
sejenak lidya termenung sambil mengemil beberapa potong roti yang disuguhkan sam
tiba-tiba ia teringat ke sebuah ruangan kosong tempat menyimpan barang yang sudah tidak dipakai
jangan-jangan ada barang peninggalan ayah disana.aku mau melihatnya
beranjak lidya dari duduknya langsung keluar menuju ruangan itu
"nona mau kemana" seorang ob wanita menghampi lidya
"eh saya mau ke gudang, kamu bisa temani saya?" pinta lidya
"oh mari nona saya antar"
"terimakasih, siapa namamu?
"sama-sama nona,saya fitri"
mereka menuju ke ruangan itu
setibanya disana fitri membukakan pintu dan menyalakan lampu
"nona mau mencari apa?" tanya ob fitri
"tolong bukakan semua dus yang ada disana" lidya menunjuk setumpukan dus yang terletak dijuru ruangam
"baik nona" fitri kemudian membuka satu persatu dus tersebut dengan hati-hati
"haaa ,ini semua peninggalan ayah, ternyata abraham tidak membuangnya terima kasih tuhan" lidya terkejut melihat barang-barang itu
"tolong bawa semua dus ini ke ruangan saya ya fitri" pinta lidya
"baik nona, nona bisa menunggu disana" fitri membawa semua dus tersebut
sampai semua dus diruangan lidya
semua piagam penghargaan, foto-foto dan barang berharga lainnya ada di dalam dus tersebut
satu persatu lidya membukanya
"fitri kamu boleh keluar, terimakasih ya"
"iya sama-sama nona, saya permisi" nona lidya sangat ramah, fitri keluar dari ruangan lidya
lidya berhenti disebuah dus yang berisi foto-foto dirinya bersama ayah dan ibunya
__ADS_1
tiba-tiba dadanya terasa sesak melihat foto ayah dan ibunya kemudian memeluk foto tersebut, lidya menangis
rasa rindu kembali muncul dalam hatinya
"ayah ibu lidya kangen, lidya ingin dipeluk ayah dan ibu..huu huu" lidya menangis tapi tidak bersuara
setelah cukup lama lidya mengusap air matanya takut mirza muncul dan kuatir dengan keadaanya
mulailah dia memajang kembali foto-foto, piagam penghargaan dan yang lainnya dilemari kecil disudut ruangan dan fotonya ia simpan dimeja kerja
lidya menghela nafas
semua sudah tertata rapih dan tinggal membereskan dusnya
dia panggil lagi fitri untuk membersihkan ruangan itu
dan selesai
lidya duduk ditas kursi kerja sambil memandangi foto ayahnya, tapi kali ini dia tidak menangis, sudah cukup dia menangis bae
beberapa jam kemudian mirza dan sam selesai dari rapat dan pertemuan penting itu, namun pertemuan penting itu belum selesai dengan beberapa orang lagi
dia memutuskan untuk beristirahat dulu
krekk pintu dibuka, mirza dan sam masuk
sementara sam langsung duduk disofa merebahkan tubuhnya yang kelelahan
mirza memeluk istrinya dari belakang
"kamu kenapa lagi hm?" mirza penasaran
lidya berusaha menyembunyikan kesedihannya
"gapapa ko" lidya tersenyum "kamu duduk sini, aku nanti dipangkuan kamu hehe" lidya menunjuk tempat duduknya
"emm lagi ada maunya ternyata, oke" mirza duduk dan lidya duduk diatas pangkuannya
"rapatnya sudah selesai? tanya lidya
"sudah, ada beberapa pertemuan lagi nanti, sekarang istirahat dulu"
"itu apa sayang?" mirza melihat foto
"oo iya..ini foto ayah sama ibu sayang"
__ADS_1
"oo ini ibu ya? cantik, pantesan anaknya juga cantik banget" mirza menggoda lidya dan mencium tangan lidya
"emm makasih sayang" lidya mengedipkan mata dan tersenyum manja
"tambah gemes aku lihat senyumu itu" mirza membalas senyum dan mencubit pipi lidya
"suka banget si cubit-cubit begitu"
"pipinya empuk aku jadi pengen gigit, muahh" mirza mencium pipi lidya
"jangan, sakitlah, hehe.."
"sayang lihat tuh, itu semua barang peninggalan ayah, aku pajang lagi boleh ya" lidya melirik ke lemari
"ya boleh dong, ini kan kantor kamu"
mirza memeluk lidya
"apa aku bisa?" lidya ragu-ragu
"pasti bisa sayang, nanti kamu akan dibantu sekertaris syeli"
"emm iya ya,, kamu pasti capek ya, sini biar aku pijitin ya" lidya bangun dari duduknya dan memijit mirza
"iya sayang pegel banget badanku"
mirza menikmati pijitan istrinya
hingga ahirnya mereka makan dulu sebelum melakukan beberapa pertemuan lagi
sampai malam hari tiba, mereka baru selesai dari pekerjaannya
semua berjalan dengan sangat lancar
nampaklah kelelahan dari wajah mereka
kemudian mereka pulang menyudahi aktifitas hari ini
mereka masuk ke dalam mobil dan melaju dikeheningan malam, karena jalanan sudah tampak lengang dari kendaraan dan waktu menunjukan pukul setengah sepuluh malam
dimobil lidya sudah tertidur sedari masuk tadi karena mungkin sudah mengantuk
"sam kita menginap dirumah orangtuaku ya, karena jaraknya lebih dekat dari sini"
"baik tuan" sam melaju mobilnya lalu belok kiri untuk menuju kediaman orang tua mirza
__ADS_1
bersambung