Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
perhatian mirza


__ADS_3

pagi hari tiba, sepasang suami istri itu baru bangun tidur


"sayang hari ini sibuk lagi?" tanya lidya yang mendekap dalam pelukan mirza


"hmm iya sayang" ucap mirza yang masih memejamkan mata


"kapan mau ke kampung mbak ayu?"


"nanti aku tanyakan sam ya"


"hmm. hari ini aku mau jalan jalan lagi boleh ya"


"kamu harus istirahat di rumah" ucap mirza kemudian membuka mata


"kalau gitu kamu jangan kemana mana" pinta lidya dengan tersenyum


"aku banyak pekerjaan sayang, hari ini aku mau ke kantormu" ucap mirza


"kalau gitu aku mau jalan jalan" ucap lidya lagi


"hm kamu ini nakal ya" mirza mencubit hidung lidya "kemarin belum puas?" sambung mirza


"aku mau habisin uang kamu" ucap lidya menahan tawa


"haha,, emang kamu sanggup?" mirza menganggap santai ucapan lidya


"nggak sih, uang kamu gak bakalan habis soalnya" ucap lidya tersenyum ke arah mirza "jadi aku boleh jalan jalan?" sambungnya


mirza tersenyum


"gak boleh" jawabnya


"aku marah nih" ancam lidya dan cemberut

__ADS_1


"sayang kamu harus banyak istirahat lihat kasian bayi kita, walau kamu kuat kan belum tentu bayi kita kuat kalo ibunya kecapean" ucap mirza "ngerti sayang?" sambungnya


kemudian bangkit dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


lidya masih di atas kasur dengan posisi duduk, memikirkan ucapan suaminya dia fikir ada benarnya tapi kenapa sikapnya dingin? ucap lidya dalam hati


lima belas menit kemudian mirza selesai mandi, kemudian melihat istrinya di atas kasur sedang melamun


kenapa lidya? apa aku tadi berlebihan


ucap mirza dalam hati


mirza yang masih berbalut handuk menghampirinya kemudian mendekapnya dari belakang


"maafkan aku sayang, aku tadi berlebihan ya?" ucap mirza


lidya merasa hatinya tenang karena dekapan mirza dengan tubuh yang dingin karena habis mandi


mirza melepas pelukannya


"nanti, ayo kamu mandi dulu, aku sudah siapkan air hangat di bathub aku mandiin ya" ucap mirza dan meraih tangan lidya


kemudian lidya tersenyum dan turun dari kasur mengikuti suaminya ke kamar mandi


mirza mulai membasuh tubuh lidya yang sedang berendam di bathub


"maafkan aku sayang jarang memperhatikan kamu, aku sibuk terus"


ucap mirza sambil membalut sabun pada tubuh lidya


"sayang kok jadi mellow begini si, aku gapapa kok" ucap lidya terharu


"kamu seneng kan kalau aku perhatian?" ucap mirza

__ADS_1


"iyalah, udah tampan baik hati, perhatian lagi sama istrinya ini" ucap lidya merayu


"hm kamu bisa aja" ucap mirza senyum tersipu


sampai ahirnya selesai sudah mandinya, kemudian mirza membalutkan handuk ditubuh lidya


dan mereka keluar kamar mandi dan memakai baju hingga selesai sampai berdandan rapih


"suamiku sudah tampan, pagi ini aku temenin sarapan ya" lidya mendekat suaminya


"iya sayang,, muah" mirza mendekapnya dan mencium keningnya


"hari ini kamu mau kemana?" sambungnya


"aku mau dirumah aja, nunggu kamu pulang kantor" ucap lidya dengan nyaman dipelukan mirza


mirza lama memeluk lidya sambil berdiri, karena merasa nyaman disaat hatinya sedang kacau karena ada masalah dikantor lidya


maafkan aku sayang,aku berusaha menyembunyika masalah ini agar kamu tidak kuatir. ucap mirza dalam hati


kemudian lidya menatap suamimya


"sepertinya suamiku ada sesuatu yang disembunyikan" ucap lidya dan tersenyum "sayang apapun masalahmu yang terjadi, semoga kamu selalu kuat menghadapinya" sambungnya dan memberi semangat


karena tersipu mirza langsung mencium bibir manis lidya cukup lama


"terima kasih sayang" ucap mirza


"sama sama sayang. yasudah ayo kita pergi turun sarapan" ucap lidya


kemudian mereka turun menuju ruang makan untuk sarapan


bersambung

__ADS_1


__ADS_2