
dirumah sakit rahayu wanita bercadar itu sudah sembuh dari sakitnya
waktu menunjukan sore hari
rahayu ketika ingin keluar dihadang oleh seorang suster
"maaf nona mau kemana?" suster
"suster apa saya boleh pulang sekarang?" rahayu
"nanti nona, tunggu tuan sam dulu"
"tapi saya tidak kenal siapa dia dan mau apa?"
"lebih baik nona tunggu saja, saya permisi"
suster menutup pintu
rahayu menunggu di ruangan hingga beberapa saat
kemudian sam datang menghampiri wanita itu
"selamat sore ayu, apa kabar?"
"sore, saya sudah membaik sekarang"
"apa anda bisa ikut saya?"
"maaf kemana tuan?"
"katanya kamu membutuhkan pekerjaan, kamu bisa menyetir?"
"iya tuan saya bisa"
"majikan saya membutuhkan seorang sopir sekalian penjaga untuk nona lidya
saya lihat kamu bisa bela diri, apa kamu mau bekerja disana?" sam
"baiklah tuan akan saya coba, terimakasih untuk semuanya dan terimakasih telah menolong saya"
"iya sama-sama,, mari ikut saya"
"baik"
mereka berdua keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil
"tuan apa boleh saya duduk dibelakang?"
sam faham dengan maksud wanita itu
"ya silahkan"
sam kemudian melaju ke arah rumah tuan mirza
__ADS_1
diperjalanan rahayu tidak berbicara apa-apa, begitupun sam fokus mengemudi
mobil telah sampai dipintu gerbang kemudian masuk ke halaman
sam mengajak ke dalam
lalu memanggil tuannya
wanita itu menunggu diruang tamu
dan disuguhi minuman oleh pak mus
mirza dan lidya datang menuruni tangga berjalan menghampiri rahayu
rahayu berdiri dan memberi salam
"tuan nona ini adalah rahayu, rahayu silahkan perkenalkan diri anda" sam
"iya, perkenalkan tuan nona saya rahayu, saya..blablabla" rahayu menjelaskan
"oh iya, saya lidya dan ini suami saya, kami yang akan menjadi majikanmu"
"baik nona"
kemudian mereka duduk
"emm baiklah sayang, kamu bisa bicara dulu dengan ayu aku ada perlu dengan sam..ayo sam" mirza
"oh iya sayang" lidya
lidya duduk disebelah ayu mereka berbincang-bincang
"ayu umurnya berapa? biar sopan saya memanggilnya." lidya
"saya 28 tahun nona" rahayu
"oo berarti saya manggilnya mbak aja ya"
tiba-tiba amanda datang dari kamarnya
"kakak ini siapa?" tanya amanda pada lidya
"ini mbak ayu manda, dia yang akan mengantar kakak kemana aja"
"hallo nona"
"iya,, mbak ayu pakai cadar aku boleh lihat wajahnya gak?" amanda
"boleh nona" ayu melihat sekitar takut ada laki-laki lalu ayu membuka cadarnya
"waaww..mbak ayu ternyata cantik yah"
amanda
__ADS_1
"terimakasih nona, nona lidya dan amanda juga sangat cantik" ayu memakai lagi cadarnya
mereka tersenyum senang
"mbak ayu mulai malam ini tinggal disininya ya, nanti pak muslih siapkan kamarnya" lidya
"emm tapi saya belum membawa pakaian saya dikontrakan"
"ooh iya nanti mbak ayu diantar sekertaris sam ke kontrakan dulu"
"baik nona"
"ya aku tinggal dulu ke dalam ya" lidya pergi ke ruang kerja suaminya
"silahkan nona" ayu
****
sementara diruang kerja mirza dan sam sedang mengobrol
"sam apa dia bisa menjaga istri saya?"
"saya rasa bisa tuan"
"baiklah kita lihat bagaimana kerjanya, sam buatkan peraturan yang harus dilakukan mbak ayu"
"baik tuan"
lidya membuka pintu lalu masuk kedalam
"sayang" lidya tersenyum pada suaminya
"hei sini duduk" mirza menepuk pahanya
lidya duduk didepan suaminya
kemudian mirza memeluk dari belakang
sam fokus menulis sesuatu dilaptop
"bagaimana kamu suka mbak ayu?" mirza
"suka dia orangnya ramah cantik lagi"
"o ya?"
"iya sayang"
"o ya sekertaris sam, nanti antar mbak ayu ke kontrakannya untuk membawa pakaiannya ya"
"baik nona"
kemudian sam selesai dengan laptopnya dan mengantar ayu ke kontrakannya
__ADS_1
sejak saat itu ayu mulai tinggal dirumah tuan mirza bekerja sebagai penjaga sekaligus supir untuk lidya
bersambung