
Malam hari tiba sam masih berada di rumah tuan mirza, dia ketiduran.
Mirza yang kala itu sedang berada di ruang kerjanya dan sam tidur di sofanya. Mirza sedang memeriksa tugasnya di dalam laptop
Beberapa menit kemudian sam tersadar dari tidurnya, mirza melirik sebentar kemudian fokus kembali pada laptopnya
"hei sam, kau ketiduran disini. sudah nginap saja. besok pagi kita jam satu berangkat ke kampung ayu" ucap mirza tanpa jeda
"oh baik tuan" kenapa pagi pagi banget si tuan. ucap sam yang masih setengah tersadar
Tumben tuan tidak minta naik jet pribadi tuan? malah mau naik mobil, apa pinta si nona kali ya. lagian juga kalo naik jet mau ditaroh dimana? masa diatas genteng. ucap sam dalam hati
"sekarang kita makan malam dulu, ayo" ucap mirza sambil beranjak dari duduknya menuju keluar dari ruangan
"iya tuan, apa ayu sudah diberi tau tuan?" tanya sam sambil mengikuti mirza dari belakang
"kau beri tau sendiri lah" ucap mirza santai
"iya tuan" ucap sam
Sampai mereka di ruang tengah, lidya sedang menonton tv bersama amanda dan ayu, mereka sedang berbincang bincang ringan.
"hei sayang" ucap mirza pada istrinya dan memeluknya dari balik sofa
"heii, mau makan malam ya? ayo kita semua makan dulu" ucap lidya pada mereka yang ada disana
"iya ayo" ucap amanda
Kemudian mereka beranjak dari tempat duduk mereka menuju ruang makan
"mbak ayu juga duduk disini, kita makan ya" ucap lidya yang sudah siap dikursinya
"iya nona" ucap ayu dengan tersenyum dari balik cadarnya
Mereka sudah siap ditempatnya masing masing dan pada penasaran bagaimana ayu makan dengan memakai cadar
Ayu terlihat santai, dia hanya mengambil salad sayuran dan memakannya dengan baik dibalik cadarnya tanpa membukanya
Ayu yang tersadar bahwa dia diperhatikan oleh majikannya itu langsung memerah pipinya walau tidak terlihat dan melirik pada majikannya
"apa ada yang salah?" tanya ayu keheranan
"oh tidak ayu, kita penasaran bagaimana kamu makan" ucap lidya sambil tertawa kecil
"ohh" ayu tersenyum dan merasa malu
dan mereka tersenyum ke arah ayu
__ADS_1
"o ya ayu, besok pagi jam satu kita berangkat ke kampung ya" ucap sam sambil makan
"oh iya, apa tidak masalah kita berangkat pagi pagi sekali?" ucap ayu merasa tidak enak
"tidak apa mbak ayu, biar kita sampai dikampung pagi pagi sekali" ucap lidya dengan bahagia dan tersenyum
"apa? jadi amanda gak diajak?" ucap amanda protes
"oo amanda mau ikut? kan besok ada ujian" ucap lidya
"yaahh,,amanda pengen ikuut" amanda merengek
"sekolah lebih penting amanda" ucap mirza
"hmmm" amanda cemberut
"nanti kapan kapan lagi kan bisa. oke" ucap lidya
amanda hanya mengangguk dan mengunyah makanannya
"mbak ayu nanti bantu aku siapin barang yang harus dibawa ya" ucap lidya pada ayu
"iya siap nona" ucap ayu
Kemudian mereka melanjutkan makan malamnya dengan tenang.
Di dalam kamar tuan mirza dan nona lidya hendak tidur. Wajah bahagia dari lidya terus terpancar
Lidya memeluk suaminya yang sedang berdiri dari depan, kemudian mirza juga memeluknya
"kau yang terbaik untuku
seluruh nafasku untukmu
ku tak bisa bila harus tanpa kamu, cinta kita cinta surga
sampai mati tetap bersama
kau dan aku kau dan aku selamanyaa" lidya bernyanyi dengan merdu menggambarkan isi hatinya
"hmm istiku pintar nyanyi ternyata" ucap mirza sambil tersenyum
"sayang nyanyi juga dong buat aku" pinta lidya
"hm nyanyi apa ya?" ucap mirza
"bila habis sudah waktu ini
__ADS_1
tak lagi tersisa untuk dunia
karena tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu" mirza menyanyi sambil menatap lidya
Kemudian mereka tersenyum bersama dan sangat bahagia hatinya
"sekarang kita tidur dulu, biar nanti tidak kesiangan" ucap mirza
"iya" ucap lidya mengangguk
**bersambung
Sebelumnya author minta maaf atas tulisan yang tidak rapih dan kurang dimengerti bahkan mungkin tidak nyambung karena author terlalu terburu buru.
Berikut adalah gambaran tokoh yang ada di cerita ini
Lidya Ayunda
Umur 20 tahun**
2. Mirza Herdian Wiguna
Umur 25 tahun
3. Samudera Bahar Rajapati
Umur 28 tahun
4. Rahayu Arumi Larasati
Umur 28 tahun
__ADS_1