Lahirnya Sang Naga

Lahirnya Sang Naga
Misteri Mulai Terungkap


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan khusus ketua perguruan. Hong Bai dan ketua perguruan melanjutkan diskusi mengenai cara menjebak penghianat yang berada di dalam perguruan rajawali Sakti.


Hong Bai mulai memaparkan semua rencana yang disusun kepada ketua perguruan rajawali Sakti. mendengar semua rencana Hong Bai, ketua perguruan rajawali Sakti langsung menyetujuinya. mereka berdua pun berpisah. Hong Bai mencari ketua han untuk membahas rencana selanjutnya.


sebelum menemui tetua Han, Hong Bai memasuki kamarnya terlebih dahulu karena dia merasakan gejolak tenaga yang tidak teratur dalam dantiannya. sesampai di kamarnya nya, ia menciptakan arai pelindung serta memperkuatnya dengan segel, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menembusnya.


Hong Bai langsung duduk bersila dan memusatkan pikirannya sehingga ia langsung masuk ke dalam ruang dimensi rajawali miliknya. dia pun mulai fokus mengolah tenaga yang barusan ia peroleh dari ruang khusus ketua perguruan rajawali. hampir 2 minggu barulah Hong Bai dapat menjinakkan tenaga yang didapat dari ruang khusus tadi.


Hong Bai mulai mencari keberadaan chan Li dalam ruang dimensi untuk melihat perkembangan chan Li. akhirnya dia dapat menemukan Chan Li di belakang istana yang dibangun.


Chan Li Masi fokus berkultivasi, untuk mengolah tenaga yang diberikan oleh pelindung pertama perempuan rajawali Sakti dalam ruang khusus.


Melihat Chan Li yang belum selesai berkultivasi, Hong Bai pun membantunya untuk mempercepat kultivasinya. akhirnya dengan bantuan Hong bai, Chan Li berhasil mengakhiri kultivasinya. tidak tanggung-tanggung Chan Li berhasil menembus rana dewa akhir tingkat 3.


" moi moi, selamat kamu berhasil menembus rana dewa akhir tingkat 3"


" Hong ko. terima kasih. pencapaian yang aku capai berkat Hong ko juga" ujarnya sambil tersenyum dan memeluk Hong Bai.


" moi moi, aku akan kembali untuk menyelesaikan persoalan dalam perguruan rajawali sakti. apakah kamu mau ikut"


" baiklah, aku akan ikut keluar. aku jenuh berada di dalam ruang dimensi terus-menerus"


akhirnya mereka berdua pun keluar dari ruang dimensi rajawali milik Hong Bai. bertepatan dengan keluarnya mereka dari ruang dimensi, tetua Han sedang mengetuk pintu kamar Hong Bai.


Hong Bai membuka pintu dan mempersilahkan tetua Han untuk masuk ke dalam kamarnya. setelah masuk dia terkejut karena melihat Chan li ada di dalam kamar Hong Bai.


" anak Hong. siapa gadis ini"


" dia tunanganku paman Han, bagaimana dengan tugas aku berikan kepada paman"


" semuanya berjalan sesuai rencana, apakah kamu sudah memastikan waktunnya" tanya tetua Han.


" saya belum bisa memastikan waktunya tetua. namun tetua tenang saja. sebentar sore saya sudah bisa memastikannya"


" baiklah anak Hong, apakah masih ada hal lain yang harus saya lakukan"


" masi, harappa memastikan bahwa yang berjaga di tempat kediaman ketua perguruan adalah orang-orang paman sendiri"


" baiklah anak Hong"


tetua Han pun meninggalkan kamar hong Bai untuk melaksanakan permintaan hong Bai.

__ADS_1


setelah tetua Han pergi. Hong Bai memanggil Shireen dan memintanya untuk memata-matai tetua agung dan beberapa orang yang masuk di dalam daftar orang yang dicurigai.


Tanpa terasa matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Shireen pun sudah kembali melaporkan hasil pengamatan yang ditugaskan oleh Hong bai kepadanya.


sementara itu sejak pagi tadi, para murid perguruan rajawali Sakti sudah dihebohkan dengan berita bahwa besok ketua perguruan akan menyerahkan token tanda ketua kepada salah satu pelindung perguruan. tidak hanya para murid tetapi para tetua pun membicarakan dan juga menantikan proses penyerahan kekuasaan ketua perguruan dari ketua perguruan kepada salah seorang pelindung perguruan.


ketika hari menjelang malam, kembali tetua Han menemui Hong Bai.


" ada apa tetua Han"


" anak Hong, saya hanya mau memberi informasi kalau tetua agung bersama tetua dalam akan menemui ketua satu jam lagi"


" terima kasih tetua Han. mari kita temui ketua Sekarang"


mereka berdua pun bergegas menuju ke ruangan ketua perguruan rajawali Sakti. di dalam ruangan kekuasaan perguruan, terlihat dua orang pelayan sedang membersihkan tempat kediaman sang ketua.


" salam ketua, bagaimana kondisi ketua "


" sudah agak baikan anak Hong "


Hong Bai menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan ketua perguruan.


" mereka adalah murid dalam yang mendapat tugas untuk membersihkan tempat tinggal aku" jawab sang ketua menggunakan telepati juga.


Hong Bai tersenyum dan mengangguk kepada ketua perguruan sambil memeriksa jalan darah di beberapa bagian tubuh ketua perguruan.


Beberapa saat kemudian, dampak rombongan ketua agung masuk ke dalam ruangan ketua perguruan.


" salam ketua, bagaimana kondisi ketua"


" salam tetua agung, seperti yang Anda lihat"


" tabib kecil, bagaimana kondisi ketua"


" kondisi ketua masih dalam pemulihan. ketua tidak dapat menggunakan tenaga dalamnya selama masa pemulihan. jika ketua sedikit saja menggunakan tenaga dalam maka jantung ketua akan meledak"


" ketua, apakah ketua harus tetap menyerahkan jabatan ketua pada pelindung perguruan"


" tetua agung sudah mendengar sendiri kondisi ku. aku dan juga tetua agung sudah tidak mampu melindungi perguruan ini"


" aku sudah mulai sehat ketua "

__ADS_1


" aku sudah mengetahui kondisi tetua agung dari anak Hong, walau pun terus agung dapat menekan penyebaran racun, namun racun itu tidak mudah untuk dijinakan. walau pun tetua agung menggunakan ganggang salju namun menurut anak Hong peluang keberhasilan hanya 50 persen"


tetua agung hanya terdiam mendengar perkataan ketua perguruan. setelah berbasa basi sebentar tetua agung dan rombongannya pun meninggalkan kediaman ketua perguruan diikuti Hong Bai dan tetua Han. mereka berpisa di depan aulah pelatihan murid karena, kediaman Hong Bai dan tetua Han berada disebelah kiri aulah pelatihan, sedangkan kediaman tetua agung dan tetua dalam berada disebelah kanan aulah pelatihan.


ketika sudah larut malam tampak belasan orang berpakaian hitam berkelebat mengepung kediaman ketua perguruan. para penjaga yang ditempatkan tetua Han dilumpuhkan dengan mudah. tiga bayangan hitam masuk kedalam ruangan ketua perguruan sedangkan satu bayangan hitam menjaga pintu masuk kediaman ketua perguruan, sisa yang lain menyebar disekitar kediaman ketua.


sementara itu dalam ruangan ketua perguruan, sala satu orang berpakaian hitam merenggut kain penutup tempat tidur ketua perguruan dengan kasar. mendengar keributan itu ketua perguruan terbangun dan terkejut melihat kehadiran tiga sosok berpakaian hitam.


" siapa kalian " bentak ketua perguruan.


" siapa kami tak penting. yang penting apa tujuan kami" ujar seorang dari ketiga sosok berpakaian hitam itu.


" apa tujuan kalian "


" kami hanya mau meminjam token ketua perguruan untuk membuka ruangan penyimpanan khusus"


" memangnya apa yang kalian cari di tempat penyimpanan khusus "


" bukan urusan mu ketua. jika kamu masi sayang nyawamu maka turuti keinginan kami "


" apakah kalian pikir dapat keluar dari perguruan rajawali sakti setelah membunuku" ujar ketua perguruan sambil menekan sebuah tombol di bagian kepala tempat tidurnya.


melihat apa yang ketua perguruan lakukan ketiga orang itu Mala tertawa terbahak bahak.


" apa yang kalian tertawakan " tanya ketua perguruan.


" kami merasa lucu ketua meminta bantuan dari pihak yang sala "


" apa maksud kalian, tetua Han pasti sudah mengepung tempat ini dengan semua murid inti"


tiba tiba tetua Han muncul dari langit langit kamar ketua perguruan sambil melemparkan tuju kepala murid inti yang dijuluki tuju pilar rajawali sakti.


Ketua perguruan terkejut melihat tetua Han bersekongkol dengan para penyerang.


" jadi tetua Han juga berhianat terhadap perguruan rajawali Sakti. aku sangat yakin kalian bertiga pun bagian dari perguruan rajawali sakti"


mereka bertiga hanya tertawa terbahak bahak sambil melepaskan penutup kepala mereka.


ketua perguruan kembali terkejut melihat waja ketiga orang itu. ternyata mereka adalah tetua agung, tetua dalam dan Tong Kay murid utama tetua agung.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2