
hari semakin gelap
mereka sampai di depan rumah
sampai turun dari mobil lidya tidak melepaskan pelukannya dari suaminya amanda mengikuti dari belakang membawa barang belanjaan
sam tidak langsung pulang
ia ikut masuk ke dalam
memastikan tuan dan nonanya baik-baik saja
pak muslih sudah menyambut di depan pintu
"selamat malam tuan, apa yang terjadi pada nona tuan?" pak muslih penasaran karena melihat nona lidya menangis
"itu gara-gara temannya ka lidya, kurang ajar" amanda yang menjawab
mereka duduk diatas sofa
sam hanya berdiri dibelakang tuannya
"tuan biar saya lepaskan sepatunya" pak muslih jongkok melepaskan sepatu tuan mirza dan pergi menyimpannya
"trimakasih pak"
"iya tuan"
mirza terus memeluk dan membelai lidya yang masih terdengar sesegukan
"sayang? kenapa masih menangis?"
"aku kangen ayah" hikhik lidya memejamkan mata
mirza menghela nafas
"ayah pasti sedih melihat kamu nangis, jangan nangis lagi sayang" mirza mengecup kening lidya
lidya mengangguk
amanda terlihat sedih melihat lidya menangis
pak mus pergi ke belakang menyiapkan makan malam
sam masih berdiri di belakang mirza
__ADS_1
"sam, kamu carikan penjaga buat lidya tapi pastikan dia perempuan.!"
"baik tuan"
"untuk apa sayang?" lidya menatap suaminya
"untuk menjaga kamu sayang, kalau pergi keluar" mirza tersenyum
"maafkan aku tidak bisa disampingmu setiap saat" mirza dengan sedikit berbisik ditelinga lidya
"gapapa sayang, gak usah ada penjaga"
"gak usah gimana? bagaimana kalau kejadian tadi terulang lagi?. aku sayang sama kamu, biar nanti kalau keluar ada penjaganya yaa.." mirza
"akunya aja tadi terlalu berlebihan menanggapi mereka" lidya mengusap matanya
"pokoknya nanti harus sama penjaga kalau keluar ya."
"yaudah aku nurut aja" lidya pasrah
mirza tersenyum
dan melihat amanda dengan banyak belanjaan di tangannya
"amanda, itu belanjaan kamu semua?"
takut dimarahi kak mirza
"amandaa,,! anak itu yaa" mirza dengan sedikit teriak geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya.
sam tersenyum melihat amanda
"sam kamu boleh pulang sekarang"
"baik tuan, selamat malam"
sam berbalik arah dan pulang ke rumahnya
tinggalah lidya dan mirza berdua
mirza meraih dagu istrinya dan menciumi bibirnya
"kamu sudah baikan sekarang?" tanya mirza
"iya sayang" lidya tersenyum
__ADS_1
"matamu sembab, jangan pernah menangis lagi sayang" kecupan lagi di bibir lidya
"kita makan malam dulu yaa"
"iya"
"pak mus tolong ambilkan makan malam kesini..!" mirza memanggil pak muslih
"baik tuan" pak muslih menyiapkan makanan
"kita makan dimeja makan saja sayang.." lidya
"kita makan disini ya" mirza masih memeluk istrinya
makan malam datang dan mirza menyuapi istrinya dengan romantis
pak mus melihatnya sangat bahagia
setelah selesai makan mirza dan lidya pergi ke kamar untuk istirahat
"pak mus, panggil amanda untuk makan ya"
" baik tuan, selamat malam selamat istirahat"
"selamat malam pak mus" lidya
dikamar mirza dan lidya
selesai mengganti pakaian
lidya duduk dimeja rias memandang ke arah cermin
mirza berdiri di belakang menyisir rambut lidya
"sayang" mirza
"hmm" lidya
"kenapa melamun?"
"aku gak melamun"
"coba lihat sini" mirza membalikan badan lidya menatapnya dan menciumi bibirnya.
mereka pindah ke tempat tidur dan melanjutkannya diatas kasur
__ADS_1
mirza melucuti tubuh lidya dan mencumbuinya
bersambung