Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
dirumah


__ADS_3

selesai makan malam lidya langsung menghampiri ayu bersama amanda


sementara sam dan mirza duduk mengobrol diruang keluarga


lidya dan amanda sampai didepan kamar ayu


toktoktok pintu diketok amanda


"siapa?" tanya ayu dari dalam


"ini kita lidya sama amanda" jawab lidya


"oh silahkan masuk nona" ayu membuka pintu dan mempersilahkan lidya dan amanda masuk


ayu tidak memakai cadar


"mbak ayu lagi apa?" tanya lidya basa basi


"lagi duduk saja nona" jawab ayu


"o ya kata pak mus mbak ayu nggak makan nasi kenapa?" tanya lidya


"ooh saya sudah terbiasa hanya makan kurma nona semenjak menikah dulu suatu suami masih hidup kami suka makan kurma, bahkan anak anakpun" jelas ayu


"oo begitu ya mba ayu" ucap lidya


"emangnya kenyang ba ayu?" tanya amanda


"o kenyang nona dan menyehatkan hehe" ayu tersenyum tipis


"o ya nona, tadi tuan sam menemui saya tapi saya gak paham sama gelagatnya, dia bilang ada yang harus saya bantu, tapi katanya kapan kapan saja dan langsung pergi begitu saja" jelas ayu "kira kira kenapa ya nona? sambung ayu


"aahahaha" amanda ketawa


" oo yah, sekertaris sam menemui mbak ayu?" tanya lidya sambil menutup mulut amanda yang berisik


"iya mbak" jawab ayu


"hmm semoga mbak ayu cepat mengerti. yasudah kita keluar ya maaf mengganggu mbak ayu" ucap lidya sambil mendorong amanda keluar yang masih ketawa ketawa


"oo tidak apa nona saya senang nona kemari, selamat malam nona" ayu menunduk dan menutup pintu


"iya malam mba ayu" jawab lidya tersenyum


cepat mengerti? apa lagi yang dimaksud nona lidya? ah aku jadi bingung. batin ayu


sementara amanda terus tertawa sampai ruang keluarga


"ahahaha.." amanda tertawa "sekertaris sam ahirnya jatuh cinta juga sama mbak ayu..hahaha" sambungnya asal ceplos dan langsung pergi ke kamar


sikap amanda bikin sam malu malu meong hahaha

__ADS_1


apa yang diucapkan ayu pada mereka?. batin sam


"wuss udah diam" ucap lidya pada amanda kemudian duduk disamping suaminya


"ada apa nona?" tanya sam


"eh. ngga. ga ada apa apa" lidya tersenyum


"kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan nona. selamat malam"


pamit sam


"oh iya sam selamat malam" ucap mirza


kemudian sam meninggalkan kediaman tuan mirza


kemudian mirza dan lidya pergi ke kamar untuk tidur


sampainya dikamar mereka langsung ganti baju dan naik ke tempat tidur


mirza duduk diatas kasur memeriksa hpnya sementara lidya sudah berbaring


"sayang. kapan menghadiri acara tv itu?"


"dua hari lagi sayang"


"ooh pantesan tadi kamu beliin gaun"


mirza meletakan hpnya dan langsung mendekap lidya


"janji apa?" lidya lupa


"ini" mirza menunjuk bibirnya


"ii doyan banget sih"


"iya lah manis manis syedep" ucap mirza dan tersenyum


"hahaha" lidya tertawa pelan kemudian hupp langsung dia ******* dan menciumi suaminya


kemudian mereka larut dalam hasratnya


pagi hari tiba namun hari masih gelap


mirza bangun lebih awal langsung meraih hp disamping tempat tidurnya


sam bawa semua berkas yang harus saya tandatangani ke rumah. sekalian dari perusahaan adijaya group. ting pesan terkirim


mirza mengangkat tangan untuk meregangkan otot ototnya langsung dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri


dua puluh menit kemudian dia keluar memakai handuk lalu langsung mengganti baju dan duduk ditempat tidur samping lidya sambil memainkan hp nya

__ADS_1


edward kirim photo perhiasan rancanganmu semua. ting pesan terkirim


mirza mengirim pesan pada sahabatnya yang berada di paris


tak lama kemudian pesan masuk edward mengirim beberapa photo perhiasan yang sangat mewah cantik dan elegan dan belum ada yang memiliki perhiasan seperti itu,


kemudian mirza meminta dikirimkan empat pasang kalung yang telah dipilihnya


mengingat harganya satu buah kalung bisa mencapai satu milyar bahkan lebih


lidya kemudian terbangun dan melihat suaminya sedang senyam senyum sendiri didepan hp


"sayang kamu ngapain si?" lidya curiga


"eh ngga sayang" sam terkejut dan menjatuhkan hp nya ke tempat tidur


"kamu ada yang disembunyiin ya dari aku?" lidya terperanjat mengibaskan selimutnya kemudian duduk dengan ekspresi cemberut


"kamu kenapa si?" mirza keheranan kemudian meraih tangan lidya sambil mengerutkan dahi


buru buru lidya menghindar dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri


lalu mirza hanya memperhatikan istrinya itu


"kamu lucu sekali bangun tidur langsung cemberut begitu" mirza tersenyum


lima belas menit kemudian lidya selesai mandi dan berpakaian


kemudian melihat suaminya sedang duduk disofa menonton tv


melihat hp mirza masih tergeletak di tempat tidur. diam diam lidya memeriksanya


ooh ternyata dia hanya sedang melihat perhiasan ini, tapi untuk apa? apa dia ada bisnis baru? hmm entahlah. aku sudah seuzon pada suamiku. gumam lidya dalam hati


kemudian dia menghampiri suaminya dan duduk dipangkuannya


mirza langsung merangkulnya


"kenapa tadi hmm? bangun tidur langsung cemberut" tanya mirza


"gapapa sayang maafin ya. muah" lidya mengecup bibir suaminya. "hari ini aku mau ke salon bersama mba ayu,, boleh ya?" sambungnya


"iya boleh sayang" mirza tersenyum manis pada lidya


kemudian lidya mengambil hp nya dan memanggil pak muslih


"halo pak tolong panggilkan mba ayu suruh ke kamar saya" ucap lidya ditelpon


"baik nona" ucap pak muslih


telpon ditutup

__ADS_1


bersambung


__ADS_2