Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Petunjuk Pendekar Naga


__ADS_3

Hong bai hanya menatap ke arah ibunya ceng lung dan ayahnya Ceng lung.


" benarkah kamu pendekar naga" ibu Ceng lung mengulangi pertanyaannya yang tidak dijawab oleh Hong Bai.


" benar nyonya Sow"


" dari mana kamu mengetahui nama ku"


" aku mengetahui nama nyonya dari salah seorang guruku"


" siapa nama gurumu"


" guruku adalah Bu beng siansu"


ibu ceng lung terkejut ketika Hong Bai menyebutkan nama gurunya. tampak raut mukanya tidak mempercayai kata kata Hong Bai.


" pendekar naga, aku bukan anak kecil yang langsung percaya dengan bualan kamu"


" nyonya, apa yang aku katakan adalah kebenaran. aku tidak memaksa nyonya percaya padaku"


" pendekar naga, Bu beng siansu sudah moksa ribuan tahun lalu. bagaimana dia dapat menjadi guru kamu"


" lalu menurut nyonya siapa yang mewariskan tiga pusaka kepadaku"


" bisa saja kamu secara kebetulan menemukannya"

__ADS_1


" nyonya adalah keturunan guru, maka maka nyonya pasti juga tahu bahwa kertiga pusaka itu merupakan perwujudan dari jiwa guru Bu beng siansu"ujar Hong Bai.


Ibu Ceng lung merenungkan kata kata Hong Bai beberapa saat.


" baiklah pendekar naga, aku percaya kepada mu. namun, sebagai keturunan Bu beng siansu aku juga memiliki hak untuk mewarisi ketiga pusaka itu"


Hong bai tersenyum dan melangkah maju kearah ibu Ceng lung.


" Nyonya Sow, tanpa anda meminta pun aku siap membagi warisan itu. bahkan nona Ceng lung pun sudah mendapatkan warisan itu"


Ceng lung yang telah sadar karena diobati ayahnya. marah dan membentak Hong bai.


" pendekar naga sejak kapan kamu mebagi warisan itu dengan saya"


" nona Ceng, apkah kamu lupa aku membantu kamu meningkatkan kemampuan di telaga PO hai"


" gadis bodoh, kamu lupa kalau pusaka Bu beng siansu adalah semua kepandaian yang diwariskan kepada Hong Koko. maka jika Hong Koko membantu meningkatkan kemampuan mu sama aja dengan dia membagi warisan Bu beng siansu" bentak Chan Li.


Ceng lung bersama ayah dan ibunya terkejut dan baru sadar saat mendengar perkataan Chan Li. selama ini mereka hanya memandang ketiga pusaka itu sebagai sebuah benda, sehingga mereka berpikir jika merebut benda pusaka itu mereka dapat menguasai kepandaian Bu beng siansu.


" terimakasih sudah menyadarkan kami nona Chan. pendekar naga bisakah kamu memberi petunjuk pada ku" kata ibu Chan Li sambil mengeluarkan senjatanya.


Senjata ibu Ceng lung sangat unik. senjatanya tampak seperti kebutan pendeta namun gagang kebutan itu berongga sehingga ketika di gerakan akan mengeluarkan nada tertentu. bulu kebutannya terbuat dari bulu beruang salju yang berwarna putih bersih. bulu ini sudah direndam dengan ramuan tertentu sehingga tidak akan putus walau ditebas pedang pusaka.


" baiklah nyonya Sow, silakan memulai" ujar Hong Bai.

__ADS_1


ibu Ceng lung langsung melontarkan pukulan berhawa dingin kearah Hong Bai dan ditangkis dengan pukulan berhawa dingin juga. tukar menukar serangan dengan pukulan maupun kebutan berlangsung dengan serunya. awalnya nyonya Sow penasaran dan menyerang dengan gencar. dia berusaha mendesak Hong Bai namun Hong Bai tidak mundur sedikit pun.


Sementara itu pangeran sio lung terkejut melihat gerakan Hong Bai. semua jurus yang Hong Bai gunka untuk melawan nyonya Sow sama persis dengan jurus yang nyonya Sow gunakan.


" istriku, perhatikan gerakan pendekar naga" ujar pangeran sio lung.


mendengar perkataan suaminya barulah nyonya Sow mulai memperhatikan gerakan Hong Bai. ia sangat terkejut melihat gerakan Hong Bai yang sama persis dengan semua jurus yang ia pakai. yang membedakan hanyalah, gerakan Hong Bai lebih sempurna dari gerakan nyonya Sow.


terlihat gerakan Hong Bai seperti menunjukan kekurangan jurus yang nyonya Sow gunakan sekaligus menunjukan gerakan yang benar.


Melihat kenyataan ini, nyonya Sow mulai mengerahkan semua jurus yang ia miliki, sambil memperhatikan penyempurnaan jurus yang Hong Bai pakai. nyonya Sow langsung mengingat jurus jurus yang Hong Bai gunakan sambil terus menyerang Hong Bai. tanpa terasa semua jurus sudah ia keluarkan. dia pun berhenti menyerang dan memberi hormat pada Hong Bai.


" pendekar naga, terimakasih atas semua petunjuk darimu. saya mohon maaf atas semua gangguan kami terhadap kamu" ujar nyonya Sow.


Pangeran sio lung yang sejak tadi terdiam. tiba tiba maju kearah Hong Bai.


" pendekar naga, apkah aku juga mendapat kesempatan seperti istri dan anak ku"


" silakan pangeran" kata Hong Bai sambil tersenyum.


Pangeran sio lung pun mulai menyerang Hong Bai dengan semua kemampuannya. dia kembali mengalami hal yang sama seperti yang dialami istrinya. semua jurus yang ia pakai untuk menyerang Hong Bai malah digunakan kembali oleh Hong Bai untuk melawan pangeran sio lung.


Setelah hampir lima ratus jurus pangeran sio lung pun berhenti dan memberi hormat pada Hong bai.


" terimakasih pendekar naga. jika kedepannya pendekar naga membutuhkan bantuan maka lembah terang akan membantu sekuat tenaga"

__ADS_1


" terimakasih juga pangeran"


tidak terasa pertarungan antara mereka sudah berlangsung dari pagi hingga sore hari. merekapun berpisah. Ceng lung bersama ayah dan ibunya pulang ke lembah terang sedangkan Hong Bai dan Chan Li melanjutkan perjalanan mereka ke perguruan rajawali.


__ADS_2