
dua jam berlalu sudah waktunya makan siang dan sam selesai juga dalam tugasnya kemudian dia kembali ke kediaman tuan mirza
sementara mirza dan lidya masih di tempat yang sama
lidya duduk dan memeluk mirza dari samping, mirza pun merangkulnya
sam datang dengan mengendarai mobil baru yang diinginkan tuannya, mobil yang mewah dengan fasilitas lengkap di dalamnya
kemudian sam masuk ke dalam nampak kelelahan dirinya
"tuan" sapa sam pada mirza
"hmm ya sam, gimana?" ucap mirza tanpa melihat wajah sam
"sudah beres tuan"
"terimakasih sam" mirza tersenyum puas pada sam
"sama sama tuan" ucap sam kemudian dia pergi ke ruangan kerja mirza untuk istirahat
setelah mendengar ucapan sam, lidya kembali tersenyum dan bahagia
ternyata dia sudah salah paham pada suaminya itu
"sayang apa kamu lapar?" tanya mirza kepada lidya yang masih memeluknya
"kamu mau makan?" tanya balik lidya
"iya" ucap mirza
"ayo kita makan" lidya bangkit dari pelukannya dan tersenyum
mirza pun tersenyum dan meraih tangan istrinya mengajaknya ke ruang makan
makan siang sudah tersaji disana
masakan husus buat lidya dari ayu sudah tersaji juga
mereka duduk bersebelahan dan mulai makan siang
__ADS_1
"mbak ayu" panggil lidya
"iya nona" ucap ayu muncul dari dapur
"sepertinya sekertaris sam kelelahan dia diruang kerja, mbak ayu boleh mengantar makan siang dan minumnya" ucap lidya
"oh baik nona" ucap ayu sedikit terbelalak, kemudian dia mulai menata nasi dan lauknya di piring tidak lupa dengan minumnya
setelah itu dia mengantarnya ke ruang kerja itu
lidya dan mirza tersenyum melihat ayu
kemudian sampai di ruang kerja itu dan ayu ragu mengetuk pintunya tapi dia paksakan
tuk tuk tuk. pintu diketuk ayu
"masuk" ucap sam dari dalam
kemudian ayu masuk ke ruangan itu, melihat sam sedang tiduran di sofa
"maaf tuan" ucap ayu
"eh ayu" ucap sam
"saya bawakan makan siang untuk tuan," ucap ayu
"terimakasih ayu, ayu panggil saya sam saja mulai sekarang"
"saya tidak nyaman" ucap ayu kemudian menata makanan di meja
"saya yang tidak nyaman dipanggil tuan olehmu ayu, kalau begitu panggil saya kakak boleh?" ucap sam
"baik kak"
"terimakasih ayu, calon istriku" ucap sam tersenyum
ayu malu dia hanya menunduk dan tersenyum
"saya boleh bertanya?" ucap ayu
__ADS_1
"tentu ayu"
sam mulai menikmati makan siangnya
"ada apa tadi pada nona?"
"ooh dia tadi salah faham..kejadiannya tadi dikantor ada seorang laki laki yang....bla bla bla" sam menjelaskan "tapi sekarang sudah selesai, saya sudah bereskan semuanya" sambungnya
ayu mendengarkan dengan seksama dan mulailah dia mengerti
"ooh iya, jahat sekali lelaki itu. kalau begitu saya pemisi dulu, terimakasih penjelasannya" ucap ayu beranjak keluar
"tidak mau menemaniku ayu?" tanya sam merayu
ayu hanya menunduk dan tersenyum dibalik cadarnya kemudian keluar dari ruangan itu
sementara itu dimeja makan lidya dan mirza masih melangsungkan makan siang mereka
"sayang kapan kita berangkat ke kampung ayu?" mulai lagi lidya menanyakan itu
"kamu sudah tidak sabar ya sayang?"
"iya"
"besok ya"
"kenapa nggak sekarang aja?"
"sekarang?" mirza mulai berfikir "bisa diatur" sambungnya
"beneran?" ucap lidya kegirangan "yee terimakasih sayang muahh" sambung lidya dan mencium pipi suaminya
istriku keinginanmu sederhana sekali kenapa kamu tidak minta ke luar negri atau liburan ke sebuah pulau begitu. ucap mirza dalam hati sambil menatap lidya dengan tersenyum
"yaudah sekarang kamu makan yang bayak dan minum vitaminnya ya biar bayi kita sehat" ucap mirza memberi perhatian "nanti aku bicarakan lagi pada sam, sekarang biarkan dia istirahat dulu" sambungnya
lidya mengangguk "iya sayang"
bersambung
__ADS_1