ceng Lung mencabut kipas bertulis emas dan mengibaskannya pada tongcu ketiga. akibatnya tongcu ketiga terlempar bergulingan dan ketika bangkit tampak dari mulutnya terdapat darah.
tongcu itu terkejut melihat efek pukulan kipas Ceng Lung, dia langsung mengeluarkan suling giok hitam senjata andalannya. dia mulai menyerang Ceng Lung dengan kalang kabut, namun semua serang itu dapat ditepis dengan mudah oleh Ceng Lung bahkan serangan balasan Ceng Lung membuatnya agak kerepotan. ketika tongcu ketiga menggerakkan sulingnya menusuk kearah dada, Ceng Lung pun menutup kipasnya dan menotok ujung suling giok hitam milik tongcu ketiga. akibatnya suling tersebut terlepas dari tangan tongcu ketiga. sebelum tongcu ketiga bergerak kembali Ceng Lung lebih dahulu menyabet kipasnya kearah leher tongcu ketiga.
kepala tongcu ketiga terjatuh dan terpisah dari tubuh sitongcu. Ceng Lung mengambil semua barang tongcu ketiga termasuk suling giok hitam. Ceng Lung membebaskan totokan gadis yang ditawan tongcu ketiga dan langsung meninggalkan gadis itu. ketika sampai di tempat pertempuran awal, ketiga sumoinya sudah membunuh semua anak buah tongcu ketiga. mereka semua mati dengan kepala terpenggal dan sudahi mereka terdapat semacam gambar bintang yang bercahaya.
mereka berlima meninggalkan pria yang mereka tolong bersama pengawal yang masi hidup tanpa berkata apa apa. mereka berkelebat dengan cepat dan langsung menghilang. para pengawal dan pria yang mereka kawal tidak sempat berbicara atau mengucapkan terimakasih. pria itu Masi terkagum dengan kepandaian kelima gadis itu. beberapa saat kemudian anak gadis yang diselamatkan Ceng Lung kembali dan mengatakan bahwa dia ditolong Dewi kipas emas.
bersambung.
__ADS_1