Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Bertemu Kembali


__ADS_3

Ceng Lung dan ketiga sucinya cukup terkejut dengan kemunculan sekoci itu. tampak seorang pemuda berpakaian putih sedang mengayuh sekoci dengan dayung. walaupun terlihat sekoci dikayuh dengan santai namun sekoci meluncur dengan kecepatan tinggi. sekoci tersebut mampu menghindari hadangan para buaya dengan sigap bahkan terkadang sekoci itu mampu melompati buaya. terakhir sebelum mencapai perahu sekoci itu sempat menyelam kedalam air untuk menghindari serangan buaya.


Melihat hal ini Ceng Lung langsung memperingatkan ketiga sucinya.


" suci jangan ada yang bertindak sembarangan. orang ini memiliki kemampuan diatas kita. dia memiliki sing kang, khi kang dan Ging kang yang sempurna".


sekoci ini ahirnya mencapai kapal Ceng Lung. pemuda itu berdiri dan memberi hormat kearah perahu dan berkata.


" hormat kepada nona ceng, mohon ijin untuk naik ke kapal" kata pemuda itu.


" silakan naik ketua, suatu kehormatan bagi lembah terang dapat dikunjungi ketua perguruan cahaya langit"


Mendengar kata kata Ceng Lung semua orang terkejut demikian pula mawar merah dan kedua saudaranya. banyak orang yang penasaran dengan identitas Ketua Perguruan Cahaya langit dan hari ini mereka dapat melihat secara langsung. karena hal inilah beberapa perahu tampak mulai mendekati perahu Ceng Lung.


" selamat bertemu kembali nona Ceng " kata Hong Bai yang meloncat keatas perahu sambil membawa walet hitam dan ketiga temannya.


" tuan Hong terlalu sungkan "


" nona Ceng, mohon maaf kalau aku terkesan mencampuri urusan nona"


" tuan Hong, apa maksud tuan menyelamat mereka"


" aku menyelamatkan mereka karena diutus bocah tua, bocah tua tidak ingin nona Ceng membunuh mereka dengan alasan yang sala"


" maksud tuan Hong, bocah tua Masi hidup "


" benar nona, dia mendengar semua yang nona lakukan demi membalaskan dendam bocah tua pada walet hitam "

__ADS_1


" lalu mengapa dia tidak menemui saya "


" menurut bocah tua, nona sudah tidak membutuhkan dia lagi sehingga dia memanfaatkan situasi kemarin untuk meninggalkan perahu nona"


" Hem..... lalu menurut tuan hong, apa yang aku lakukan kepada walet hitam dan ketiga temannya salah"


" tergantung dari segi mama kita menilai persoalan ini nona "


" menarik pendapat tuan Hong. mari kita lanjutkan pembicaraan kita dalam bilik " ujar Ceng Lung


Merekapun masuk kedalam bilik untuk melanjutkan pembicaraan mereka.


" silakan dicicipi tuan Hong " ujar Ceng Lung ketika mereka tiba dalam bilik perahu. dalam bilik sudah tersedia arak dan beberapa makanan ringan untuk mereka makan bersama sambil mencuci makanan tersebut.


" terimakasih nona Ceng" ujar Hong Bai sambil mencicipi makanan tersebut.


" nona Ceng, jika nona mau membunuh mereka karena dendam atas kematian bocah tua maka hal ini salah karena kenyataannya bocah tua masih hidup saat ini. jadi saya mencegah Nona agar nona dapat memutuskan dengan benar tindakan terhadap mereka "


" masuk akal pendapat tuan Hong, bagaimana kalau aku mau membunuh mereka karena kejahatan yang mereka lakukan sebagai bajak"


" kalau menurut nona kejahatan mereka sebagai bajak harus ditebus dengan kematian maka silahkan nona lakukan. namun sebelum nona lakukan saya ingin bertanya apakah semua kejahatan harus ditebus dengan kematian "


" tuan Hong, jadi menurut anda hukuman apa yang pantas untuk mereka "


" mereka melakukan kejahatan karena mereka memiliki kemampuan silat maka hukuman yang pantas untuk mereka adalah mencabut kemampuan silat mereka "


" baiklah aku akan mengikuti pendapat tuan Hong dengan satu syarat, tuan Hong harus menemani saya berlatih"

__ADS_1


" baiklah nona Ceng. tapi jika kita berlatih bersama maka kita harus memiliki hubungan"


" apa maksud tuan Hong "


" nona Ceng. maksud aku, kita berlatih bersama jika kita adalah saudara seperguruan atau hubungan yang lain. saat ini nona mengajak saya berlatih bersama. pertanyaannya kita berlatih bersama atas dasar apa"


Ceng Lung termenung mendengar perkataan Hong Bai. dalam hatinya ia mengakui kebenaran kata kata Hong Bai namun karena keinginannya untuk mencoba kekuatan Hong Bai maka Ceng Lung mulai merancang strategi untuk mencapai tujuan.


" tuan Hong, maukah kamu menjadi sahabat saya"


" saya bersedia menjadi sahabat nona Ceng "


" baiklah mari kita bersumpah untuk manjadi sahabat"


" saya mau menjadi sahabat nona tetapi saya tidak mau melaksanakan sumpah. untuk menjadi sahabat tidak hanya melalui sumpah sapi melalui hubungan keakraban"


" lalu apa yang harus dilakukan "


" menurut nona, bagaimana dua orang sahabat saling menyapa? apakah dengan kata tuan dan nona?"


Ceng Lung tersenyum mendengar penjelasan Hong bai dan berkata " Hong Koko, maukah kamu membatu adikmu yang bodoh ini"


" bantuan apa yang Ceng moi inginkan "


jawab Hong Bai dengan tersenyum pula.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2