Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
penjagaan serius untuk lidya


__ADS_3

kamu benar sayang, keselamatan kamu terancam. aku takut kamu terluka. terlebih lagi nanti kalau kamu keluar atau pergi ke kantor. abraham itu licik dia belum rela sepenuhnya perusahaan itu kembali kepada putri adijaya yaitu kamu. dan kamu belum tau itu, apalagi sekarang kamu lagi hamil muda aku takut kamu syok. ucap mirza dalam hati dengan menatap lidya sambil melamun


"sayang'" ucap lidya


"sayang kamu kenapa bengong" ucap lidya mencubit hidung suaminya


mirza tersadar


"emm nggak ko. udah habis buahnya? aku ambilin lagi ya"


"aku udah kenyang"


"kalau gitu makan nasi sekarang ya"


lidya menggelengkan kepala


"aku udah kenyang"


"ini udah mau sore, kamu belum makan nasi"


"aku gak mau, mending kamu aja yang makan ya.." ucap lidya


kemudian mirza pergi ke ruang makan untuk mengambil nasi kemudian balik lagi ke sofa


"nih kita makan ya. ayo buka mulutnya" pinta mirza dan menyuapi lidya


"aku gak mau. aku mual liat nasi." lidya menutup mulutnya dengan tangan


"yaudah kalau gitu nanti sore kita ke dokter"


" mau apa?"


"periksain kamu lah, aku belum puas dengan periksaan dokter waktu itu" ucap mirza sambil makan


"yaudah" lidya


mirza meraih telepon dan menghubungi sam


"sam kamu dimana? "


"ditaman belakang tuan" jawab sam


"kirain udah pulang. temui saya di ruang kerja"


tuuut telpon ditutup


"tumben sam pergi ke taman, biasanya juga ngga pernah" ucap mirza

__ADS_1


"kan ada calon istrinya sayang" ucap lidya


"emm iya juga..yaudah.makan udah selesai sekarang aku mau ke ruang kerja dulu, kamu nanti makan ya minta ayu bikinin.. oke sayang.. emmuahh" kecupan hangat di bibir lidya


"iya sayang.tumben gak lama ciumnya.. haha"


"nanti dikamar ok"


sam sudah ada di ruangan kerja tuan mirza. mereka membicarakan hal yang sangat serius


"sam duduk"


"iya tuan"


mereka duduk berhadapan


"bagaimana perkembangan kantor lidya sam?" tanya mirza


"sejauh ini baik baik saja tuan, saya hanya kuatir ada yang berhianat pada kita" ucap sam


"awasi itu sam, beri tindakan tegas pada mereka yang berani main main pada kita"


"tentu tuan, anak buah kita siap bekerja 24 jam tuan"


"kamu tau. sekarang lidya sudah mulai dikenal di publik, aku ingin dia bebas kemanapun dia mau. kamu tau tugas kamu sam?"


"bagus sam" ucap mirza "satu lagi sam pastikan media tidak ada yang mengekpose keseharian lidya" sambungnya


"baik tuan, saya akan melacak siapa saja yang berani membuat berita tentang nona lidya" ucap sam


"bagus" ucap mirza "kapan kamu menikah sam?"


pertanyaan si tuan membuat sam serasa di samber geledek di siang bolong


"belum tau tuan" ucap sam


"apa apaan kamu sam, bukannya lebih cepat lebih baik?" ucap mirza


"belum ada persetujuan dengan ayu" ucap sam


"terus tadi dibelakang ngapain aja?" mirza senyum tipis disudut bibir


"menguji kemampuan ayu bela diri tuan"


"terus?"


"saya kalah tuan"

__ADS_1


"hahahahaa.. sam sam" ucap mirza "berarti kau tidak salah memilih body guard buat lidya" sambungnya


sam hanya tersenyum


ya saya mengalah lah masa harus mengalahkan ayu. gumam sam


"apa nanti setelah kau menikahi ayu, ayu akan berhenti menjadi pengawal lidya?" tanya mirza


"itu terserah pada ayu, saya tidak akan melarang jika ayu ingin terus bekerja pada nona lidya"


krek pintu dibuka


"ada apa sih sayang"


lidya masuk dan menghampiri mirza


"oh kebetulan kamu kesini sayang, duduk sini" ucap mirza dan menepuk sofa disampingnya


"sam panggil ayu" ucap mirza pada sam


"sekarang tuan?"


"iya sam"


"baik tuan" haduh ada apa ya si tuan. gumam sam


kemudian sam keluar memanggil ayu


"kamu sudah makan sayang?" tanya mirza pada lidya


"udah sedikit"


"kenapa cuma sedikit hm?" ucap mirza sambil tangannya mengerayap ke tubuh lidya


"sayang geli ih. lepasin" lidya mengeliat


"kamu seksi sekali" ucap mirza mulai menciumi dan memeluk erat lidya


"sayang kamu. apaan siih. aku gak bisa gerak..lepas"


"aku mau sekarang..shh aah.. hahahaha" mirza melepaskan pelukannya dan tertawa lepas


"geli aku liatnya,, emang ada yang lucu"


"iya.. kamu itu lucu...muahh" mirza mencium pipi lidya


bersambung

__ADS_1


__ADS_2