Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Akhir Pertarungan


__ADS_3

Pertarungan antar Chan Li dan Ceng lung membuat tanah, batu dan juga pepohonan hancur. untungnya perisai tenaga dalam yang Hong Bai buat mampu mencegah kerusakan kearea yang lebih luas. para pendekar yang tadinya tertarik ikut memperebutkan pusaka Bu beng siansu harus menelan kembali keinginan mereka. melihat kedasyatan kemampuan Chan Li dan Ceng lung mereka sudah merinding. apa lagi Hong Bai yang sejak tadi menggunakan tenaga dalamnya untuk meredam efek pertarungan keduanya.


Lenyataan ini menunjukkan bahwa kemampuan pendekar naga berada di atas gabungan kemampuan kedua gadis yang sementara bertarung.


Pertarungan antara mereka berdua sudah mencapai lebih dari 200 jurus. perlahan tapi pasti Chan Li sudah mulai mengimbangi jurus suling tangis dari Ceng lung. tukar-menukar serangan yang berlangsung dengan alot. tampak bayangan suling mengepung Chan Li dari segalah arah disertai dengan irama tangis yang tinggi yang terus-menerus menyerang chan Li. namun semua serangan itu tidak dapat menembus perisai cahaya ya yang diciptakan oleh Chan li.


Dalam pandangan pendekar biasa, Chan Li dalam keadaan terdesak karena dia selalu dikelilingi oleh sinar suling yang terus-menerus menyerangnya. tapi tidak dengan dalam pandangan seorang ahli, walaupun penyerangan didominasi oleh Ceng lung, namun jika diperhatikan dengan seksama. tidak ada satupun serangan dari ceng lung yang menembus perisai cahaya yang chan Li buat.


Chan Li tampak mulai menikmati pertarungan ini, dia lebih banyak bertahan untuk memperhatikan sekaligus mempelajari pola penyerangan suling tangis dan mencari celah untuk menyerang mendadak. walaupun serangan balasan Chan Li hanya terlihat sesekali saja tetapi serangan itu cukup mematikan dan merepotkan Ceng lung.

__ADS_1


Ceng lung sampai harus mengeluarkan keringat dari jidatnya saat menghindari atau mematahkan serangan dari chan Li. karena penasaran Ceng lung nekat menggabungkan jurus suling tangis dengan jurus kipas yang dimiliki olehnya.


Ceng lung menggunakan jurus tertinggi dari suling tangis yang dinamakan jurus jeritan maut. suling Ceng lung menusuk lurus kearah dada Chan Li dan mengeluarkan suara melengking tinggi membuat Chan Li tergetar hebat. walaupun sudah menutup pendengarannya suara itu Masi dapat masuk kedalam pendengarannya. sedangkan satu tangan yang lain pung menggunakan kipas menotok kearah leher Chan Li. totokan kipas ini bukan totokan biasa. totokan kipas ini merupakan inti dari jurus kipas Ceng lung. totokan ini memfokuskan seluruh tenaga dalamnya membentuk hawa runcing didepan kipas. sehingga kalau lawan hanya fokus menghindari ujung kipas maka serangan hawa tenaga dalam yang mendahului kipas akan melukai lawan dengan para.


" moi moi hati hati dengan serangan kipas" ujar Hong Bai lewat telepati.


Akibat dari penyerahan jurus keduanya, pedang Chan Li patah menjadi dua bagian sedangkan kipas ceng lung hancur. totokan dari suling tangis berhasil menembus perisai cahaya dan mengenai pundak Chan Li sehingga tulang pundak nya patah. sedangkan hantaman tapak cahaya dari Chan Li mengenai telak dada Ceng lung. mereka sama-sama terlempar mundur hanya bedanya nya Chan Li Masi dapat berdiri dengan lengan kiri tergantung lemas karena para tulang, sedangan Ceng lung jatuh terlentang muntah darah bahkan pingsan.


Hong bai langsung melesat kearah depan Chan Li. Chan Li terkejut melihat Hong Bai berdiri didepannya dengan sikap melindungi. belum habis rasa terkejutnya dua Sambaran angin lembut tapi mengandung kekuatan dahsyat menghantam Hong Bai. rupanya Hong Bai berdiri didepan Chan Li karena menangkap kehadiran dua orang dengan kekuatan diatas Chan Li dan Ceng lung. Hong bai khawatir kehadiran mereka ada hubungannya dengan Ceng lung.

__ADS_1


Ternyata kekawatiran Hong Bai terbukti. dua pukulan jarak jauh menghantam telak dada dan perut Hong Bai. Chan Li terkejut melihat Hong Bai menerima dua pukulan itu tanpa mengelak. namun keterkejutan Chan Li tidak melebihi keterkejutan dua orang yang menyerang hong bai. dua pukulan mereka dapat menewas seorang pendekar yang berada dirana dewa akhir tapi Hong Bai malah menerima pukulan dengan santai.


" selamat bertemu lagi ketua" kata Hong Bai sambil memberi hormat.


Ternyata yang datang adalah ayah dan ibu Ceng lung. tanpa mempedulikan Hong Bai, pangeran sio lung langsung memeriksa keadaan Ceng lung dan tampak dia menotok beberapa bagian tubuh Ceng lung sambil mengerahkan tenaga dalamnya untuk membantu memulihkan Ceng lung.


" Hadi kamu adalah pendekar naga" tanya ibu Ceng lung dengan sinis.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2