Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Pertempuran Di Muara Huang


__ADS_3

Ketika perahu tersebut mulai mengepung perahu Ceng Lung. mawar merah melaporkan kepada Ceng Lung bahwa semua yang Ceng Lung perintahkan sudah di laksanakan. mendengar laporan ini Ceng Lung tersenyum sambil memandang rombongan perahu tersebut. tampak sebuah sekoci kecil meluncur dari sebua kapal kearah kapal Ceng Lung. sekoci itu membawa empat orang penumpang, yang terdiri dari dua pendayung dan wakil ketua bajak ular air dan juga murid sekaligus wakil dari waket hitam.


" mohon ijin untuk bertemu perwakilan lembah terang" ujar murid walet hitam bernama tung kai.


" silahkan naik ke kapal kami" ujar mawar merah.


Tung kai dan ma Jing wakil ular air meloncat keatas perahu Ceng Lung. ketika baru menginjak kaki di geladak kapal, Ceng Lung sudah menyambut mereka dengan totokan. mereka berusaha mengelak namun karena serangan totokan Ceng Lung tak pernah habis, akhirnya keduanya jatuh terlentang dalam keadaan tertotok. mereka lalu digantung berdampingan dengan ular air dan walet hitam.


Anak buah bajak yang berada di kesepuluh perahu tersebut mulai menyerang perahu Ceng Lung. tampak sepuluh orang dari masing masing perahu mulai terjun kedalam air dengan tujuan menyelam kearah perahu Ceng Lung untuk melubangi perahu tersebut.


Melihat hal itu Ceng Lung tersenyum dan memberi isyarat pada mawar merah untuk mendekat.


" suci mawar merah, rencana kedua berubah. pergunakan bubuk wangi, mereka memakai tali sutra di pinggang mereka jadi buaya tidak akan memangsa mereka karena aroma tali sutra" ujar Ceng Lung.


" baik nona, tapi sebelum itu ijinkan kami memancing mereka "

__ADS_1


" baiklah kalau itu kemauan kalian "


mawar merah dan kedua adiknya mengganti pakaian mereka dengan pakaian ringkas dan langsung meloncat keair. belum sampai satu menit berada di air sudah ada puluhan anak buah bajak yang mengambang dengan luka gorok pada leher mereka. mayat mayat yang mengambang disambar oleh buaya muara sehingga air di sekeliling perahu Ceng Lung berubah menjadi merah.


Hal ini tidak membuat para bajak mundur malah mereka semakin marah dan hampir semua anak buah bajak yang berada di perahu meloncat ke air untuk menyerang perahu Ceng Lung. sementara itu mawar merah dan dua saudaranya sudah berada diatasnya kepal. tampak di tangan mereka terdapat busur dan anak panah yang ujungnya di ikan kain yang berisi bubuk putih.


Tali sutra adalah semacam jimat yang terbuat dari kain sutra yang sudah direndam dalam ramuan tertentu sehingga buaya akan menghindar jika mendekati Tali sutra tersebut. karena mengetahui hal ini Ceng Lung meminta mawar merah untuk menyebarkan bubuk wangi disekitar perahu. fungsi bubuk wangi ini adalah menghilangkan pengaruh dari tali sutra.


Para bajak tersebut tidak menyadari keberadaan bubuk wangi sehingga mereka tetap menyelam mendekati perahu Ceng Lung yang dikelilingi buaya. mereka yakin dengan kemampuan tali sutra mereka. setelah para bajak melewati area tempat jatuhnya anak panah mawar merah dan kedua saudaranya. terjadilah peristiwa mengerikan, buaya yang tadinya menyantap jenasah para bajak yang mengambang di air mulai bergerak menerkam para bajak yang menyelam. air sungai mulai memerah dibeberapa tempat sementara itu walet hitam bersama ketiga temannya semakin ketakutan dan menjerit minta ampun.


Ceng Lung lalu berdiri diujung perahu dan mengerahkan khi kangnya.


" ini akibatnya kalau mencari masalah dengan lembah terang " mendengar kata kata Ceng lung anak buah bajak yang tersisa diatas kesepuluh perahu tersebut menggigil ketakutan.


" kalian yang berada diatas perahu segerah bawa perahu kalian ke pelabuhan dan tinggalkan perahu tersebut. jika ada yang tidak mengikuti perintah ku, aku pastikan kalian akan menjadi makanan buaya" ujar Ceng Lung kembali.

__ADS_1


mendengar hal ini para bajak yang berada diatas perahu segera mendayung perahu tersebut kepelabuhan dan segera melarikan diri.


" sekarang giliran kalian " ujar Ceng Lung pada walet hitam dan ketiga temannya.


Mereka sangat ketakutan, mereka berteriak minta ampun kepada Ceng Lung namun tidak dihiraukan Ceng Lung.


" bawa perahu lebih dekat ke sarang buaya, buaya disini sudah kenyang, takutnya mereka berempat meninggal dengan tubuh utuh" ujar Ceng Lung kepada anak buah kapal yang berada dikapalnya.


Kapal kemudian dikayuh menuju sarang buaya yang berada berseberangan dengan pelabuhan. karena walet hitam dan ular air sangat terkenal di sepanjang sungai Huang maka banyak perahu yang berpapasan dengan perahu Ceng Lung malah balik arah untuk mengikuti perahu Ceng Lung. mereka tertarik dengan identitas pemilik perahu tempat digantungnya walet hitam dan ular air.


Akhirnya mereka sampai di sarang buaya, seperti tadi Ceng Lung meminta anak buahnya untuk melemparkan beberapa ekor ayam air agar buaya buaya terpancing mendekati perahu.


" sekarang matilah dengan tenang, agar kakekku bisa membuat perhitungan dengan kalian diakhirat " ujar Ceng Lung sambil memutuskan tali pengikat mereka dengan sebuah pisau.


Tubuh walet hitam dan ketiga temannya terjun bebas ke air yang penuh dengan buaya. beberapa orang dalam perahu yang mengikuti perahu Ceng Lung menutup mata mereka karena ngeri membayangkan walet hitam dan ketiga temannya akan dikoyak koyak oleh buaya.

__ADS_1


Sebuah bayangan hitam dalam air meluncur kearah hatinya walet hitam dan teman temannya. bayangan ini memiliki ukuran melebihi besarnya buaya buaya disana. Ceng Lung mengerutkan jidatnya melihat bayangan tersebut. terlihat bayangan itu menubruk walet hitam dan ketiga temanya sebelum disambar oleh buaya. beberapa saat kemudian bayangan hitam itu meluncur keluar dari dalam air. ternyata bayangan hitam itu adalah sekoci kecil.


__ADS_2