
Sam adalah laki-laki tegas,disiplin,dan tidak banyak bicara. Sikapnya dingin, tatapan matanya tajam, sebelas duabelas dengan tuanya, tidaklah jauh berbeda. nama aslinya adalah samudra
Sam selalu mengerjakan apa yang tuan mirza perintahkan, dan jarang sekali melakukan kesalahan. Selalu menuntaskan semua permasalahan sampai ke akar-akarnya.
Sam sudah berada disamping mirza sejak mirza masih duduk dibangku SMA. Dialah orang satu-satunya yang lulus seleksi dari sekian banyak orang yg terpilih, untuk menjadi penjaga tuan mirza.
Sam menyukai apa yang tuannya sukai dan membenci apa yang tuannya benci
Ia mengerti apa yang tuannya perintah walau hanya dengan isyarat tangan atau sorotan mata tuannya.
Pagi hari..
Dengan aktifitas yang seperti biasa dari seorang pengusaha. Ke kantor, keluar kota, bahkan keluar negri sekalipun.
Pagi\-pagi sam sudah sampai dirumah tuannya.
"selamat pagi tuan, silahkan masuk." pak muslih mempersilahkan masuk.
"tuan muda sudah bangun pak?" tanya sam sambil berjalan kearah ruang kerja tuan sam.
"sudah,, masih di dalam kamar.." sahut pak muslih
Kemudian mirza keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan.
Para pelaya menundukan pandangan ketika tuan muda dihadapan mereka.
"selamat pagi tuan muda.." sapa pak mus menunduk
__ADS_1
" pagi pak mus" jawab mirza dengan senyum tipis.
Terlihat amanda juga sudah siap untuk sarapan. Mereka makan bersama.
"bagaimana sekolahmu de.. apa ada masalah?" tanya mirza penuh perhatian
"baik\-baik saja ka..hhm." senyum tipis
"yasudah habiskan sarapanmu, lalu siap\-siap berangkat, kaka duluan ya.." mirza selesai sarapan
Amanda manggut\-manggut "hati hati ka"
"hmm,,kita berangkat sam" menoreh sam yang sudah ada dibelakang
"baik tuan" sam
Mereka berjalan keluar diantar pak mus sampai depan pintu.
Di dalam perjalana
"sam gimana masalah kemarin?" tanya mirza
"sudah beres tuan,,sudah saya selesaikan sampai ke akar\-akarnya.. ternyata ... bla bla bla.." sam menjelaskan
"oo baguslah sam.. kamu sudah bekerja keras" puji mirza sambil menepuk bahu sam dari belakang.
"terima kasih tuan" sam menunduk
"bagaimana dengan lidya? kamu sudah mendapatkan info nya?.." mirza menanyakan sambil melihat hp nya
__ADS_1
"sudah tuan.. ternyata dia seorang gadis yatim piatu yang..bla bla bla.." sam menjelaskan dengan detail seputar kehidupan lidya dari masa lalu sampai sekarang.
"benarkah seperti itu sam?" mirza terperanjat nyaris tidak percaya dengan penjelasan sekertaris sam
"benar tuan..kenapa tuan ingin tau mengenai lidya?" tanya sam penasaran
"nanti kau juga tau" mirza senyum tipis
"dia gadis yang cantik ya tuan" sam sambil menyeringai
"hmm" jawaban mirza sambil menoreh ke arah kaca mobil berusaha menyembunyikan senyumannya. Berlarut dalam lamunan.
pantaslah lidya tak seperti orang dari golongan menengah ke bawah. Dilihat dari raut wajahnya sangat cantik, ternyata dia pernah berada diposisi berkecukupan. aku merasa kasihan**. mirza dalam lamunan
"tuan, apa tuan tertarik padanya?" tanya sam yang dari tadi memerhatikan tuan mirza sedang senyum\-senyum sendiri, dilirik dari kaca spion.
"heii sam dia hanya ob, mana mungkin saya menyukainya.." mirza memelas
sam hanya tersenyum sambil geleng\-geleng kepala
*tuan..tuan, dari raut wajahmu saja sudah terlihat bahwa kamu menyukainya*. sam dalam hati
Sampailah mereka dihalaman kantor. Sam memarkirkan mobil, lalu mereka masuk ke dalam.
Para karyawan menundukan kepala ketika tuan mirza berjalan di hadapannya.
**hari itu berjalan normal seperti biasa
bersambung**
__ADS_1