Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
carikan penjaga


__ADS_3

hari semakin gelap


mereka sampai di depan rumah


sampai turun dari mobil lidya tidak melepaskan pelukannya dari suaminya amanda mengikuti dari belakang membawa barang belanjaan


sam tidak langsung pulang


ia ikut masuk ke dalam


memastikan tuan dan nonanya baik-baik saja


pak muslih sudah menyambut di depan pintu


"selamat malam tuan, apa yang terjadi pada nona tuan?" pak muslih penasaran karena melihat nona lidya menangis


"itu gara-gara temannya ka lidya, kurang ajar" amanda yang menjawab


mereka duduk diatas sofa


sam hanya berdiri dibelakang tuannya


"tuan biar saya lepaskan sepatunya" pak muslih jongkok melepaskan sepatu tuan mirza dan pergi menyimpannya


"trimakasih pak"


"iya tuan"


mirza terus memeluk dan membelai lidya yang masih terdengar sesegukan


"sayang? kenapa masih menangis?"


"aku kangen ayah" hikhik lidya memejamkan mata


mirza menghela nafas


"ayah pasti sedih melihat kamu nangis, jangan nangis lagi sayang" mirza mengecup kening lidya


lidya mengangguk


amanda terlihat sedih melihat lidya menangis


pak mus pergi ke belakang menyiapkan makan malam


sam masih berdiri di belakang mirza

__ADS_1


"sam, kamu carikan penjaga buat lidya tapi pastikan dia perempuan.!"


"baik tuan"


"untuk apa sayang?" lidya menatap suaminya


"untuk menjaga kamu sayang, kalau pergi keluar" mirza tersenyum


"maafkan aku tidak bisa disampingmu setiap saat" mirza dengan sedikit berbisik ditelinga lidya


"gapapa sayang, gak usah ada penjaga"


"gak usah gimana? bagaimana kalau kejadian tadi terulang lagi?. aku sayang sama kamu, biar nanti kalau keluar ada penjaganya yaa.." mirza


"akunya aja tadi terlalu berlebihan menanggapi mereka" lidya mengusap matanya


"pokoknya nanti harus sama penjaga kalau keluar ya."


"yaudah aku nurut aja" lidya pasrah


mirza tersenyum


dan melihat amanda dengan banyak belanjaan di tangannya


"amanda, itu belanjaan kamu semua?"


takut dimarahi kak mirza


"amandaa,,! anak itu yaa" mirza dengan sedikit teriak geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya.


sam tersenyum melihat amanda


"sam kamu boleh pulang sekarang"


"baik tuan, selamat malam"


sam berbalik arah dan pulang ke rumahnya


tinggalah lidya dan mirza berdua


mirza meraih dagu istrinya dan menciumi bibirnya


"kamu sudah baikan sekarang?" tanya mirza


"iya sayang" lidya tersenyum

__ADS_1


"matamu sembab, jangan pernah menangis lagi sayang" kecupan lagi di bibir lidya


"kita makan malam dulu yaa"


"iya"


"pak mus tolong ambilkan makan malam kesini..!" mirza memanggil pak muslih


"baik tuan" pak muslih menyiapkan makanan


"kita makan dimeja makan saja sayang.." lidya


"kita makan disini ya" mirza masih memeluk istrinya


makan malam datang dan mirza menyuapi istrinya dengan romantis


pak mus melihatnya sangat bahagia


setelah selesai makan mirza dan lidya pergi ke kamar untuk istirahat


"pak mus, panggil amanda untuk makan ya"


" baik tuan, selamat malam selamat istirahat"


"selamat malam pak mus" lidya


dikamar mirza dan lidya


selesai mengganti pakaian


lidya duduk dimeja rias memandang ke arah cermin


mirza berdiri di belakang menyisir rambut lidya


"sayang" mirza


"hmm" lidya


"kenapa melamun?"


"aku gak melamun"


"coba lihat sini" mirza membalikan badan lidya menatapnya dan menciumi bibirnya.


mereka pindah ke tempat tidur dan melanjutkannya diatas kasur

__ADS_1


mirza melucuti tubuh lidya dan mencumbuinya


bersambung


__ADS_2