Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
aktivitas seperti biasa


__ADS_3

dimeja makan sudah ada amanda yang mulai untuk sarapan


"selamat pagi kakak ku yang cantik" ucap amanda menyapa lidya. amanda yang selalu ceria dan bahagia


"pagi adiku yang cantik" jawab lidya kemudian duduk disamping amanda


"kak mirza gak disapa nih?" ucap mirza sambil duduk


"disapa dong, selamat pagi ayah ponakanku, hehe" ucap amanda kemudian mengusap lembut perut lidya


"gitu dong, itu baru tante yang baik" ucap mirza tersenyum


"iya dong dari dulu kan aku emang baik" ucap amanda kepedean


"hmm iya deh" ucap mirza santai


lidya hanya tersenyum melihat mereka


"udah ayo kita sarapan"


lidya mengambilkan nasi dan lauk untuk mirza, kemudian menyuapinya


"makan yang banyak sayang" ucap lidya


kemudian mirza juga menyuapi lidya


"kamu juga sayang, ayo"


lidya menolak dan menutup mulutnya


"aku mau masakan mbak ayu" ucapnya


mirza tersenyum dan menyimpan sendoknya


kemudian ayu muncul dari dapur


"nona sudah bangun, ini ayu baru selesai masaknya, semoga nona suka" ucap ayu menyodorkan masakannya


"waahh ini dia yang aku mau, terimakasih mbak ayu" ucap lidya


"iya nona, kalau begitu saya permisi"kemudian ayu kembali ke dapur


mirza kemudian mengambil piring makanan lidya dan menyuapinya


"ayo aku suapain" ucap mirza

__ADS_1


lidya menerima suapan dari mirza


"emm enak, kamu juga sayang" ucap lidya kemudian menyuapi suaminya


amanda yang melihat adegan itu cuma bisa bengong dan tersenyum tipis


"enak banget ya, panas panasin amanda, aku kan jadi ngiler" ucap amanda santai


mirza dan lidya hanya tersenyum sambil menikmati makanannya


tidak lama kemudian mobil sam terdengar berhenti di halaman dan sam menunggu tuannya di depan


hampir kesiangan ucap sam dalam hati


"sayang sam sudah sampai, aku berangkat dulu ya,, muah" ucap mirza kemudian mengecup kening lidya


"iya sayang" ucap lidya yang belum selesai sarapannya


"tumben kakak buru buru begitu?" tanya amanda penasaran


"kakak lagi banyak pekerjaan" ucap mirza hendak berjalan ke luar


kemudian lidya menarik tangan suaminya


"sayang kamu lupa ya?" ucap lidya sambil menunjuk perutnya "peluk dulu" pinta lidya sambil berdiri


"anak ayah, baik baik ya sayang" ucap mirza dengan mengelus perut lidya kemudian bangkit dan memeluk lidya


lagi lagi amanda kepanasan tapi tetap tersenyum haru melihat kakaknya yang romantis


"semangat sayang kerjanya, hati hati dijalan ya" ucap lidya yang masih dalam pelukan mirza


kemudian mirza melepas pelukannya


"iya sayang" mirza tersenyum manis


kemudian lidya mencium tangan suaminya itu


"kakak aku juga mau salim" ucap amanda kemudian menghampiri mirza dan salim mencium tangannya


mirza tersenyum, merasa bahagia karena adik dan istrinya


"yaudah, aku berangkat dulu ya"


mirza berjalan menuju keluar

__ADS_1


"hati hati kak daaahh"


amanda dan lidya melambaikan tangan sambil tersenyum, kemudian kembali melanjutkan sarapan


sementara di mobil, mirza sudah masuk dan siap berangkat


"sam bagaimana pemantauanmu sejauh ini pada kantor lidya?" ucap mirza


sam ragu menjelaskannya


"ada orang yang menjual barang palsu yang mengatasnamakan pabrik nona tuan"


sam sedang menyalakan mesin kemudian melaju mobilnya


"bukannya itu sudah biasa sam? banyak orang yang meniru produk kita kemudian menjualnya dengan merk yang sama" ucap mirza


"iya tuan, yang saya tidak habis pikir adalah mereka mencampurkan produk yang palsu mereka dengan milik kita kemudian mereka menjualnya dengan harga yang sama tapi kualitas yang jauh berbeda" ucap sam


"apa? kira kira siapa pemasok barang kita yang berani melakukan itu pada kita sam?" tanya mirza sedikit terperanjat


"saya rasa itu ulah abraham tuan, dia mengendalikan anak buahnya dari balik penjara yang dibantu oleh jeki saudaranya, kemudian dia memanfaatkan pemasok kita untuk bekerja sama dengannya" ucap sam


"kurang ajar!! tidak ada kapoknya dia, tapi kamu yakin itu sam?" tanya mirza sedikit kesal mendengar penjelasan sam


"saya yakin tuan, anak buah kita terus memantaunya sampai kita mendapat bukti yang kuat" ucap sam


"bagus sam" ucap mirza "sudahlah lupakan dulu hal itu, sekarang kita bahas pernikahan kau, kapan kau akan menemui kakaknya ayu" sambungnya


sam mengkerutkan dahi


"saya ikut tuan saja" ucap sam


"haha sam.. kau yang ada rencana, ko saya yang menentukan" ucap mirza


"kalau begitu besok tuan" ucap sam


"apaa?, mendadak gitu sam" ucap mirza sedikit kaget


maunya tuan tu apa si? ini salah itu salah ucap sam dalam hati


"yasudah kalau begitu, lidya juga sudah tidak sabar ingin pergi kesana" ucap mirza "nanti kau ke deler ambil mobil yang bagus yang kira kira lidya nyaman makenya" sambung mirza


"baik tuan" ucap sam


tidak terasa mobil sudah sampai di depan kantor lidya

__ADS_1


kemudian mereka masuk ke dalam


__ADS_2