Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Kekalahan Raja Pedang Pencabut Nyawa


__ADS_3

Setelah menerima pedang dari Tiau shi. Hong Bai pun mulai menggunakan jurus pedang cahaya. sementara itu tetua ke10 dan tong bu terperanjat melihat Hong Bai dapat mengimbangi permainan pedang dari raja pedang.


" luar biasa, anak ini dapat mengimbangi raja pedang" kata tetua ke 10


" guru, apakah dalam dunia persilatan tidak ada yang dapat mengalahkan dia" seru Chan Li


" sepanjang pengetahuan guru, belum ada yang mengimbangi jurus raja pedang pencabut nyawa"


" artinya didunia ini tidak ada lagi jurus pedang yang dapat mengalahkan dia"


" tidak juga Chan Li. ada banyak jurus pedang yang dapat mengimbangi dan mengalahkan dia, hanya saja jurus jurus itu belum dikuasai secara sempurna oleh para murid"


" lalu menurut guru jurus pedang mana paling tinggi tingkatannya "


" banyak Chan Li, seperti jurus pedang suling emas, jurus pedang kilat dan badai dari pulau es, jurus pedang rajawali sakti, jurus cahaya dan Masi banyak lagi"

__ADS_1


sementara itu pertarungan Hong Bai dan raja pedang semakin seru, raja pedang sudah menggunakan jurus andalannya, pedang hitam penghancur jagat. tampak pedang raja pedang mengeluarkan hawa hitam pekat sehingga pedang itu nampak lebih besar dan lebih panjang dua kali lipat. melihat hal tersebut Hong Bai pun mulai serius. dia menggunakan jurus pedang menembus langit sehingga pedangnya pun mengeluarkan hawa berwarna merah. jurus ini merupakan jurus pedang cahaya level 7.


benturan pedang keduanya menghancurkan bangunan disekitar tempat pertempuran.


tampak jidat raja pedang sudah diselimuti keringat. ini menandakan dia sudah menggunakan semua kemampuannya.


"anak mudah, siapa sebenarnya gurumu" kata raja pedang


" maaf kakek, aku tidak bisa menyebutkan nama guruku" kata Hong Bai dengan tersenyum


" baiklah anak mudah, aku akan gunakan jurus terakhirku, sambutlah"


Hong Bai terkejut dengan gerakan sederhana dari raja pedang. Hong Bai pun mengayunkan pedang untuk menghadang laju pedang raja pedang. tanpa terasa sudah empat kali benturan pedang tanpa keanehan apa apa sehingga Hong Bai semakin merasa ane dan juga waspada. pada saat benturan kelima terjadi, hawa hitam yang membungkus pedang raja pedang tiba tiba terlepas dan menghantam dada Hong Bai. Hong Bai terlempar begulingan dan muntah darah. bahkan pedang cahaya pun terlepas dari genggamannya.


Tiau shi melesat kearah Hong Bai dan membangunkannya.

__ADS_1


" Adik Hong, bagaimana kondisimu"


" tenang saja kakak, aku masi bisa bertanding"


Hong Bai kembali melangkah kearah raja pedang sambil berkata.


" aku tidak menduga kakek bisa mengendalikan hawa pedang"


" anak mudah, apakah kamu takut"


" tidak kakek, aku malah semakin gembira"


" gembira, apa kamu sudah gila"


" aku gembira karena aku bisa berlatih mengendalikan hawa pedang dengan kakek"

__ADS_1


Hong Bai menggerakan tangannya dan pedang cahaya terbang kearahnya. sementara itu raja pedang sangat kaget mendengar Hong Bai juga dapat mengendalikan hawa pedang. tanpa peringatan terlebih dahulu raja pedang melempar pedangnya keatas sambil duduk bersila. pedang itu berubah menjadi sangat banyak dan melesat berurutan menyerang Hong Bai.


Hong Bai pun melakukan hal yang sama. dia melemparkan pedangnya keatas dan duduk bersila, pedang itu berubah menjadi pedang yang sangat besar dan melesat membentur pedang pedang hitam raja pedang. satu persatu pedang hitam itu hancur dan terakhir pedang Hong Bai menancap di dada kiri raja pedang.


__ADS_2