Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
makan siang untuk suami


__ADS_3

mirza sedang berdiri memakai baju tidur


lidya kemudian memeluk dari belakang


brugg . "memeluk suamiku rasanya nyaman" lidya tersenyum lebar sambil memejamkan mata


mirza melepaskan tangan lidya dan membalikan badannya kemudian menggendong lidya ke tempat tidur


"aaaa hahaha" lidya tertawa saat digendong suaminya


brugg ..mirza langsung menindih tubuh lidya


"kamu menggodaku ya" mirza


mereka saling menatap


lidya merapatkan mulutnya dan tersenyum


"bibirmu sangat indah, buka mulutnya!"


lidya menggelengkan kepala menahan tawa


"gak mau? aku paksa niih" mirza mengancam


hupp mirza langsung menciumi bibir lidya dengan rakus


tubuh lidya tidak bisa bergerak karena ditindih suaminya dan tangannya dipegang erat dari samping


awalnya lidya memberontak tapi pada ahirnya dia menikmati


"heeeu ahhh" mirza menyudahi ciumannya dan membaringkan tubuhnya disamping lidya dan tertawa kecil pada istrinya


"iii kamu apaan si,sakit tau badan aku" lidya cemberut dan mencubit perut suaminya


"aww sssh sakit " mirza mengernyit


"kamu imut sekalii kalo lagi cemberut" mirza menjembel pipi istrinya yang empuk dan meletakan kepalanya di dada lidya kemudian memeluk lidya


begitupun lidya memeluknya dengan hangat


"sayang?" lidya


"hmm"


"kamu sudah ngantuk?" tanya lidya


"iya," mirza pura-pura tidur


huamm lidya kemudian tertidur memeluk suaminya


dengan pelan-pelan mirza melepaskan pelukannya dan menatap hangat wajah istrinya


"terimakasih sayang sudah menyayangiku" cupp kecupan hangat dikening lidya


kemudian mirza memeluk lagi istrinya dan tertidur lelap


pagi hari tiba mereka sedang menyantap sarapan paginya


"sayang makan siang nanti aku antar ke kantor ya, sekalian aku ingin bertemu kak angga"


"emm iya boleh sayang" mirza


tersenyum

__ADS_1


lidya membalas senyumnya


setelah mirza berangkat ke kantor


lidya lidya berjalan menuju kamar amanda


karena penasaran kenapa amanda tidak ikut sarapan


tuktuktuk.."amanda apa boleh kakak masuk?"


"iya masuk aja kak gak dikunci"


lidya masuk dan dia menggelengkan kepala seraya menghela nafas melihat amanda diatas kasur dalam posisi tengkurap masih memakai baju tidur dengan wajah cemberut


"dek kamu kenapa belum mandi?" lidya menghampiri dan duduk disamping tempat tidur


"aku lagi galau kak" amanda dengan bibir manyun


"galau kenapa?" lidya penasaran dan membelai rambut amanda


"kakak pernah jatuh cinta?"


oo adiku sedang puber ternyata.hihi lidya dalam hati


"kalau kakak sekarang jatuh cinta terus setiap hari sama kak mirza,,hehe"


"hmm kayaknya aku juga lagi jatuh cinta deh kak, aku suka sama teman sekelasku. tapi dia cuek banget"


amanda bercerita


ya ampun dek cintamu hanya cinta monyet


"hahaha.." lidya tertawa kecil


"ii kok ketawa sih ka" amanda cemberut


"tapi kak gimana kalo dia direbut orang?"


"dek,kalo jodoh gak akan kemana, seperti kisah cinta kakak dan kak mirza" lidya tersenyum


"gimana, ceritakan dong gimana kakak bertemu kak mirza?" lidya terpenjat dari tidurnya dan penasaran


"kepo kamu,, udah ah sana mandi dulu"


"tapi nanti ceritain ya"


"iya... kapan-kapan" lidya bicara sambil keluar dari kamar amanda


"yaaaah..kakak" amanda cemberut


ahhh mending aku malas-malasan mumpung masih libur..yee


amanda kembali tiduran


"amanda cepat mandi..!" kak lidya teriak dari ruang keluarga


"iya iya kak," tau aja kalo aku malah tiduran. amanda segera pergi ke kamar mandi


waktu menunjukan pukul 10.00


lidya segera siap siap untuk pergi ke kantor mirza mengantar makan siang


"pak mus tolong panggilkan mbak ayu. bilangin siapkan mobil antar saya ke kantor,!" lidya dengan sedikit teriak

__ADS_1


"baik nona"


lidya ke meja makan menyiapkan makanan yang akan dibawanya


kemudian mandi dan berdandan untuk suaminya


lidya menuruni tangga dan memanggil amanda "dek kakak mau ke kantor kak mirza, mau ikut gak?"


"nggak kak, lagi ngerjain tugas"


"oo yaudah"


lidya sampai di depan pintu sudah ada pak mus dan mbak ayu


"nona hati-hati dijalan" pak mus


"iya pak" lidya tersenyum


"ayo mbak ayu"


"iya nona"


ayu terlihat rapih dengan pakaian yang tertutup memakai cadar dan serba hitam


ayu membukakan pintu mobil kemudian lidya masuk dan melaju ke tempat kerja mirza


diperjalanan


"nona kantor tuan disebelah mana,?" ayu


"oo iya kita lurus aja nanti di depan saya arahin lagi" lidya


"baik nona"


"ba ayu apa belum punya pasangan?" lidya penasaran


ayu menghela nafas


"saya sudah menikah dan punya anak, tapi suami dan anak saya sudah meninggal" ayu menjelaskan dan menahan tangis


"haaa apa benar mbak ayu" lidya terperanjat "maafkan saya sudah mengingatkanmu pada masalalu"


"tidak apa nona, sepertinya tuan juga sudah tau status saya dan siapa saya" ayu


"maksudnya?" lidya penasaran


"iya mana mungkin kan tuan sembarangan menerima orang untuk bekerja padanya, pasti dicari tau dulu status dan pribadinya" ayu


"iya benar juga sii, apalagi sekertaris sam dia sangat ketat peraturannya" lidya


"iya nona"


"ba ayu sudah berapa lama sendiri?"


"sudah lima tahun nona"


"haaa sudah lama mba ayu kenapa tidah menikah lagi?"


"saya belum siap nona"


"ooh iya"


lidya larut dalam lamunannya memikirkan hal yang dialami ayu

__ADS_1


sementara ayu fokus mengemudi


bersambung


__ADS_2