Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Pertarungan Chan li


__ADS_3

Setelah meninggalkan Hong Bai penginapan, Chan Li bersantai dalam kamarnya sambil tetap menggunakan Sona persepsinya untuk mendeteksi keberadaan orang-orang yang mengikuti mereka. ia merasakan seseorang menuju ke pintu kamarnya, tak lama kemudian pintu kamarnya diketuk.


" maaf nona, saya hendak mengantarkan pesanan tuan muda" terdengar suara seorang gadis.


Chan Li membuka pintu dan terkejut melihat seorang pelayan sedang membawa sebuah nampan yang tertutup.


" apa yang kamu bawa"


" maaf nona, sebelum tuan muda pergi dia berpesan untuk memberikan ini kepada nona"


Chan Li menerima nampan itu dan kembali menutup pintu kamarnya. ya penasaran apa isi dari bungkusan yang diberikan oleh Hong Bai. setelah membukanya ternyata bungkusan itu adalah sekotak cemilan dan sebuah surat. yang membuka surat tersebut dan isi surat itu hanya bertuliskan telaga nirwana.


Chan Li tersenyum setelah membaca tulisan itu, iya pun mulai makan cemilan itu sambil mulai bersiap menuju telaga nirwana. beberapa saat kemudian dia sudah selesai bersiap dan langsung bergerak menuju ke telaga nirwana. saya menuju ke tempat di mana Hong Bai menyatakan perasaannya kepadanya.


Sesampainya di puncak bukit di telaga nirwana, Chan Li terkejut karena yang ditemui di sana bukanlah Hong bai, yang ada di sana adalah sekelompok orang yang memiliki atribut berwarna emas dan seorang pemuda tampan yang memiliki warna rambut keperakan. Chan Li langsung menyadari kalau orang ini sengaja menjebak dia untuk datang ke tempat ini.

__ADS_1


" siapa kalian dan apa maksud kalian memancingku ke sini"


" nona Chan yang cantik jelita, mari silakan duduk. aku memang sengaja memalsukan undangan atas nama Hong bai, agar aku dapat bertemu dengan gadis secantik anda"


" rupanya kamu lelah sengaja mencari masalah dengan kami. kalau tidak salah dugaanku kalian pasti orang-orang pulau neraka"


" mengejutkan, selain cantik juga memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik. mari nona silakan duduk"


" hahaha, tidak usah basa-basi. apa yang kau inginkan"


" huh...... kalian mau menawarkan aku untuk mengancam Hongko. kalian bermimpi di siang bolong"


"aku berharap, nama mengikutiku dengan sukarela agar tidak terluka" ujar si pemuda yang berambut perak kembali.


"emangnya kamu memiliki kemampuan untuk membuat aku terluka? jujur saja, aku ragu kalian mampu untuk menyentuh aku"

__ADS_1


" baiklah jika itu yang kamu inginkan"


Si rambut perak memberi isyarat kepada 6 orang anak buahnya untuk meringkus Chan Li. mereka pun langsung menyiapkan chan Li, namun chan Li hanya tersenyum melihat mereka mulai mengepungnya. walaupun dalam hatinya ia merasa sedikit gentar. karena lawannya rata-rata memiliki kekuatan di ranah dewa menengah tahap 2. yang membuat dia berhati-hati adalah si rambut perak. sudah sejak awal dia melihat serambut perak namun dia tidak mampu membaca karena kekuatannya.


"hiaaaaat"


lamunan Chan Li buyar ketika mendengar teriakan itu. 6 orang anak buah sirambut perak, mulai melakukan penyerangan terhadap Chan Li. dia menjejakkan kakinya ke tanah sehingga tubuhnya mengambang di udara. semua serangan yang ditujukan ke tubuhnya otomatis meleset. dia langsung membalas serangan itu dengan melontarkan tapak cahaya secara berurutan ke arah ke enam orang itu. mereka berenam menangkis tapak cahaya Chan Li sehingga menimbulkan benturan yang membuat mereka terdorong mundur ke belakang.


Si rambut perak terkejut melihat anak buahnya terpukul mundur dalam 1 jurus. awalnya dia meremehkan chan Li, sekarang semuanya hilang berganti dengan rasa terkejut. ke enam orang anak buahnya terpukul mundur kembali mengatur pola penyerangan namun sebelum mereka menyerang, Chan Li mulai mendahului mereka dengan serangan tapak cahaya. mereka kembali diserang dengan cakram cahaya berwarna-warni, sehingga mereka kalangkabut menghadapi serangan cakram cahaya yaitu.


walaupun mereka berhasil selamat dari serangan cakram cahaya yaitu, namun tampak jelas di wajah mereka, keyakinan untuk mengalahkan Chan li sudah hilang. melihat kondisi ini si rambut perak pun ikut bergerak menyerang Chan Li. terjadilah perkelahian yang tidak seimbang, 7 orang pria melawan 1 orang wanita.


Sekarang keadaan Chan Li mulai terdesak oleh serangan dari sirambut perak, dia hanya mampu menahan serangan yang menuju kearahnya tampak dapat membalas satu kali pun. semua serangan yang gagal dari ke enam orang anak buahnya berhasil ya tutupi dengan sempurna. makasih rambut perak dimanfaatkan celah dari penyerangan ke enam orang itu untuk melakukan serangan yang menyudutkan Chan Li. dalam keadaan terdesak Chan Li teringat akan salah satu jurus ciptaannya dalam ruang dimensi yaitu jurus auman singa. jurus itu ya ciptakan saat melihat pelindung perguruan mengajari Hong Bai meniup suling.


Chan Li mengumpulkan semua kekuatan khi kangnya dan menyalurkannya melalui suara auman yang dikeluarkan dari mulutnya. saking kuatnya jurus auman singa ini, si rambut perak dan 6 orang anak buahnya terpukul mundur beberapa langkah. Chan Li memanfaatkan kesempatan baik ini, ya langsung mengeluarkan pedang dari ruang jiwanya dan menebas ke arah mereka. dua orang terlambat menghindari tebasan pedang itu sehingga mereka berdua tewas dengan leher putus dan pundak terbelah.

__ADS_1


Kematian dua orang anak buahnya membuat si rambut perak marah, dia memerintahkan tempat anak buahnya yang sisah untuk mundur agar dia sendiri dapat bebas menghadapi Chan Li. serangan si rambut perak makin terasa berat dan semakin cepat, sehingga chan Li hanya dapat menggunakan jurus cermin cahaya untuk berusaha mengimbangi sirambut perak.


__ADS_2