Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
lidya penasaran


__ADS_3

jam menunjukan pukul sebelas malam


lidya terus mondar mandir di depan pintu menunggu kedatangan suaminya


pak muslih juga terlihat cemas


"pak mus kenapa suamiku belum pulang juga ya?" lidya cemas


"tidak tahu nona, tuan biasanya tidak pernah pulang selarut ini" pak mus


"lebih baik nona istirahat dikamar, biar pak mus menunggu tuan disini" saran pak mus


"yasudah pak mus, saya ke kamar dulu"


lidya pergi ke kamar


"iya nona"


dikamar lidya menunggu duduk diatas kasur


memeriksa hp, berusaha menelpon suaminya namun tidak diangkat


kemana kamu sayang?. lidya bertanya-tanya dalam hati


setelah beberapa menit


suara mobil terdengar berhenti di halaman rumah


pak mus membuka pintu rumah


"selamat malam tuan, sepertinya sibuk hari ini?"


"iya pak, lidya sudah tidur?" mirza melepas jas dan sepatu


"sepertinya tuan, tadi sempat menunggu tuan disini" pak mus meletakan sendal disamping mirza dan membawakan jas dan sepatu diruang kerjan mirza


"mau makan dulu tuan?"


"tidak pak, saya ngantuk, lidya sudah makan?"


"sudah tadi tuan bersama nona amanda"


"yasudah pak muslih istirahat"


"baik tuan selamat malam"


jam menunjukan pukul duabelas malan


mirza naik ke atas memasuki kamar


krek.. pintu dibuka


mirza masuk melihat istrinya sedang berbaring


"sayang" lidya hendak bangun namun mirza langsung menjatuhkan tubuhnya memeluk lidya

__ADS_1


"sayang, kenapa baru pulang?" lidya membelai suaminya


"hmmm..aku ngantuk"


mirza memejamkan matanya


"kamu lelah ya? biar aku gantikan bajumu ya" lidya melepas baju mirza pelan pelan.


kemudian mirza langsung memeluk erat tubuh lidya.


"sayang biar aku ambilkan baju dulu ya"


"buka bajumu juga"


"a apa?"


"cepat!!"


"i iya sayang" lidya melepas bajunya juga mereka tidur tanpa busana


hanya berbalut selimut


mirza membenamkan wajahnya ditubuh lidya dan mereka tidur terlelap


****


pagi hari suara burung membangunkan mirza dari tidurnya melihat istrinya masih tertidur dengan rambut yang terurai menutupi wajahnya


"kamu terlihat seksi sayang"


mirza merapihkan rambut lidya dan mencumbuinya, menciumi semua lekuk tubuh lidya


"sayang kamu lagi ngapain,,hahaha ii gelii tau"


lidya memegang kepala mirza


mereka berciuman melepaskan hasrat.


"kamu seksi sekali sayang" mirza berbisik ditelinga lidya.


setelah selesai aksi mereka


lidya meletakan kepalanya dibahu mirza memeluknya


"sayang, kamu semalam habis dari mana?"


"habis bertemu seseorang sayang"


mirza memejamkan matanya masih ngantuk


"seseorang? siapa? perempuan?" lidya penasaran


"hmm"


"sayang jawab..! kamu habis ngapain semalam? sama perempuan?"

__ADS_1


"hmm iya sama perempuan" mirza senyum tipis


"siapa? tega kamu ya,,,!" lidya marah


"iyaa kan semalam aku tidur sama kamu, kamu perempuanku kan?" mirza memeluk erat lidya masih memejamkan mata


"em maksudnya sebelum kamu pulang kamu kemana dulu? pak mus bilang kamu gak pernah pulang selarut ini"


"emm iya aku habis ada keperluan lain, nanti kamu juga tau" mirza membelai


lidya


" apa sii aku penasaran"


"nanti kamu ikut ya"


"kemana??"


"emm kamu banyak nanya ya" mirza mencubit pipi lidya


"ii sakit tau, yaudah aku mandi dulu".


lidya bangun kemudian membersihkan diri


lidya keluar kamar mandi,memakai baju dan sudah rapih


suaminya masih tertidur


" sayang ayo bangun" lidya


"sebentar lagi"


"hmm aku tunggu di bawah ya"


"ya"


lidya keluar dari kamar menuju ke bawah


dibawah amanda sedang duduk memakai sepatu


lidya menghampiri


"pagi dek" sapa lidya


"pagi kak, ka mirza belum bangun? tumben"


"iya semalam pulang larut malam"


"ooh, ayo sarapan kak" lidya menuju ruang makan


"nanti kakak bareng kak mirza aja" lidya duduk diruang tengah


"oo aku duluan ya, takut telat mau sekolah"


"iya dek"

__ADS_1


lidya menonton tv


bersambung


__ADS_2