
Sebuah rumah makan di kota Nan cing tampak ramai dengan pengunjung. tampak seorang kakek tua yang bungkuk sedang makan dengan tenang. tidak jauh dari meja kakek tua itu tampak empat gadis seumuran sedang makan dengan santai sambil berbincang bincang.
" nona, dimana kita menemukan pendekar naga " kata nona berbaju merah.
" yang pastinya, kita tidak memiliki petunjuk sama sekali. satu satunya petunjuk kita adalah pemabuk tua. namun sekarang muncul banyak sekali pemabuk tua " gumam si nona.
" apakah nona tidak merasa aneh dengan kemunculan pemabuk tua" tanya nona berbaju kuning.
" apa maksud suci " tanya si nona kembali.
" kemunculan beberapa pemabuk tua terjadi setelah rumor pemabuk tua ditahan perguruan naga langit. bahkan kemunculan beberapa pemabuk tua itu berada dekat dengan lokasi perguruan naga langit" ujar si baju kuning kembali.
" apakah suci mencurigai perguruan naga langit sengaja menghilangkan jejak pemabuk tua" tanya si nona kembali.
Mendengar percakapan keempat gadis tersebut si kakek terkejut. apa lagi ketika menengok kearah keempat gadis tersebut si kakek sampai bangkit dari kursinya karena terkejut.
Saking terkejutnya dia menjadi pusat perhatian pengunjung dan juga keempat gadis itu. si nona yang juga memperhatikan si kakek akhirnya bangkit dan berjalan menuju si kakek diikuti ketiga temannya.
" kakek yang baik, apakah kakek keberatan jika kami duduk menemani kakek dan berbincang sebentar" tanya si nona.
" silakan nona, suatu kehormatan bagi saya ditemani gadis cantik yang berkepandaian tinggi" jawab si kakek yang kelihatan gugup.
mereka pun duduk semeja dengan si kakek. bahkan si nona berbaju hijau meminta pelayan untuk memindahkan makanan mereka kemeja si kakek.
" kakek, sepertinya mengenal kami dengan baik" ujar si nona kepada si kakek.
" tentu saja saya mengenal nona, nona dan ketiga teman nona sudah membuat banyak kegemparan di dunia persilatan. nona sudah membuat lembah terang dikenal dunia persilatan" ujar si kakek.
" rupanya kakek juga orang persilatan. bolehkah kami tahu nama kakek " ujar si nona.
__ADS_1
" aku sudah lupa nama asliku, namun aku biasa disapa bocah tua " ujar si kakek.
" bocah tua, nama yang unik. tadi kakek bilang sudah mengenal saya karena sudah membuat banyak kegemparan. bisa kakek jelaskan " ujar si nona.
" baiklah sepertinya nona hendak menguji saya. yang saya tau nama nona adalah Ceng Lung, tapi ketiga teman nona tidak saya ketahui namanya" jawab bocah tua.
Ceng Lung terkejut mendengar bocah tua menyebutkan nama aslinya.
" bocah tua, dari mana kamu tau namaku?. aku tidak pernah menyebutkan namaku selama berkelana didunia persilatan" tanya Ceng Lung dengan nada curiga.
" nona Ceng, apakah kamu lupa?. kamu pernah menyebutkan namamu ketika berkunjung ke perguruan cahaya langit" ujar bocah tua.
" bagaimana kamu dapat mengetahui kejadian itu" tanya nona baju kuning.
Bocah tua tidak menjawab pertanyaan mereka malah membalas dengan pertanyaan.
" nona Ceng. bisakah saya mengetahui nama ketiga temanmu" tanya bocah tua.
" aku mengetahui karena aku ada disana. kebetulan hari itu aku diminta ketua perguruan cahaya langit untuk mengobati saudaranya yang terkena jarum serikat darah dari tapak racun bayangan" jawab si bocah tua.
" jarum serikat darah dari ketua aliansi tapak darah" gumam Ceng kung terkejut.
Ceng Lung terkejut bukan karena bocah tua berada di perguruan cahaya langit tetapi dia terkejut karena bocah tua menyatakan mampu mengobati korban racun jarum serikat darah. sedangkan ayahnya sendiri sebagai ahli racun mengakui tidak dapat mengobati korban racun serikat darah.
" hahahaha, kakek tua tidak tahu diri. dengan kemampuan seperti ini kamu mengaku mampu mengobati korban jarum serikat darah. sungguh besar mulut" bentak seseorang.
Bocah tua dan keempat gadis menengok kearah sumber suara tampak seorang nenek tua sedang duduk sambil memandang sinis kearah bocah tua.
" hahahaha Dewi pengejar arwah, saya pikir siapa " ujar bocah tua dengan nada mengejek.
__ADS_1
Dewi pengejar arwah terkejut karena bocah tua langsung mengenalinya, padahal hanya sedikit tokoh persilatan yang mengenal wajah aslinya.
" bocah tua dari mana kamu mengenali saya " tanya Dewi pengejar arwah
" hehehehe, kamu tadi meragukan kemampuan saya. saya memang tidak memiliki kemampuan silat yang baik tapi kalau informasi saya memiliki banyak informasi" ujar bocah tua.
" buktikan ucapan mu bocah tua " bentak Dewi pengejar arwah.
" tidak usah marah begitu. informasi utama dari aku adalah akhir akhir ini aliansi tapak darah sudah mulai kalang kabut. banyak tokoh mereka yang dikalahkan dan melarikan diri. benar tidak?" tanya bocah tua.
Dewi pengejar arwah bersama Ceng Lung dan ketiga sucinya terkejut mendengar perkataan bocah tua . informasi dari bocah tua adalah hal yang sangat dirahasiakan. Ceng Lung dan Dewi pengejar arwah makin penasaran dengan identitas sebenarnya dari bocah tua.
" kakek, benarkah informasi ini " tanya Ceng Lung dengan ragu ragu.
" nona Ceng silakan konfirmasi dengan Dewi pengejar arwah, dia adalah sala satu tetua aliansi tapak darah" ujar bocah tua.
" tidak usa basa basi, buktikan kalau ucapan mu benar. aku memang sala satu tetua aliansi tapak darah. namun hal itu tidak dapat membuktikan kalau informasi bahwa tokoh tokoh aliansi tapak darah dikalahkan" ujar Dewi pengejar arwah
" baiklah, aku akan membuktikan ucapan ku. raja pedang pencabut Nyawa tewas ditangan seorang pemuda. kamu dan iblis hitam putih dikalahkan pendekar naga dan lari terbirit-birit. ketua aliansi dan pisau terbang kalah dalam adu tenaga dalam dengan pemabuk tua dan hari yang sama mereka berdua dikalahkan bahkan pisau terbang hampir mati karena melawan cucu ketua perguruan naga langit. apakah informasi ini bohong" ujar bocah tua.
Semua yang mendengar perkataan bocah tua melongo karena terkejut. mereka semua menatap Dewi pengejar arwah untuk memastikan kebenaran ucapan bocah tua. Dewi pengejar arwah terkejut mendengar bocah tua membeberkan semua rahasia aliansi tapak darah. saking marahnya dia langsung meloncat menyerang bocah tua namun serangannya disambut oleh Ceng Lung. bahkan Ceng kung berhasil memukul mundur Dewi pengejar arwah.
" hahahaha sekarang akan ada informasi baru. sala satu tetua aliansi tapak darah akan melarikan diri dari nona Ceng atau salah satu tetua aliansi tapak darah tewas ditangan nona Ceng" ejek bocah tua.
Dewi pengejar arwah menggertakan Gigi saking marahnya namun dia juga tahu tak mungkin menang melawan Ceng Lung dari benturan tenaga tadi dadanya sudah merasa sesak. akhirnya dia memutuskan menelan rasa malunya.
" aku menyudahi urusan disini, namun aku pastikan kalian akan menerima balasanku" ujar Dewi pengejar arwah sambil berkelebat keluar dari rumah makan.
Bocah tua menuju kasir untuk membayar biaya makannya namun dicegah Ceng Lung. Ceng Lung membayar semua biaya makan mereka dan mengajak bocah tua untuk melakukan perjalanan bersama.
__ADS_1
bersambung......
para reader pasti penasaran identitas bocah tua yang misterius dan penuh informasi mengejutkan. baca kelanjutannya. jangan lupa like,komen dan juga vote.