Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
merebut kembali perusahaan ayah lidya


__ADS_3

beberapa hari setelah pernikahan


mirza kembali ke aktivitas seperti biasa


sam pagi-pagi sudah sampai di rumah tuannya


seperti biasa disambut pak muslih


kemudian menunggu tuan mirza datang


amanda lewat di depan sam


"eh sekertaris sam apa kabar, lama tidak bertemu, hahaha" sapa amanda


"baik nona, selamat pagi" jawab sam santai


"sekertaris sam, kapan mau nikah? kenapa masih jomlo aja? mau nunggu amanda gede ga, aku mau ko nikah sama kamu..hahaha" goda amanda


amanda emang suka bercanda


sam hanya diam saja dan senyum tipis karena membuat sam tidak nyaman


ahirnya sam pergi ke dalam ruang kerja mirza


"saya permisi nona" sam pergi meninggalkan amanda tanpa menjawab pertanyaannya


"heii sekertaris sam mau tidak?"


amanda memandang ke arah sam dan tertawa "hahaha"


anak itu kalo diladenin bisa tambah panjang urusannya. gusar sam dalam hati


sementara amanda pergi ke ruang makan untuk sarapan kemudian berangkat sekolah


di dalam kamar lidya sedang merapihkan dasi suaminya


"aduuh tampan sekali suamiku" senyum menggoda


mirza mengecup bibir lidya.


"terimakasih istriku yang cantik"


mereka berpelukan saling menatap


"semangat kerjanya suamiku, semoga lancar semuanya"


"iya sayang,,aku akan merindukanmu"


mirza memeluk erat lidya


"hmmm.. kita turun sarapan dulu"


"iya"


mereka turun dan sarapan seperti biasa


"pak muslih? sam sudah sampai?" tanya mirza pada pak muslih


"sudah tuan, dia di ruang kerja tuan muda."

__ADS_1


"tolong panggilkan"


"baik tuan"


pak muslih bergegas menemui sam


lidya menyuapi suaminya dengan manja


"buka mulutnya sayang.. makan yang banyak ya..hehe"


huup .. mirza memakannya


"kamu juga harus banyak makannya biar cepet gede, biar empuk aku memeluknya..hehe" goda mirza


"siapp tuanku.hehe"


lidya makan dengan lahap


"hari ini pulang jam berapa sayan?"


"sepertinya aku akan pulang malam, kamu baik-baik dirumah ya.." mirza mengecup kening lidya.


"iya sayang"


sam menghampiri di susul pak mus


pak mus menunduk pergi ke belakang


"tuan" sam menyapa


"sam kita berangkat"


mirza beranjak dari kursinya


"baik tuan"


"hati-hati dijalan suamiku"


lidya memeluk pinggang suaminya mengantar ke depan pintu


"iya,, nanti ada amanda yang nemenin, jangan kuatir ya"


lidya mengangguk dan mencium tangan suaminya


mirza masuk ke dalam mobil dan berangkat


lidya melambaikan tangan dan tersenyum pada suaminya sampai mobilnya melaju hilang dari pandangan


***


di dalam mobil


mirza berbicara pada sam


"sam kamu tau kan abraham"


"iya tuan saya tau, kenapa tuan?" sam penasaran.


"sepertinya dia terlibat dalam sebab kebangkrutan ayah lidya, kamu bisa mencari taunya kan sam"

__ADS_1


"baik tuan, akan saya kerjakan" sam berfikir


"bagus sam"


abraham adalah orang yang licik dan senang menjatuhkan orang lain tanpa belas kasihan, tapi abraham masih dibawah mirza mulai dari kekayaan atau kekuasaannya


abraham tidak pernah berani bersaing melawan mirza, karena mirza dan sam


dengan mudah mendapat solusi dan memecahkan masalah


sampai dikantor mirza sibuk dengan pekerjaannya, dan sam melakukan tugasnya


hanya dengan waktu setengah hari saja sam sudah mendapat informasi mengenai sebab kebangkrutan perusahaan milik ayah lidya


ternyata memang benar abraham yang mengakibatkan perusahaan tersebut bangkrut


kemudian sam menemui tuannya


menceritakan semua informasinya


sam juga membawa semua bukti kecurangan yang dilakukan abraham pada ayah lidya


semua tertulis di dalam kertas


"tuan"


"duduk sam, ceritakan padaku"


"baik tuan, jadi abraham menjebak ayah nona lidya agar jika ada kerugian terjadi, ayah nona lidya yang akan bertanggung jawab, abraham juga..blablabla.." sam menjelaskan panjang lebar


"kurang ajar..! sam mana bukti kecurangan si abraham,, nanti malam kita beri pelajaran dia.." mirza terlihat sangat marah.


"ini tuan..baik" sam menyerahkan kertas bukti kecurangan abraham


malam hari tiba


semua pekerjaan sudah selesai


mirza dan sam bergegas menemui abraham dikantor ayah lidya yang kini dikuasai abraham


perdebatan terjadi, suasana memanas semua orang disana terlihat tegang


abraham dipojokan sampai tidak bisa berkata apa- apa, semua bukti sudah ada ditangan mirza


abraham tersungkur dan mengakui kecurangannya


ia siseret ke kantor polisi malam itu juga


kekuasaan dikantor itu kini dipegang tuan mirza


mendadak kantor ditutup sementara sampai semua bukti terkuak


mirza dan sam puas hari ini


sebentar lagi kantor ini akan menjadi milik mereka


tentunya untuk diserahkan sepenuhnya pada lidya.


semua selesai

__ADS_1


mereka pulang ke rumah dengan kelelahan namun dengan perasaan puas


bersambung


__ADS_2