
Hari pertama setelah Mirza dan lidya menikah. pagi yang dingin membuat pasangan suami istri ini enggan untuk bangun dari tidurnya
Lidya yang melihat suaminya masih terlelap dalam tidurnya. mendekapkan tubuhnya pada tubuh mirza, ia masih tidak percaya mirza adalah suaminya.
"hmm.." mirza terbangun. Kemudia melingkarkan tangannya ditubuh lidya
"hei sayang.. selamat pagi" sapa lidya
"jam berapa sekarang?" mirza
" sudah jam 5, aku mau bangun" lidya sambil melepaskan dekapannya
namun mirza mengeratkan pelukannya
"nanti dulu,,masih pagi.memangnya sudah puas? sekali lagi yaa" sahut mirza sambil mengecup keningnya
menciumi pipinya yang manis dan semakin liar ke bibir lidya dan lehernya.
Lidya kaget dan mendesah mengatur nafasnya
"sayang.. aku mau ke kamar mandi dulu" alasan lidya.
"yasudah..jangan lama, cepat kembali ya" mirza sambil kembali ke tmpat tidurnya
"iya" lidya bangun segera mencari bajunya dan pergi ke kamar mandi
Mirza ditempat tidur sambil memeriksa hpnya
"dyaa... jangan lama2.. cepat!!" panggil mirza sedikit teriak.
"sebentar" lidya sedang mencuci wajahnya sambil bercermin senyum2 sendiri
Mirza menyimpan hp nya dimeja kecil kemudian menyusul lidya ke kamar mandi. melirik lidya dibalik pintu yang sedikit terbuka.
kenapa gadis itu menggemaskan sekali senyumnya.
"kamu ngapain sii? lama banget" mirza menciumi leher lidya sambil tangannya liar ketubuh lidya
"sa..sayang. aku habis cuci wajah"
lidya kaget.
baru juga 5 menit. lidya dalam hati
"kita mandi.." mirza sambil menciumi telinga lidya
"haah.. apa?" lidya malu2
"kita mandi berdua.." bisik mirza
__ADS_1
"ta.tapii" lidya
"kenapa?.. kamu gak mau?.. aku gak suka dibantah.." mirza sambil membalikan badan lidya kemudian menciumi bibir mungil lidya lama sekali membuatnya sesekali tersengal.
"sudah dong.. katanya mau mandi,,iya kita mandi berdua, aku siapkan airnya ya" lidya senyum manis dan memeluk mirza.
kemudian mereka mandi cukup lama
Lidya keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya. berjalan menuju lemari pakaian.
"sayang aku siapkan bajunya yaa.." lidya sambil membuka lemari pakaian
"hmm" sahut mirza dari kamar mandi
Lidya membuka lemari pakaian mencari pakaian untuk digunakan mirza.
dimana sii. gumamnya dalam hati
cukup lama lidya mencari pakaian. Namun ahirnya ketemu juga
kemudian lidya mencari pakaian untuk digunakannya. Ia tercengang melihat pakaian yang begitu banyak untuknya didalam lemari.
ini pakaianku?? banyak sekalii. aku pakai yang ini saja.
Lidya memakai baju yg pas ditubuhnya.
"dyaa... " mirza memanggil
"kenapa sayang?" lidya sambil membuka pintu
"mana handukku?" mirza selesai mandi
"itu didekatmu sayaang" lidya sedikit kesal
"tolong ambilkan.." pinta mirza
"ya sayang" lidya
mirza melingkarkan handuknya di pinggangnya. kemudian mereka keluar kamar mandii.
"keringkan rambutku.." mirza menarik tangan lidya dan mendekapnya.
"aku ambil dulu handuknya ya". lidya mengambil handuk kecil di laci
berjalan ke arah mirza, dan mirza mendekapnya lagi.
"sayang kamu sambil duduk yaa..aku susah mengeringkan rambutmu.. kamu tinggi banget sii" pinta lidya sambil berjinjit.
"ituu kamu bisa sambil berjinjit". mirza
__ADS_1
sambil menciumi bibir lidya.
"sa sayang.hmm" lidya
"kamu suka kan?" goda mirza curi2 kesempatan.
"aku susah mengeringkan rambutmu. sini yuu." lidya mengajak duduk dan mengeringkan rambut mirza kemudian menyisirnya
selesai memakai baju. mirza melirik istrinya yang sedang berdandan. memeriksa hp kemudian meletakannya lagi
"kamu sudah cantik.. jangan berlebihan dandannya" kecup mirza dipipi kanan lidya
"iya sayang. sudah ko.." lidya senyum manis. " sayang aku lapar kita makan yu" lidya menatap mirza disinya
"kenapa bibirmu indah sekali..aku jadi gemesss melihatnya" mirza sambil mencubit lembut hidung lidya "kita makan disini. biar pak mus antar makanannya kesini. aku gak mau banyak yang melirikmu nanti,,"
"haha. kamu kenapa sii.. masa aku dikurung gituu di dalam kamar..aku gak mauu laah.." cemberut lidya sebagai penolakan.
"kita habiskan waktu di dalam kamar.." mirza senyum tipis
"apa..?" lidya kaget
"kamu gak dengar?.kamu harus mau..!" lagi-lagi menciumi bibir lidya "kamu tunggu disini." mirza keluar kamar kemudian memanggil pak muslih. " pak muss bawakan sarapan ke kamar!.."
"baik tuan" sahut pak mus yang selalu siap siaga.
Mirza masuk lagi kedalam kamar dan mencumbui istrinya. Membuktikan cintanya dengan perbuatan bukan dengan kata-kata begitulah tuan mirza
tok tok tok".tuan ini sarapanya" pak mus membawakan sarapan
"oh iya pak..masuk" mirza menyudahi aksinya bersama istrinya. lidya merapihkan pakaian dan rambutnya
"selamat pagi tuan,nona.." pak mus meletakan sarapan tuan nya dimeja " selaman menikmati sarapannya tuan,
nona." pak mus sambil menunduk
"iya pak terima kasih" lidya
"saya permisi tuan nona" pak mus keluar sambil menunduk
mirza mengambil sarapannya. memakannya dan meyuapi istrinya
" sayang aku bisa sendiri" lidya menolak
"buka mulutnya.." pinta mirza
"yaudah aku juga suapi kamu yaa.."lidya menurut saja. dan mereka saling menyuaapi
dan mereka habiskan waktu di dalam kamar. entah apa yang mereka lakukan
__ADS_1
itulah beberapa ending romantis setelah perjalanan panjang yang telah dilalui mirza dan lidya.