Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
sayang dimana kita


__ADS_3

mobil telah sampai di kediaman orang tua mirza


bunyi klakson beberapa kali terdengar


para penjaga menyambut kedatangan tuan muda mereka


begitupun orang tua mirza terlihat senang anaknya mengunjungi mereka


mobil sampai dan berhenti di halaman depan pintu


sam membukakan pintunya lalu mirza menggendong istrinya yang masih tertidur lelap


"anak ibu apa kabar sayang? ayo ayo bawa masuk istrimu kasihan dia"


ibunya mirza menyambut di depan pintu


"aku baik ibu,ayah. aku tidurkan lidya dulu ya"


"iya, iya nak" ibu dan ayah mirza tidak berhenti tersenyum melihat kedatangan anaknya


sementara sam dibelakang mengikuti


"selamat malam tuan nyonya"


"heii sam ayo masuk" kali ini ayah mirza yang menyambut


mereka masuk ke dalam dan berbincang-bincang diruang tamu


sementara mirza masuk ke kamar menidurkan lidya kemudian keluar lagi menemui ayah dan ibunya


"ibu aku kangen" mirza memeluk ibunya begitupun ibunya


"ayah" kemudian memeluk ayahnya


"ibu senang kalian ada di sini, mau makan dulu atau.."


"besok saja bu, sekarang mau istrirahat ya,, kita ngobrol lagi besok"


"oh iya nak kamu istirahatlah" ibu tersenyum


"selamat malam ibu ayah" mirza


"malam nak" ibu mencium kening anaknya


"iya nak tidurlah" ayah mirza


"sam kamu tidur di ruang tamu ya" ayah mirza menepuk bahu sam


"terima kasih tuan, selamat malam tuan nyonya" sam menunduk hormat dan masuk ke kamar tamu


lalu ayah dan ibu pun masuk kamar untuk tidur


mirza, sesampainya dikamar ia melihat istrinya tertidur sangat lelap


"sayang, kamu bisa selucu ini si sampe gak sadar dari tadi banyak yang bicara"


mirza mendekati istrinya sambil tersenyum sendiri

__ADS_1


mirza melucuti pakaian lidya sampai tidak memakai sehelai kain pun


kemudian mirza menyelimutinya sampai leher


begitupun mirza melepas semua pakaiannya


mirza tidur disebelahnya dan memandangi lidya


"kamu cantik sekali kalau lagi tidur. muah" kecupan dipipi lidya


mulailah mirza menggauli istrinya itu dan "hmm" lidya hanya mendehm pelan


mirza hanya tersenyum melihat istrinya yang terlelap


ya ampun itu tidur apa pingsan ya?


hingga ahirnya mirza puas dan tertidur disamping lidya


 


pagi hari tiba


lidya bangun lebih awal dan melihat sekeliling *ini bukan di rumahku*, gumamnya


ketika melihat tubuhnya yang sudah tidak berpakaian "aaaaaa" lidya berteriak hingga membangunkan mirza


"ada apa sayang?" mirza terjaga dari tidurnya


"apa yang kamu lakukan semalam dan kita ada dimana ini?" lidya kebingungan


"hahaha...kamu sangat menikmatinya sampe tidak ingat ya hmm?" ucap mirza


"ii kamu mulai menggodaku lagi ya sini peluk" mirza menyodorkan tangannya


"gak mau" lidya membalut tubuhnya dengan selimut sampai ke dada


huppp mirza memeluknya dari belakang


"jangan marah dong"


"yaa sekarang kita ada dimana?" lidya penasaran


"kita dirumah ibu dan ayah"


"ko gak bangunin aku semalam?"


"kamunya keenakan tidur" mirza mulai menciumi punggung istrinya


"masa?"


"iya sayang" mirza mendorong tubuh lidya sampai terbaring lagi


"kita bobo lagi ya, sebentaar aja" mirza mulai menindih tubuh lidya


"udah aaah aku mau mandi" lidya


mirza tidak peduli, dia langsung menciumi istrinya itu dan melakukan aksinya lagi

__ADS_1


setelah selesai


"puas kamu hmm curi\-curi kesempatan" lidya menahan ketaw


"hahaha salah siapa menggodaku tidak berpakaian begitu" mirza tertawa


"ii kan kamu yang membukanya"


"hahaa tapi kamu menikmatinya kan?"


"udah aaa aku mau mandi, kamar mandinya dimana?"


"itu disana anduknya juga ada" mirza menunjuk ke sudut ruangan ada kamar mandi


"sayang tolong ambilin handuknya masa aku bugil masuk kamar mandi" lidya tersenyum genit


"emmm boleh sebentar ya" mirza memakai celana pendeknya dan membawakan handuk untuk lidya


"ini sayang, aku pinjamkan baju ibu ya, kamu mandi dulu"


"terimakasih sayang" lidya melipatkan handuk ke tubuhnya lalu bergegas untuk mandi


 mirza keluar kamar lalu menemui ibunya, lalu meminta pinjamkan baju untuk lidya


kemudian ibu mencarinya di kamar dan menemukan baju yang kira-kira pas ditubuh lidya


"nah ini nak bajunya, ibu baru beli kemarin dan belum memakainya" ibu menyerahkan gaun berwarna merah cerah dengan hiasan bunga dibagian dada, yang panjang selutut dan tidak terlalu ketat


"terimakasih ibu" mirza kembali ke kamar


dan menyimpan gaunnya diatas tempat tidur kemudian dia duduk disofa sambil main hp


lidya selesai mandi


"sayang dimana bajunya?" lidya


"itu diatas tempat tidur" mirza bicara sambil fokus main hp


lidya memakainya dan memperlihatkan pada suaminya


"sayang lihat, bagus ya" lidya berdiri didepan mirza


mirza terpesona melihat lidya memakai gaun yang indah dan wajah cantik istrinya itu


"cantiknya istriku, sini" mirza menepuk sofa


lidya malu-malu meong dipuji suaminya


kemudian lidya menghampiri dan duduk disampingnya


"sayang mandi dulu gih"


"nanti dulu belum cium..muah" ciuman manis mendarat dibibir lidya


"aku mau mandi dulu" mirza bergegas menuju kamar mandi


lidya tersenyum tipis melihat kelakuan suaminya

__ADS_1


kemudian menyiapkan baju untuk suaminya pakai


bersambung


__ADS_2