Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
malam pertama


__ADS_3

pak mus mengantarkan nona lidya ke kamar tidur, disamping itu lidya terpesona dengan kemewahan rumah suaminya.


lidya tidak berhenti melirik setiap sudut ruangan yang tertata rapih.


sementara pak mus berjalan di depan


pada ahirnya sampailah di depan kamar tuan mirza.


"silahkan nona, ini kamar anda bersama tuan muda, selamat istirahat," pak muslih membukakan pintu, kemudian pamit menunduk hormat


"terimakasih pak" lidya masuk ke dalam


lidya duduk diatas tempat tidur dengan melihat sekeliling ruangan


tak lama kemudian mirza datang membuka pintu


"sayang" mirza masuk


"eeh..hai sayang," lidya berdiri


"kamu bahagia hari ini?"


mirza memeluk dan mencium bibir lidya


"aku bahagia, tapii.. aku mau ganti baju, apa bajuku sudah ada disini?" lidya tersenyum


"tentu,, kamu lihatlah di lemari" sam melirik ke arah lemari


sementara lidya mengganti pakaian


mirza pergi ke kamar mandi


lidya menunggu diatas tempat tidur, membaringkan tubuhnya yang kelelahan kemudian membalutkan selimut


karena kantuk yang tidak tertahan ahirnya lidya tertidur.


mirza keluar dari kamar mandi melihat istrinya sudah terlelap


"kamu pasti kelelahan ya,," mirza membaringkan tubuhnya disamping lidya


membelai lembut lidya dan mencumbuinya


"haah" lidya terperanjat dan terbangun


mirza menutup mulut lidya dengan telunjuknya


"ssstt" mirza menciumi lidya


"aku sayang kamu,, kamu sudah siap?"


mirza berbisik


"ii iya" lidya dagdigdug jantungnya


mirza memeluk erat lidya


"lidya semoga kamu bahagia denganku"


"iya sayang, terimakasih untuk semuanya"


lidya terharu


mereka berciuman dan mencurahkan hasrat mereka..


hingga mereka tertidur lelap


****


hari ke dua setelah mereka menikah


lidya bangun lebih awal

__ADS_1


ia bergegas mandi dan mengganti pakaian


sementara mirza masih terlelap dalam tidurnya


lidya berdandan kemudian membangunkan suaminya


"sayang, bangun ini sudah siang" lidya berbisik ditelinga suaminya


mirza meraih tangan lidya menariknya ke tempat tidur


kemudian memeluknya


"hmm kamu sudah mandi sudah wangi mau kemana? "


mirza masih terpejam matanya


"yaa nggak kemana mana, biar seger aja"


"hmm" mirza masih memeluknya


"sayang, bangun dong, aku mau sarapan" lidya mencoba melepaskan tangan mirza, tapi malah semakin kuat pelukannya


"ii lepasin aku engap tau"


"huaamm" mirza melepaskan pelukannya dan membuka mata


menatap lidya dan tersenyum


menarik lagi tubuh lidya dan kini diatas tubuhnya


"kamu sudah cantik begini,kamu mau menggodaku ya?"


huup. mirza mencium bibir istrinya


rambut lidya terurai menutupi wajah mereka.


"aaaa lepasin udah dong, nanti lagi"


"salah kamu sendiri menggodaku"


"hahaha" lidya tertawa kecil.


"tuh kan kamu lucu kalo begitu"


mirza bangun dan duduk memeluk lidya


"ambilkan celanaku" mirza berbisik


"ini sayang"


lidya kemudian menyisir lagi rambutnya


sementara mirza pergi mandi


selepas itu lidya menyiapkan baju suaminya


mirza datang dari kamar mandi menghampiri lidya


"sayang ini bajunya, sini aku keringkan rambutmu"


"iya sayang, kamu belum aku cium. sini aku cium"


mirza mencium kedua pipi,kening, dan bibir lidya.


lidya pasrah saja


setelah selesai semuanya


mereka turun menuju ruang makan


disana sudah ada amanda menunggu

__ADS_1


"selamat pagi tuan nona" pak muslih menyapa


"selamat pagi pak" lidya menjawab


"hai adek.. sudah selesai sarapannya? lidya menyapa amanda


"sudah kak, kalian kenapa lama sekali.. aku sudah mau berangkat sekolah nih"


amanda cemberut


"iya tadi kakak kesiangan..maaf ya" lidya tersenyum


lidya mengambilkan nasi


mereka makan sepiring berdua


"uhh so sweet nya" amanda tersipu melihat kakaknya


"udah kamu anak kecil berangkat sana, nanti kesiangan" perintah mirza


"iyya kak, ini mau berangkat, daahh" amanda mencium tangan kakaknya berpamitan


"hati-hati dijalan ya" lidya


"iya ka" lidya berlari keluar bergegas pergi ke sekolah


mirza dan lidya melanjutkan sarapannya mereka saling menyuapi


sambil bercanda dan tertawa.


"mau tambah lagi sayan? aku sudah kenyang" lidya mengambil minum


"aku juga sudah, ayoo..!" mirza meraih tangan lidya


"kemana?"


"ikut saja"


mirza mengajak lidya keruang kerjanya


banyak buku-buku disana dan berkas-berkas menumpuk dimeja kerjanya.


"waaw" lidya berkeliling melihat lihat isi ruangan tersebut


"kamu hebat sekali sayang" lidya melihat buku-buku dan membacanya


sementara mirza duduk disofa memperhatikan istrinya.


"ayahku dulu juga seperti ini, tapi sekarang.." lidya teringat masa lalu


"sini sayang, ceritakan semuanya padaku bagaimana masalalu kamu"


lidya duduk disofa disamping suaminya dan menceritakan masalalunya


mirza memeluknya dan mendengarkan dengan seksama


sam waktu itu hanya mengatakan kebangkrutan perusahaan ayah lidya tapi tidak menjelaskan apa penyebabnya


"waktu itu, ayah pulang dari kantor dengan wajah ceria. katanya ayah sedang ada bisnis besar dengan salah satu perusahaan, tetapi setelah beberapa minggu, ayah syok mendengar kerugian yang dialami perusahaannya..tapi kayaknya ayah tertipu, aku gak tau detailnya gimana karena waktu itu aku masih fokus sekolah" lidya menjelaskan


"siapa nama orang yang mengajak bisnis ayahmu" mirza penasaran


"kalau gak salah namanya pak abraham"


"apa??" mirza kaget abraham itu kan orangnya licik. mirza mengenal siapa abraham


"kenapa sayang?" lidya penasaran


"tidak. tidak apa apa"


mereka larut dalam lamunannya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2