Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Kembalinya Utusan Dua tetua


__ADS_3

Sore itu tetua kesepuluh menerima kunjungan keempat tetua dan murid murid mereka di kamar penginapan.


" salam tetua kesepuluh" kata tetua ketiga


" salam para tetua " kata tetua kesepuluh


" benarkah tetua kesepuluh dapat menyembuhkan kami" tanya tetua kelima


" benar, kalau saya tidak mampu menyembuhkan tetua sekalian. buat apa saya meminta tetua sekalian untuk datang kesini"


" apakah tetua kesepuluh suda dapat menggunakan tenaga dalam tetua" tanya tetua keempat


" benar tetua. tenaga dalam saya sudah kembali. itu berkat dari guru"


" apa maksud tetua kesepuluh" kata tetua keenam.


mereka semua terkejut mendengar perkataan terakhir tetua kesepuluh.


tetua kesepuluh tersenyum dan berkata " tenaga dalam saya kembali karena saya selalu mematuhi pesan guru dan tidak pernah melanggar pesan guru sedikit pun juga"


" tetua kesepuluh kami pun tidak pernah melanggar pesan guru" kata keempat tetua serentak


" hahahaha, kalian saling bermusuhan dan membuat keributan di paviliun senjata sakti tapi kalian bilang tidak melanggar pesan guru, sungguh lucu tetua sekalian"


" mohon maaf tetua kesepuluh, kami tidak bisa menolak keinginan tetua pertama" kata tetua ketiga

__ADS_1


" kami juga hanya memenuhi keinginan tetua kedua" kata tetua kelima


" sudahlah tidak usa membela diri, dengan memihak tetua pertama atau tetua kedua saja sudah membuktikan tetua sekalian sama saja dengan mereka" hardik tetua kesepuluh


" saya akan menyembuhkan tetua sekalian bila tetua sekalian mau bersumpah untuk tidak lagi memihak tetua pertama atau tetua kedua, serta berhenti bermusuhan mulai saat ini" tambah tetua kesepuluh.


setelah mereka berunding beberapa lama. ahirnya mereka pun menyadari semua yang mereka lakukan sudah menyimpang. mereka pun saling meminta maaf dan sama sama bersumpah untuk tidak memihak tetua pertama atau tetua kedua.


setelah mendengar sumpah mereka tetua kesepuluh pun meminta mereka untuk duduk bersila dan tetua kesepuluh mulai mengobati mereka satu persatu.


Akhirnya mereka pun dapat disembuhkan oleh tetua kesepuluh tanpa kesulitan. mereka berempat terkejut melihat kemampuan tetua kesepuluh. walaupun mengobati mereka menggunakan tenaga dalam tetua kesepuluh tidak kelelahan.


" tetua kesepuluh, kami semua berterimakasih karena tetua telah menyembuhkan kami" kata tetua ketiga


kasih " kata tetua keenam


" tidak usah berterimakasih kasih tetua sekalian, kita wajib untuk saling menolong" kata tetua kesepuluh sambil tersenyum


" tetua kesepuluh, saya merasakan besar tenaga yang tetua gunakan menyembuhkan kami berada diatas tetua pertama" kata


ketiga dengan ekspresi penuh kekaguman


" apakah tetua kesepuluh sudah mencapai tingkat keenam" kata tetua kelima


" benar tetua, bahkan saya sudah melewati penguasaan cahaya tingkat enam" kata tetua kesepuluh

__ADS_1


" tetua kesepuluh sungguh luar biasa" kata tetua keenam


" masih ada yang menguasai tingkat yang lebih tinggi dari saya" kata tetua kesepuluh


keempat tetua sangat terkejut, mendengar perkataan tetua kesepuluh. mereka meminta tetua kesepuluh untuk memberitahu, siapa yang mampu menguasai energi cahaya yang lebih tinggi tersebut.


" apakah tetua lupa siapa yang melukai tetua sekalian"


" pemilik paviliun senjata sakti dan hantu putih " jawab mereka serempak


tetua kesepuluh pun tersenyum dan berkata


" sudah saatnya kita kembali. tetua sekalian, ambillah barang kalian dan kita kembali menggunakan portal perguruan"


" apakah tetua kesepuluh sudah dapat menggunakan giok musim semi" tanya tetua keenam


Tetua kesepuluh hanya mengangguk dan kembali tersenyum. keempat tetua pun keluar menuju kamar mereka untuk mengambil barang mereka. sedangkan tetua kesepuluh meminta Chan Li untuk menyelesaikan membayar biaya penginapan. beberapa saat kemudian mereka semua kembali berkumpul dan tetua kesepuluh pun menggunakan giok musim semi untuk menciptakan portal penghubung menuju perguruan cahaya langit.


tak lama kemudian, sebuah pintu portal tercipta di depan mereka dan tetua kesembilan masuk diikuti oleh mereka semua. portal ini terhubung dengan sebuah ruangan khusus dibelakang aula pertemuan umum perguruan. mereka langsung tiba diruang tersebut. ketika mereka hendak berpisah tetua kesepuluh mengingatkan kembali akan sumpah mereka.


Tetua kesepuluh dan Chan Li langsung menuju tempat tinggal mereka. sedangkan tetua kelima dan keenam menemui tetua kedua untuk melaporkan tugas yang diberikan pada mereka.


mereka menceritakan semua yang terjadi pada mereka tanpa menyembunyikan apa pun juga. termasuk janji mereka pada tetua kesepuluh dan perdamaian mereka dengan tetua ketiga dan tetua keempat. mereka juga secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak mau lagi terlibat dalam persaingan antara tetua kedua dan tetua pertama. tetua kedua dan tetua ketujuh sangat terkejut mendengar penyampaian tetua kelima dan tetua keenam. saking terkejutnya, mereka tidak menyadari kalau tetua kelima dan tetua keenam sudah berpamitan dan kembali ketempat tinggal masing-masing.


tetua ketiga dan tetua keempat pun melakukan hal yang sama. setelah mendengar laporan dari mereka berdua tetua pertama marah dan tidak mengijinkan mereka untuk keluar dari kualisi dengannya. bahkan dia mengancam akan mengambil tindakan keras dan mengusir mereka dari perguruan.

__ADS_1


__ADS_2