
Setelah Han sin dan pria berpakaian hitam itu menghilang, Hong Bai dan Chan Li pun meninggalkan rumah walikota tanpa berpamitan dengan walikota. beberapa saat kemudian walikota bersama keluarga dan pengikutnya keluar dari dalam rumah. mereka tidak menemukan Hong Bai dan Chan Li.
Hong bai dan Chan Li sudah keluar dari kota Ning. mereka berdua berjalan santai menuju perguruan rajawali sakti. perjalanan menuju perguruan rajawali sakti memerlukan waktu tiga Minggu.
Satu Minggu sudah Hong Bai dan Chan Li lewati tanpa hambatan. selama satu Minggu mereka tidak pernah menemukan perkampungan. jalan yang mereka lalui adalah hutan belantara. selama satu Minggu Hong Bai dan Chan Li isi dengan berlatih dalam ruang dimensi cincin rajawali.
Mereka terus meningkatkan kemampuan mereka dengan berlatih dan memanfaatkan semua sumberdaya dalam ruang dimensi cincin rajawali. Selama ini Hong Bai tidak pernah memeriksa ruang dimensi cincin rajawali karena disibukan oleh banyak hal. saat ini karena tidak ada gangguan berarti dalam perjalanan mereka. Hong bai memutuskan untuk memeriksa ruang dimensi itu.
Karena Chan Li Masi fokus berlatih meningkatkan kemampuannya. Hong bai tidak jadi mengajak Chan Li untuk memeriksa ruang dimensi. dia akhirnya sendirian mulai menjelajah ruang dimensi cincin rajawali. hasilnya mengejutkan ternyata tempat mereka berlatih selama ini adalah bagian barat dari ruang dimensi yang merupakan bagian paling gersang. bagian tengah terdapat bangunan yang sangat mewah dengan stok makanan yang sangat lengkap. bagian timur terdapat danau yang luas dan penuh dengan berbagai ikan. bagian selatan terdapat kebun herbal yang subur dan bagian Utara terdapat hutan yang lebat.
Setelah memeriksa semua bagian ruang dimensi cincin rajawali, Hong Bai memutuskan untuk masuk kedalam rumah tersebut. dia pun mulai memeriksa setiap inci bangunan itu. bangunan itu terdiri dari dua lantai. lantai pertama adalah tempat tinggal karena terdapat beberapa kamar dengan peralatan tidur lengkap sedangkan bagian atas adalah perpustakaan karena terdapat banyak buku dan kitap kitap.
Setelah puas melihat semua bagian rumah, Hong Bai memutuskan untuk menjemput Chan li. ketika tiba disana Chan Li sudah selesai berlatih bahkan dia sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
" Hong Koko dari mana"
" aku barusan memeriksa seluruh ruang dimensi ini. ayo ikut aku. aku menemukan tempat tinggal yang nyaman"
Karena penasaran Chan Li pun mengikuti Hong Bai menuju ke rumah di bagian tengah ruang dimensi.
" ini tempat tinggal yang nyaman moi moi" ujar Hong Bai saat tiba disana.
" ini istana Hong Koko. siapa yang membangun tempat ini" kata Chan Li penuh kekaguman melihat' isi rumah.
" sepertinya guru bu beng siansu yang membangun tempat ini. aku melihat lukisannya di perpustakaan"
" bangunan ini sungguh luar biasa"
" moi moi, pilih kamar yang kamu sukai"
__ADS_1
" baiklah Hong Koko"
Chan Li pun meninggalkan Hong Bai dan mulai memeriksa semua kamar dilantai pertama. tidak lama kemudian dia kembali dan langsung menuju hong bai.
" Hong Koko, kamar kita berdampingan. kamar aku yang memiliki pintu berwarna gelap sedangkan yang berwarna cerah milik Koko"
" baiklah mari kita beristirahat"
mereka pun bergerak menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. sesampainya di kamar, Hong Bai langsung memanggil Shireen dan memintanya untuk membawa cincin rajawali perguruan rajawali. karena hari sudah mulai malam Hong Bai memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya Chan Li kembali fokus berlatih meningkatkan kemampuannya sedangkan hong bai, memilih membaca buku-buku yang berada di perpustakaan. dia tertarik dengan 1 kitab yang berjudul kitab dewa obat. ternyata isi kitab itu lebih mendetail menjelaskan berbagai keterampilan pengobatan jika dibandingkan dengan kitab pengobatan yang ia pelajari di gerbang dewa.hong bai lebih fokus membaca penjelasan tentang cara membuat berbagai macam pil. setelah selesai membaca kitab itu, Hong Bai mulai mempraktekkan cara membuat berbagai jenis pil dengan memanfaatkan tanaman herbal yang berada di dalam dimensi rajawali.
Tanpa terasa hari sudah menjelang sore namun Hong Bai masih tetap bereksperimen membuat pil-pil. sudah banyak pil yang berhasil ia buat, namun dia tetap saja membuat pil yang baru.
Setelah selesai berlatih sore Chan Li tidak menemukan Hong Bai, sehingga ia mencari Hong Bai di sekeliling istana. akhirnya ia pun bisa menemukan Hong Bai yang masih membuat berbagai jenis pil.
" Hong Koko, pil apa yang sedang kamu buat"
" boleh, tapi bila apa yang hendak aku coba"
" aku melihat kamu sangat kelelahan. kamu boleh mencoba ini. lilin yang berfungsi untuk mengembalikan tenaga serta stamina yang terkuras" ujar Hong Bai sambil menyodorkan sebua pil berwarna merah.
Chan Li langsung minum pil itu. hanya membutuhkan waktu setengah menit semua rasa lelah yang dia rasakan hilang dan tubuhnya terasa sangat segar.
Beberapa saat kemudian Shireen muncul di hadapan mereka dan berkata" tuan kita sudah sampai ke teluk Po hai. teluk ini terkenal dengan makanannya yang lesat"
" kalau begitu kita menginap sehari di sini untuk menikmati pemandangan di teluk Po hai"
Dua jam kemudian Hong Bai dan Chan Li sudah memasuki satu ruang makan di teluk Po hai. Chan Li pun langsung memesan makanan. keduanya pun makan dengan santai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah. namun suasana ini tidak berlangsung lama. sekelompok orang memasuki rumah makan dan bergerak menuju tempat duduk Hong Bai dan Chan Li.
__ADS_1
" kita bertemu lagi pendekar naga"
Hong bai, Chan Li dan beberapa orang pengunjung rumah makan yang merupakan orang dunia persilatan terkejut mendengar nama pendekar naga. nama pendekar naga sudah sangat terkenal karena memeliki tiga benda pusaka yang paling di cari di dunia persilatan. selain itu pendekar naga sudah membuat banyak kegemparan.
Hong bai dan Chan Li menengok kearah datangnya suara. mereka sama sama terkejut melihat yang mengeluarkan suara adalah Ceng lung, putri majikan lembah terang.
" huuh.. selera makan kurusak gara gara kehadiran iblis ini" ujar Chan Li.
" apa kamu bilang, aku iblis" bentak Ceng lung.
" kamu bukan cuma iblis. tapi iblis tidak tahu terimakasih"
" siapa kamu dan apa hubungan mu dengan Hong Bai"
" aku adalah calon istrinya. apa kamu terkejut" ejek Chan Li
Mendengar Chan Li memperkenalkan diri sebagai calon istri hong Bai, Ceng lung makin marah.
" kakak Hong, benarkah dia calon istri mu"
" benar adik Ceng"
" aku tidak dapat menerima hinaan ini. marikita selesaikan lewat pertarungan"
" hinaan, siapa yang menghina siapa. kamu membalas kebaikan Hong Koko dengan menawan bahkan mau membunuhnya. perbuatan apa yang lebih hina dariperbuatanmu"
" ini bukan urusan mu. Hong bai, keluar dan kita selesaikan dengan pertarungan"
" hei, wanita tidak tahu diri. aku yang akan mewakili Hong Koko untuk menghajarmu"
__ADS_1
setelah mengucapkan kata kata tadi, Chan Li langsung keluar dari rumah makan dan menanti Ceng lung disebuah lapangan dekat rumah makan. Hong bai dan hampir semua pengunjung keluar dari rumah makan untuk menyaksikan pertarungan Chan Li dan Ceng lung.
bersambung...