Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
menikah


__ADS_3

hari sudah larut malam, kendaraanpun sudah jarang melintas sepanjang jalan. mobil melaju meninggalkan butik tersebut, sam mengendarai dengan cepat mengingat jarak yang masih jauh dan tubuh yang sudah lelah ingin segera istirahat.


"lidya,, mulai besok aku akan sangat sibuk, kamu siapkan diri ya, jaga kesehatan, dan baik baik diapartmen." mirza memberi perhatian


"iya sayang,, kamu juga ya. aku akan mempersiapkan diri sebaik mungkin"


lidya tersenyum


semua pekerjaan harus selesai sebelum hari pernikahan, setelah itu aku akan menghabiskan waktu beberapa hari dengan lidya. gumam mirza dalam hati


 


hari pernikahan tiba yang digelar disebuah gedung yang megah dengan pesta yang meriah dan tamu undangan yang mencapai seribu orang, mulai dari keluarga besar mirza, kalangan artis, selebriti dan tokoh-tokoh terkenal di dunia dari berbagai negara


disebuah ruangan lidya dirias dengan riasan yang sangat cantik dan memakai gaun yang dirancang husus oleh rio sang desainer terkenal.


sementara mirza terlihat gagah dan tampan dengan jas yang dipakainya


raut wajah bahagia terpancar pula dari orang tua dan adik mirza


mereka berkumpul disatu ruangan menunggu acara dimulai


lidya memikirkan ka angga, *apakah ka angga akan datang? lidia bertanya tanya dalam hati sambil menatap ke arah cermin.


sesuai janjinya, angga datang dihari pernikahan lidya dengan menggandeng kekasihnya. angga menghampiri ruan tunggu yang ditempati lidya


"apakah saya boleh bertemu nona lidya pak" tanya angga pada penjaga dibalik pintu


"anda siapanya nona lidya tuan?" penjaga


"em saya kakaknya nona lidya pak" angga meyakinkan


"baiklah tunggu sebentar!" penjaga masuk ke dalam menemui sekertaris sam


"maaf tuan, ada yang ingin bertemu nona lidya" penjaga melapor pada sam


"siapa?" tanya sam

__ADS_1


"katanya kakak non lidya"


sam menghampiri angga, mempersilahkannya masuk


diruangan terlihat keluarga tuan mirza, angga dan kekasihnya menunduk hormat. kemudian menghampiri lidya yang sudah menunggu.


"nona lidya" angga menyapa


"haa,, kak angga" lidya terperanjat, terlihat senang dengan kehadiran angga


sementara mirza hanya memperhatikan


"kamu terlihat cantik sekali, kakak ikut bahagia nona lidya" angga berbicara hati hati sekali


"terimakasih kak angga, ini siapa?" lidya menunjuk gadis yang berada disamping angga


"ini kekasih ka angga, doakan kakak semoga cepat menyusul ya"


"iya kak, aku doakan"


acara dimulai, mereka keluar dari ruangan menuju ke tempat pelaminan.


tangis bahagia pecah dari raut wajah lidya, mirza mencium kening istrinya mengusap air mata lidya, diikuti sorak dan tepuk tangan tamu undangan.


*ayah ibu. aku sekarang punya suami, aku tidak sendirian lagi*. lidya dalam hati


sampai waktu tamu undangan mensalami kedua mempelai


mirza gelagapan tidak rela istrinya bersentuhan dengan orang lain, memegang erat tangan istrinya


tapi apa yang dilakukan lidya, dia bersalaman tidak sampai bersentuhan dengan tamu laki\-laki. lidya berfikir tubuhnya hanya untuk suaminya.


mirza tersenyum dan merasa senang


sepanjang acara, mereka menikmati pestanya


 

__ADS_1


acara selesai,tamu undangan sudah berangsur berkurang. lidya terlihat kelelahan, kemudian suami istri itu istirahah di ruang tunggu


diruangan hanya mereka berdua


"terima kasih,kamu sekarang sah menjadi istriku" mirza menatap lidya


"iya,,dan kamu sekarang menjadi suamiku"


"kamu bahagia sayang?"


"iya aku sangat bahagia" lidya


mereka tersenyum, mirza mengecup bibir lidya, lidya gemetar ia merasa dagdigdug jantungnya.


mereka mengganti pakaian bergegas meninggalkan gedung.karena hari sudah semakin sore mereka semua pulang, lidya kini akan tinggal dirumah mirza.


sam mengantar pengantin baru itu sampai di rumah tuan mirza.


pak muslih sudah siap menyambut kedatangan tuannya di depan pintu, terlihat raut wajah bahagia dari pak muslih


lidya menggandeng tangan mirza


"pak tolong antar istriku ke kamar, kasihan dia kelelahan" perintah mirza


"baik tuan,silahkan nona" pak mus mengarahkan


sementara mirza berbicara dengan sam


"terimakasih sam atas kerja kerasmu" mirza menepuk bahu sam


"sama-sama tuan, itu sudah pekerjaan saya" sam menunduk hormat


"pulanglah, kita libur beberapa hari"


"terimakasih tuan, selamat memikmati hari-hari anda."


sam kemudian pamit pulang..

__ADS_1


horeeee


bersambung


__ADS_2