Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Berkelana Dalam Dunia Persilatan


__ADS_3

Hari upacara pemurnian roh pun tiba. para tetua dan juga beberapa murid inti terlihat sibuk mempersiapkan altar dan juga tungku pemurnian roh.


Yang memimpin acara pemurnian roh adalah ketua perguruan, Hong Bai. sebelum Hong Bai memulai upacara, dia memberi penjelasan kepada para tetua dan beberpa murid inti.


" para tetua dan murid inti yang ada. yang paling sulit dari upacara ini adalah membersihkan pedang ini dari aura negatif, sehingga ketika kakak Tiau mendiami pedang ini, maka pedang ini akan menjadi pedang yang baik. tungku pemurnian roh ini akan kita aliri dengan tenaga dalam khas perguruan kita. kita akan menyatukan tenaga dalam dengan menggunakan formasi pengurai cahaya. para tetua akan berposisi di lingkaran pertama sedangkan murid inti berada di lingkaran kedua. tetua agung dan saya akan mengendalikan pedang hingga kakak Hong dapat menyatu pedang ini"


Akhirnya merekapun memulai ritual pemurnian roh. tenaga dalam yang mereka satukan, mereka arahkan ke tungku pemurnian roh. setelah tungku mulai mengeluarkan aura cahaya, tetua agung mulai mengendalikan pedang cahaya falam tungku. pedang cahaya mulai mengeluarkan asap berwarna hitam dan semakin lama asap itu semakin tipis dan menghilangkan.


Setelah melihat asap hitam menghilang Tiau shi memeluk Hong Bai sambil menyentuh cincin rajawali milik Hong Bai dan berkata


" adik Hong, jangan bersedih kita akan tetap berkomunikasi, aku meninggalkan hadiah dalam cincin mu " . Hong Bai tidak dapat berkata apapun. hanya menatap Tiau Shi dan kembali memeluknya, setelah Hong Bai melepaskan pelukannya Tiau Shi berubah menjadi rajawali biru dan melesak kearah pedang cahaya.


Hong Bai membentuk segel pengikat roh untuk membantu proses penyatuan Tiau Shi dengan pedang cahaya. ketika segel terbentuk, rajawali biru itu berubah menjadi cahaya biru mengelilingi pedang cahaya. beberapa saat kemudian cahaya biru itu berhasil menyatu dengan pedang cahaya.


Terlihat aura pedang cahaya meningkat pesat, tampak pedang itu semakin berwibawa bahkan pedang cahaya memiliki kesadaran Tiau Shi sehingga dapat bergerak sendiri tanpa dikendalikan. melihat hal ini tidak hanya para tetua yang terkejut tapi juga Hong Bai. ketika proses itu selesai pedang itu bergerak sendiri kearah Hong Bai.


Hong Bai mengulurkan tangannya dan pedang itu langsung berada dalam genggamannya. Hong Bai memperhatikan fisik pedang itu dan dia tidak mendapatkan perbedaanya dengan pedang sebelumnya selain ukiran rajawali yang menghiasi bilah pedang itu.

__ADS_1


" para tetua dan murid perguruan sekalian, hari ini saya umumkan nama pedang ini adalah pedang cahaya biru. Pedang ini akan menjadi lambang ketua perguruan. siapa saja yang memiliki pedang ini adalah ketua perguruan cahaya langit"


" hidup ketua Hong, hidup pedang cahaya biru"teriak para tetua dan juga para murid.


" hal kedua yang saya mau sampaikan adalah hari ini saya resmi mengundurkan diri sebagai ketua perguruan, karena saya akan berkelana memperluas pengaman dalam dunia persilatan"


Mendengar keputusan Hong Bai, para murid bahkan para tetua terkejut dan menunjukkan ekspresi tidak setuju.


" lalu siapa yang akan menjadi ketua perguruan menggantikan ketua Hong" tanya tetua hukum.


mendengar perkataan Hong Bai para tetua dan juga para murid mulai ricuh dengan berbagai komentar. sementara Hong Bai melemparkan pedang cahaya biru ketengah panggung latihan.


" bagaimana cara menaklukan pedang tersebut " tanya tetua luar.


" siapa saja yang mampu menggenggam gagang pedang cahaya biru selama satu Bakaran dupa maka dialah yang dapat menaklukan pedang cahaya biru"


Mendengar penjelasan Hong Bai banyak murid inti mencoba menggenggam gagang pedang namun selalu gagal. rata rata mereka mengalami luka bakar pada telapak tangan mereka. setelah murid perguruan dan para tetua mencoba namun gagal, yang tersisa hanya tetua agung dan tetua hukum.

__ADS_1


Akhirnya tetua hukum mendapat geliran mencoba memegang gagang pedang cahaya biru namun belum sampai satu Bakaran dupa dia melepas kembali pedang itu karena merasa ada aliran tenaga menyerangnya.


Kini giliran tetua agung memegang pedang tersebut, awalnya tetua agung pun merasakan hal yang sama dengan tetua hukum. namun dia tidak menyerah bahkan mempererat genggaman tangannya. tiba-tiba tangan tetua berdarah namun dia tidak merasakan sakit, malah tetua agung merasa tenaga dalamnya meningkat dua kali lipat.


" sepertinya kita suda memiliki ketua baru, beri hormat untuk ketua baru kita, ketua Liu Ying." kata Hong Bai menyebutkan nama asli tetua agung.


Para tetua dan juga para murid pun memberi hormat pada Liu Ying sebagai tanda persetujuan mereka.


" Para tetua dan murid sekalian terimakasih atas dukungan kalian, namun saya mau memiliki satu permintaan, saya mau Tuan Hong menjadi pelindung utama kita "


" setuju......." teriak para murid dan para tetua serempak.


" baiklah, saya bersedia menjadi pelindung perguruan dan besok saya akan berangkat. namun saya sudah menyiapkan satu kitab untuk masing masing tetua bahkan ketua Liu Ying. pelajarilah kitap tersebut dan ajarkanlah juga kepada para murid masing masing. kitap tersebut saya simpan dalam ruang rahasia, ketua boleh mengambilnya besok setelah saya pergi".


bersambung.......


jangan lupa di vote, like and comen.....

__ADS_1


__ADS_2