
ayu walaupun dia bercadar tapi keahliannya dalam bela diri tidak diragukan lagi
setiap tidak ada kegiatan mengantar nona lidya, dia akan terus berlatih dihalaman belakang rumah tuan mirza
dia melakukan latihan apabila tidak ada orang lain yang melihatnya
namun beberapa pelayan wanita dan bu siti sering mengintipnya dari balik pintu belakang rumah
mereka takjub dengan keahlian ayu dalam bela dirinya walau memakai cadar, kaos tangan, dan kaos kaki semuanya tertutup kecuali mata
ayu memiliki aura yang jarang dimiiliki oleh orang lain dan dia memiliki insting yang sangat kuat
dia pernah mempunyai suami dan dua anak, lima tahun yang lalu suami dan kedua anaknya meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan usai pulang sekolah anaknya
setelah kejadian itu, dia mengurungkan niat untuk tidak menikah lagi
orang tuanya juga sudah tidak ada dia hanya memiliki saudara kandung laki laki yang bekerja sebagai kepala desa
ayu memutuskan pergi ke kota untuk
mencari pekerjaan, namun susah di dapat karena dia bercadar hingga ahirnya dia bertemu samudra atau sekertaris sam
usai latihan bela diri ayu istirahat disebuah kursi di taman yang menghadap ke kolam buatan yang sangat besar
sambil meminum teh
tiba tiba ayu berkata dalam hati kecilnya
tidak mungkin aku sendiri terus, sudah saatnya aku melupakan alm suamiku tapi apa mungkin ada yang mau terhadapku
batin ayu
dia larut dalam lamunannya
sementara di mall mirza dan lidya sudah selesai
mereka pergi keluar dari mall tersebut
dan sampai di halaman amanda belum muncul
"sayang amanda belum selesai kayaknya" lidya
"iya, biar aku telpon dulu"
mirza mengambil hp dari dalam saku celananya
dreeeed dreed hp amanda bunyi
"hallo kak"
"amanda kaka tunggu didepan 5 menit lagi kalo gak muncul kakak tinggalin"
tuut tuut.. telpon ditutup
__ADS_1
belum sempat amanda menjawab telepon sudah ditutup
"huuh kak mirza ni" buru buru amanda berlari menuju ke luar dari mall "sial aku dilantai 3 lagi'" gerutunya.
amanda menuruni eskalator dengan berlari sambil membawa tas belanjaanya yang cukup banyak mengingat kata kata kak mirza yang tidak pernah main main. kalau terlambat satu menit saja pasti ditinggal
"maaf..maaf..maaf" ucap amanda karena berlari amanda hampir menabrak setiap pengunjung di mall itu
sementara sam sudah melihat tuannya dihalaman mall ia langsung bergegas menghampiri
"tuan apa sudah selesai" tanya sam
"sudah sam nunggu amanda dulu" jawab mirza
empat menit kemudian amanda belum muncul
"dimana dia" gerutu mirza sambil melihat jam ditangannya
"kaaa,, huuh huuh huuh" amanda muncul dengan terengah engah
"empat menit lewat lima puluh lima menit, bagus kamu tidak jadi ditinggalkan" gusar mirza " ayo pulang"
mirza
"tunggu dulu kak aku capek nih" amanda mengatur napas sambil jongkok
"iya sayang kasian amanda biar dia istrirahat dulu" lidya pada mirza sambil menahan tertawa melihat amanda
sementara sam hanya tersenyum tipis
"kamu senang hari ini sayang?" tanya mirza pada lidya
"senaang banget, jarang jarang kan kita jalan berdua" lidya memeluk mirza dan mendongakan kepalanya
mirza mengangguk dan tersenyum
"amanda itu belanja sebegitu banyak buat apa?" tanya mirza
"yaa buat dipakai lah kak" amanda tersenyum melirik ke belakang
mirza geleng gelen kepala
"sam kita ke butik rio dulu"
"oh baik tuan"
"horee aku mau ketemu kak rio" amanda dengan riangnya
"kenapa heppy banget de?" tanya lidya
"aku mau minta gaun.. hahahaa" amanda tertawa lepas
"hmm amanda amanda" mirza menarik nafas
__ADS_1
"sekertaris samudra" amanda menepuk paha sam "kira kira mbak ayu lagi apa ya?" mulai mancing mancing lagi sam
sam sedikit melotot ditepuk amanda "tidak tau nona" jawab sam datar
"kenapa gak ditanyain?" amanda mengerutkan kening "ntar kalo ada yang lebih perhatian sama mbak ayu, sekertaris sam nyesel lhoo" amanda dengan yakinnya
sam mulai kepikiran
"tidak nona" jawab sam
"yakin? gak bakalan nyesel?" goda amanda "mulai kuatir tuh kaan hahaha"
amanda tertawa lepas
sam hanya menarik nafas dan menahan ketawa
siapa yang bakalan perhatian? sementara dia tidak pernah terlihat bersam laki laki lain? tapi bisa jadi aku tidak mengetahuinya arrgghh kenapa aku terpancing sama amanda.gusarnya dalam hati
sampailah di halaman butik
mereka turun dari mobi langsung masuk ke dalam butik tersebut
"kak rioo" panggil amanda pada rio yang sedang bicara dengan pelanggan
"heii amanda, rasanya aku pengen lari hahaha" rio terkejut melihat amanda karena amanda selalu jahil padanya
"yeey bukannya seneng ya aku ada disini" amanda dengan percaya diri
"iya iya ..heii tuan muda, dan nona cantiknya" rio menyapa dan memeluk mirza
"baik rio" jawab mirza dengan wajah tidak suka rio memuji lidya tapi tetap tersenyum tipis
"hei sam.. masih jomlo aja kamu" rio menyapa dan menyalami sam
"sekarang udah gak jomlo sekertaris sam ka rio" jawab amanda
"ah masa. siapa pacarnya amanda?" tanya rio penasaran
"sini aku bisikin" amanda berbisik pada rio
"haah yang bener?" rio terkejut
amanda mengangguk dan tersenyum lebar
"heii kalian sama saja ya" sam tidak terima
"hahaha" amanda dan rio tertawa lepas
sementara mirza dan lidya tertawa kecil
"sudah cepat aku butuh gaun untuk istriku" pinta mirza
ahirnya mereka memasuki ruangan yang banyak gaun yang bagus disana
__ADS_1
dan mirza juga mencari jas yang bagus untuknya