Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
rest area


__ADS_3

Pagi hari tiba, waktu sudah menunjukan pukul satu. Alarm sudah berbunyi dan mereka terbangun dari tidurnya kemudian bersiap siap untuk memulai perjalanan cukup panjangnya


Mirza masih diatas tempat tidurnya mengumpulkan kesadaran. Dia melirik istrinya masih tertidur pulas, hingga ahirnya dia membiarkannya saja.


Mirza ke kamar mandi untuk mencuci wajah kemudian berganti pakaian pergi sampai selesai dan rapih.


Mirza tidak tega membangunkan Lidya yang tertidur pulas, dia memutuskan untuk mengganti pakaian tidur istrinya dengan pakaian pergi yang sudah disiapkan semalam. Lidya tetap saja tertidur tidak bergeming. Kemudian mirza menggendongnya dan membawanya ke bawah menuju mobil


Ayu sudah memunggu di ruang tengah


Juga pak mus sudah terjaga dari tidurnya, dia ingin melihat tuannya yang akan berangkat.


Sam keluar dari kamarnya, dia melirik ayu sudah bangun tengah duduk dikursi sofa dan pak mus berdiri disana


"Ayu sudah bangun" ucap sam menyapa dengan seyumnya yang has


Ayu melirik sekejap "iya sudah ka" ucap ayu dengan senyum tipis dibalik cadarnya


Kemudian sam menuju keluar menyiapkan mobil yang akan digunakannya


Mirza menggendong lidya menuruni tangga dengan hati hati


"Ayu tolong bawakan tas Lidya dan barang yang sudah disiapkan semalam ke dalam mobil" ucap mirza


"iya baik tuan" ucap Ayu kemudian bergegas menuju kamar tuannya untuk membawa barang Lidya


Pak Muslih sudah menyambut di ambang pintu


"Hati hati dijalan tuan, semoga selamat sampai tujuan" ucap pak Mus memberi perhatian


"iya pak Mus terimakasih doanya" ucap mirza dengan tersenyum


Kemudian Mirza menuju mobil


"sam agak senderkan ke belakang kursinya biar lidya nyaman tidurnya" ucap mirza pada sam


"baik tuan"


Kemudian Mirza menidurkan Lidya ke dalam mobil dan dia naik dan duduk disamping Lidya


Ayu sudah sampai, dia memasukan barang milik Lidya ke dalam mobil


Mobil yang sangat bagus dan mewah menurut ayu, dia terpana dengan keindahan mobil tuannya itu


Kemudian sam membukakan pintu mobil untuk ayu dan ayu masuk ke dalam.


Ayu duduk di depan disamping Sam


dan Mirza di belakang bersama Lidya


Sam mulai menyalakan mesin dan melaju dengan hati hati karena dia membawa nona lidya yang sedang hamil


Sementara di belakang sudah ada satu mobil mengikuti dengan 4 orang di dalamnya, mereka adalah pengawal untuk menemani tuannya pergi

__ADS_1


"kamu sudah siap ayu?" ucap sam menyapa ayu


Ayu tersenyum "iya. aku sudah tidak sabar ingin bertemu kakak" ucap ayu


"siapa nama kakakmu?" tanya sam


"kak Zein nama aslinya Zainal" ucap ayu


Sam mengangguk


"oh dia punya anak?"


"anaknya sudah lima" ucap ayu


"waw sudah banyak ya" ucap sam terpana


"iya" ucap ayu


"sekarang kamu tidur lagi, masih panjang perjalanan kita" ucap sam memberi perhatian


"iya" ucap ayu malu malu


kemudian ayu tertidur kembali


Mirza pun sudah terlelap dalam tidurnya dia memeluk istri yang ada disampingnya, dan lampu di dalam mobil di matikan.


Hanya Sam seorang disana yang terjaga karena dia sedang mengemudi


Sam mengikuti arah yang ditunjukan oleh GPS menuju kampung ayu


"sayang kita di dalam mobil, nanti lagi di rumah ya, disini ada sam sama ayu" ucap mirza dengan berbisik di telinga lidya dan menahan tawanya


Lidya langsung tersadar dan terperanjat kemudian melihat di sekeliling, dia memang berada di dalam mobil


Kemudian dia melirik suaminya tengah tersenyum ke arahnya


"kok gak bilang dari tadi sih kita ada di mobil" ucap lidya yang masih setengah tersadar dan kebingungan


"hahaha,, kamu lucu banget siih" ucap mirza dan mencubit hidung lidya


"aww" lidya


Sam menengok ke belakang sekejap dan tersenyum melihat tuan dan nona nya


Kemudian mirza memeluk lidya kembali


"sini ayo kita tidur lagi, mau cium lagi hm" ucap mirza menggoda lidya


"ii apaan si" ucap lidya dengan malu malu


"muahh" mirza mencium kening lidya kemudian memeluknya erat


dan mereka tertidur kembali

__ADS_1


Dan sam kembali fokus mengemudi sampai setengah perjalanan, dia masuk ke dalam tol cipali dan melaju mobilnya dengan tenang.


Lima jam berlalu. Hingga beberapa saat sampailah dia di rest area, kemudian dia menghentikan mobilnya da memutuskan untuk istirahat disana


disusul oleh para pengawal


Ayu tersadar ketika mobilnya berhenti waktu menunjukan pukul lima masih pagi. udara di sana sangat sejuk


"kita istirahat di sini ayu" ucap sam yang disertai anggukan ayu


Kemudian ayu turun duluan menuju wc umum disana


Sementara mirza membangunkan tuannya


"tuan kita sudah sampai di rest area, kita istirahat dulu disini" ucap sam


Kemudian sam turun dari mobil


"hmm iya sam" ucap mirza yang masih setengah tersadar


Mirza melihat lidya yang tertidur dipangkuannya kemudian membangunkannya


"selamat pagi sayang" ucap mirza


"hmm kita udah sampe?" ucap lidya yang masih memejamkan mata


"belum sayang, kita istirahat dulu di sini di rest area"


"ooh" lidya bangun dari pelukan mirza


Kemudian mereka keluar dari mobil dan menghirup udara segar


"disini anginnya kencang ya" ucap lidya sambil menggosok tangannya yang kedinginan


"kamu kedinginan sayang?" ucap mirza


Kemudian ayu datang dari belakang


"nona sudah bangun, saya ambilkan baju hangat di dalam ya" ucap ayu dan membuka mobil mengambil baju hangat lidya


"ini nona" ayu memakaikannya pada lidya


"terimakasih mbak ayu" ucap lidya


"sama sama nona"


"biar saya antar ke toilet nona" ucap ayu


"biar sama saya aja ayu" ucap mirza


"disini toiletnya ada yang husus laki laki dan husus perempuan, tuan tidak bisa masuk ke toilet perempuan" ucap ayu menjelaskan


"ohh yasudah, sayang kamu sama ayu yah" ucap mirza pada lidya disertai anggukan lidya dengan senyum manisnya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2