Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Hari Terakhir Turnamen langit


__ADS_3

Tetua kesepuluh tampak berdiri diatas panggung dan mengucapkan selamat datang pada para undangan dan penonton.


" selamat bertemu kembali dalam acara turnamen langit hari kedua. hari ini adalah hari tantangan langit, semua undangan dan tamu diberi kebebasan untuk menentang semua murid maupun tetua perguruan"


setelah mengumumkan hal itu tetua kesepuluh turun dari panggung untuk memberikan kesempatan kepada para penantang. namun setelah menunggu beberapa saat tidak ada satu pun penantang maka tetua kesepuluh memberikan kesempatan kepada para pelindung perguruan untuk mengatur acara selanjutnya.


pengemis selatan melompat keatas panggung dan mulai berbicara.


" salam untuk para sesepuh dunia persilatan yang hadir dalam acara ini. ijinkanlah saya untuk mewakili para pelindung memandu acara selanjutnya. semua tetua dan murid perguruan cahaya langit ketua perguruan cahaya langit sudah ditentukan" kata pengemis selatan.


setelah mendengar perkataan pengemis selatan semua tetua dan para murid perguruan cahaya langit terkejut dan juga penasaran siapa yang telah dipilih menjadi ketua perguruan.


tetua pertama dan kedua saling berpandangan. masing masing mengira sala satunya sudah dipilih oleh para pelindung. bahkan para murid dan juga undangan berpendapat demikian.


" para murid dan tetua sekalian sambutlah ketua baru kalian" kata pengemis selatan sambil menunjuk kearah Hong Bai.


para tetua perguruan cahaya langit dan murid muridnya terkejut melihat kearah Hong Bai. namun Hong Bai dengan santainya naik keatas panggung dan memberi hormat pada pelindung perguruan serta menyapa para tetua, murid dan juga para undangan.


" hormat pada para pelindung dan para sesepuh sekalian" ucap Hong Bai.

__ADS_1


Tiba-tiba, tiga bayangan berkelebat keatas panggung dan berlutut memberi hormat pada Hong Bai.


" terimalah hormat kami ketua perguruan" ucap mereka bersamaan.


ternyata yang meloncat kepanggung dan memberi hormat kepada Hong Bai, adalah tetua kesepuluh dan kedua muridnya, Chan Li dan Chan er.


" bangkitlah tetua dan saudari berdua. tidak usah sungkan" balas Hong Bai.


" terimakasih ketua" jawab mereka bertiga serentak.


melihat Hong Bai yang dipilih menjadi ketua, beberapa orang tetua dan murid merasa tidak puas. tapi tidak dengan keempat tetua yang sudah pernah bertemu Hong Bai.


" harap tenang " bentak pengemis selatan sambil mengerahkan kekuatan khi kangnya sehingga keadaan kembali tenang.


" para murid dan para tetua saya menjamin, ketua Hong menguasai tapak cahaya penggetar langit sampai tingkat sepuluh. yang tidak percaya silakan mencoba" ucap tetua kesepuluh sambil meninggalkan panggung bersama kedua muridnya.


mendengar perkataan para tetua kesepuluh para murid yang berniat menguji kemampuan Hong Bai, mundur dengan teratur. hanya para tetua yang terlihat Masi penasaran.


" adik kesepuluh benarkah apa yang adik katakan tadi" tanya tetua kedelapan dan tetua kesembilan.

__ADS_1


" benar kakak sekalian, kalau tidak percaya silakan mencoba" ujar tetua kesepuluh.


sementara semua orang sibuk berbisik bisik mengomentari pemilihan Hong Bai sebagai ketua. tampak guru Mei Lin bernama Ming chi yang merupakan orang nomor dua Bu tong Pai suda berada diatas panggung.


" terimalah hormat saya ketua muda " kata Ming chi sambil menjura kearah Hong Bai.


tampak aura tenaga dalam keluar dari telapak tangan Ming chi menyambar kearah dada Hong Bai. Hong Bai terkejut dan tidak sempat mengelak. Hong Bai mengerahkan tenaga dalam dari unsur cahaya untuk melindungi dadanya. ketika tenaga dalam Ming chi mengenai dada Hong Bai tampak hanya baju Hong Bai agar berkibar tanpa terluka sedikitpun juga. jangankan terluka, baju Hong Bai saja tidak tergores sedikit pun juga.


Ming chi sangat terkejut melihat serangan tenaga dalamnya tidak membawa efek apa apa. malah dia merasa aliran darah kacau ketika tenaga dalamnya membentur dada Hong Bai.


" terimakasih atas penghormatan sesepuh dari Bu tong Pai " ucap Hong Bao dengan santainya.


Ming chi terdiam dan turun dari panggung. Mei Lin bingung melihat gurunya turun dari panggung dan kelihatan pucat.


bersambung....


maaf baru up. ...


ada sedikit kesibukan.

__ADS_1


mohon pengertiannya....


terimakasih atas semua saran dan dukungan pembaca sekalian.


__ADS_2