Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Hong Bai VS Nona bintang Terang


__ADS_3

Pertarungan antara tetua agung dan gadis pemegang panji-panji sudah mencapai lima puluh jurus. dari awal pertandingan tetua agung sudah menguasai jalannya pertandingan. gadis itu hanya dapat menangkis semua serangan tetua agung tanpa balas menyerang. setelah puas mempermainkan gadis itu, tetua agung mulai melepaskan pukulan dengan tenaga penuh. akibatnya gadis itu terkena sala satu pukulan dipundak kirinya. pundak itu hancur dan gadis itu langsung pingsan.


melihat hal itu nona pemimpin sangat terkejut. semua perhitungan nya tentang kekuatan perguruan cahaya langit meleset. dua anak buahnya dikalahkan. bahkan orang kedua setelah dia harus menelan pil pahit dan terluka paling parah. di sempat melirik kedua anak buahnya namun ahirnya dia sendiri yang maju.


" kemampuan tetua agung diluar dugaan ku. tidak ada lagi pelayanku yang akan bertanding, jadi aku memutuskan untuk bertanding dengan ketua perguruan" ujarnya.


"tetua agung, mundurlah. biar aku yang melayaninya" kata Hong Bai ketika melihat tetua agung berniat melawan nona pemimpin.


" baiklah ketua"


Hong Bai pun maju dan berhadapan dengan nona pemimpin dan tetap tersenyum.

__ADS_1


" nona pemimpin, sudah selayaknya saya sebagai tuan rumah memperkenalkan diri. saya Hong Bai, ketua perguruan cahaya langit yang baru. mohon nona bisa memperkenalkan diri" kata Hong Bai dengan ramah.


" sungguh mengejutkan ketua Hong, jujur saja, ayah ku salah memperhitungkan kekuatan perguruan cahaya langit. ayah beranggapan bahwa hanya dengan saya dan keempat pelayan saya sudah cukup menghadapi kalian. tapi sudahlah saya masi belum kalah. saya akan memperkenalkan diri jika ketua bisa mengalahkan saya" kata nona itu.


" baiklah nona, jika dalam sepuluh jurus nona dapat melukai saya, maka saya akan mengakui keunggulan nona. silahkan menyerang sekehendak hati saya tidak akan membalas saya hanya menangkis dan juga tidak akan mengelak" ucap Hong Bai dengan santai.


para tetua sangat terkejut mendengar kata kata Hong Bai. mereka yakin bahwa Hong Bai akan terluka. namun rasa terkejut para tetua tidak sebanding dengan keterkejutan nona pemimpin dan rombongannya. nona pemimpin terdiam beberapa saat dalam hatinya, ayahnya sendiri tidak mungkin dapat melakukan yang Hong Bai katakan.


" sepertinya engkau meremehkan kami ketua, bersiaplah aku mulai menyerang" kata nona pemimpin itu.


Hong Bai pun mengerahkan tenaga dalamnya membentuk perisai cermin yang mengelilingi seluruh bagian tubuhnya. tetua agung dan para tetua kagum melihat kemampuan Hong Bai, namun dahi tetua agung berkerut melihat gerakan tangan Hong Bai. gerakan tangan Hong Bai tidak seperti gerakan tapak cahaya tapi lebi mirip gerakan segel.

__ADS_1


setelah melihat Hong Bai sudah bersiap. nona pemimpin itu berteriak mengerahkan khi kangnya untuk menyerang Hong Bai disertai dengan pukulan kearah dada Hong Bai. namun ketika pukulan itu mengenai dada Hong Bai pukulan itu membalik dengan cepatnya. Hong Bai hanya bergoyang sedikit dan malah tersenyum kearah nona pemimpin. nona itu terkejut melihat pukulan tenaga dalam dan juga khi kangnya membalik menyerangnya. dia makin penasaran dan kembali melepaskan beberapa pukulan ke berbagai bagian tubuh Hong Bai namun semua pukulan itu kembali membalik kearahnya.


tanpa terasa sudah sembilan jurus ia lewati tinggal satu jurus terakhir. tampak dia mengambil kipas yang terselip di pinggangnya dan memutar kipas itu dan langsung menyerang Hong Bai dengan kipas itu. tampak tenaga dashyat keluar dari dalam kipas membentuk bayangan kipas raksasa berwarna emas dan menghantam Hong Bai. aula pertemuan itu bergetar hebat, dinding dan tiang aura mengalami retakan dimana mana. bahkan efek getarannya dirasakan oleh semua murid dalam perguruan.


perisai Hong Bai hancur berantakan, kipas nona pemimpin pun ikut hancur dan nona pemimpin terlempar kebelakang dan muntah darah. dengan susah paya ia berusaha bangkit dibantu oleh dua gadis pelayan. ia memberi hormat pada Hong Bai dan berkata.


" aku mengaku kala ketua hong, nama ku Ceng Lung putri ketua lembah bintang terang, aku akan berlatih kembali untuk membalas kekalahan ini" kata gadis itu sambil masuk kedalam tandu dan meninggalkan aula pertemuan. sementara itu Hong Bai hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.


melihat kepergian rombongan lembah bintang terang, tetua agung bermaksud mencegah mereka namun Hong Bai memberi isyarat untuk mencegah tindakan tetua agung.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2