
sampailah mereka ditempat yang dituju
mereka terperanjat melihat keadaan kantor yang begitu rame
sungguh kejadian yang diluar dugaan
para wartawan dari berbagai stasiun televisi memenuhi halaman kantor adijaya group
para penjaga juga kewalahan menghadapi mereka
sam menerobos dengan mobilnya langsung ke depan pintu kantor dan membunyikan klakson beberapa kali agar para wartawan menghindar
lidya terlihat gugup dan tidak tenang
ada apa ini? lidya bertanya dalam hati
begitupun mirza bingung bagaimana mereka keluar
~sebelumnya~
ketika semua orang tau bahwa perusahaan abraham telah beralih kembali menjadi milik atas nama adijaya, para wartawan gencar mencari tau kabar yang sebenarnya
kemudian mereka bertekad untuk menanyakannya langsung pada memilik baru perusahaan tersebut yaitu lidya ayunda
setelah beberapa minggu mulai beroprasi normal perusahaan itu
sam sampai didepan pintu masuk kemudian memanggil penjaga untuk menghadang para wartawan
sam turun dari mobil dengan cepat
membukakan pintu mirza dan lidya
mereka keluar dan mirza mendekap istrinya agar tidak tersentuh wartawan
sam melindungi dari belakang
lidya beberapa kali dipotret oleh wartawan, wajah cantiknya berhasil tertangkap kamera walau lidya menunduk
kemudian mereka dijejali beberapa pertanyaan
"pak apa benar perusahaan ini telah kembali menjadi milik adijaya group?
"apa benar pak abraham telah berbuat curang"
"apa benar..*blablablabla*" saking banyaknya pertanyaan, mirza dan lidya langsung saja menghindar dengan cepat masuk ke dalam
sedangkan sam yang menjawab pertanyaan wartawan itu, ketika mirza dan lidya telah masuk ke dalam
"kalian telah tau jawabannya tapi kalian masih bertanya..!" jawab sam singkat dengan sorotan mata yang tajam
kemudian sam masuk dan wartawan dihadang penjaga
"yaaaah" wartawan tertunduk lesu setelah mendengar jawaban sam
seharian menunggu mereka tidak mendapat berita apapun
setelah berada di dalam kantor
__ADS_1
"sial...!" mirza melihat ke arah wartawan dengan tatapan kesal
"kamu gapapa kan sayang" tanya mirza pada lidya
"gapapa sii tapi badanku rasanya remuk, kamu dekap kencang sekali. aw" lidya menyeringai sambil memegang bahunya
"iya maaf ya, aku takut mereka menyentuh kamu" mirza tersenyum dan mengusap bahu lidya
"iya gapapa" lidya membalas senyum
"heii kalian ngapain..bubar sana,,! bukannya kerja malah..." mirza menggerakan tangannya agar karyawan bubar
"ih sayang jangan galak galak, serem tau!" lidya mencubit lagi perut mirza
"aw" mirza menyeringai
"kamu yang galak dari tadi cubit\- cubit mulu hmm" mirza gemess pada lidya dan membalas mencubit hidungnya
"hehehee" lidya ketawa kecil
kemudian mereka berjalan menuju lif disusul oleh sam dan naik ke lantai 3
sesampainya di atas, mereka masuk ke sebuah ruangan tempat kerja adijaya dahulu dan beristirahat disana
mirza dan lidya duduk di sofa
sam hanya berdiri disamping tuannya
"huuhh" mirza menghela nafas dan menyenderkan punggungnya ke sofa
"tuan saya permisi ambilkan minum" sam
sam menunduk hormat dan keluar mengambil minum
lidya tampak kelelahan dan mengelap keringat dengan tissu
"kamu cape ya sayang" mirza mengelus punggung lidya
lidya manggut2 dan tersenyum
kemudian sam datang membawa air minum dan beberapa potong roti
'"silahkan tuan nona" sam meletakannya di meja
"terimakasih sekertaris sam" lidya
"iya nona" sam
mirza mengambilkan minum dan meminumkannya pada lidya
"pinterr" mirza tersenyum lebar saat lidya setelah minum
"emm makasih sayang" lidya membalas senyum
*toktoktok*. pintu diketuk
kemudian seorang sekertaris perempuan bernama syeli datang menyerahkan sebuah undangan
"permisi tuan maaf mengganggu,," syeli
__ADS_1
"hmm ada apa?" mirza meletakan gelas dimeja
"ini ada undangan untuk tuan dan nona dari salah satu stasiun televisi" syelie menyerahkan undangan tersebut
mirza dan lidya saling tatap
"bagaimana sayang? kita terima?
tanya mirza
"hmm aku ikut kamu aja" lidya senyum menyeringai
"yaudah, sam buatkan agenda untuk menghadiri acara ini" perintah mirza pada sam
"baik tuan"
"emm,,kemudian tuan ini agenda hari ini, banyak pertemuan yang harus dihadiri dengan rekan bisnis dan juga rapat penting" syeli menyerahkan beberapa berkas penting
"huh baiklah kita selesaikan hari ini" mirza menghela nafas dan bersemangat
"baik tuan saya permisi menyiapkan semuanya" syeli keluar ruangan
"ya"
" sam kamu siap"
tanya mirza
"siap tuan"
mirza menatap lidya
"sayang kamu mau ikut?" tanya mirza
"emm aku disini aja ya, badanku lemes"
lidya dengan wajah lesu
"yasudah, kamu istirahat disini ya, beri semangat suamimu dong, disini" mirza menunjuk pipinya
"muah" lidya menciumnya
"disini lagi" mirza menunjuk pipi sebelahnya lagi
"muah.. lagi?" lidya menciumnya
"boleh"
"nanti dirumah ya..hehe"
"hmm kamu itu bikin aku gemess" mirza mencubit pipi lidya
"aku mau rapat dulu ya"
mirza beranjak keluar
"iya semangat sayang" lidya melambaikan tangan
tinggalah lidya sendiri diruangan itu
__ADS_1
bersambung