
mobil sampai di halaman kantor
ayu memarkirkan dan membuka pintu mobil
"silahkan nona" ayu
"iya terimakasih" ayu keluar dan menghela nafas melihat gedung yang tinggi kantor milik suaminya
"mba ayu ikut ke dalam yu" ajak lidya
"saya disini saja nona" ayu membungkuk hormat
"yasudah saya masuk ke dalam ya"
"silahkan nona"
ayu menunggu ditempat duduk disebuah taman kecil depan kantor
sementara lidya masuk ke dalam
dipintu masuk disambut oleh penjaga dan membungkukan badan pada lidya
"selamat siang nona" sapa penjaga
"siang" lidya masuk langsung mencari kak angga ke bagian belakan kantor tempat para ob beristirahat, tapi tidak ada. kemana kak angga?
hingga akhirnya lidya memutuskan masuk menuju lif menekan tombol menuju lantai 7
lidya sampai di depan sebuah ruang kerja milik mirza suaminya
lidya mengetuk pintu namun tidak ada jawaban
seorang karyawan menghampiri
"selamat siang nona, tuan sedang ada rapat di ruang meeting" karyawan menjelaskan
"o iya saya akan menunggu di dalam" lidya tersenyum
sementara mirza sedang mengadakan rapat membahas produk yang dipakai diperusahaannya
"apa ini? kalian memasukan bahan yang dibawah standar 50%, kalian mau meracuni para konsumen? coba pikir? jangan memikirkan untungnya saja" mirza memarahi karyawannya yang kurang baik kerjanya dan membahas banyak hal yang membuat moodnya hancur
hingga waktu makan siang tiba
rapat dihentikan dan mereka bubar dari ruangan dengan wajah gusar
mirza tidak puas dengan kerja karyawannya begitupun sam tidak banyak bicara dia langsung keluar untuk makan siang
lidya sedang memandang keluar dari balik kaca
pintu dibuka mirza masuk ke dalam dengan wajah gusar
__ADS_1
lidya berbalik arah dan langsung berlari dan memeluk suaminya
"sayaaaang" brugg. lidya memeluk suaminya
seketika mirza menjadi ceria melihat istrinya dan memeluknya
aku jadi tenang melihatt istriku. mirza dalam hati
"sudah lama menunggu sayang?" mirza
"nggak, baru sampai, gimana lancar rapatnya?"
"sangat lancar" mirza menutupi kegusarannya dan tersenyum
"syukurlah, aku bawakan makan siang.. kita makan yuk" lidya dan mirza duduk di sofa
"iya"
lidya membukakan makanan dan menyuapi suaminya
mereka makan bersama saling menyuapi dengan romantis
setelah selesai makan lidya membuka pembicaraan pada suaminya
"sayang, tadi aku cariin ka angga, tapi dia gak ada, ka angga kemana ya?" lidya menindihkan dagunya dibahu suaminya
"masa sih?..dia ada tuh diruangan kerja, coba kamu lihat" mirza mencium bibirnya lidya
lidya berjalan keluar dari ruang kerja suaminya untuk mencari angga
dan terlihat disebuah sudut ruangan angga sedang merapihkan berkas-berkas
"kak angga" lidya memanggil dengan suara agak tinggi
berhubung suasana kantor masih sepi karena masih pada makan siang
hanya ada angga diruangan itu
"nona lidya"
"ka angga aku seneng bisa ketemu lagi kak angga apa kabar? lidya hampir saja memeluk kak angga, tapi hanya memegang kedua bahu angga
angga langsung menjaga jarak pada lidya "kakak baik nona, nona apa kabar? sapa angga menunduk hormat
"ii ka angga kok jadi kaku gitu sii sama lidya"
"iya kan nona sekarang sudah menjadi nonanya tuan mirza" angga senyum lebar pada lidya
"hmmm.. oo iya kak angga berpakaian rapih, kakak jadi karyawan sekarang? lidya melihat sekujur tubuh angga yang memakai kemeja dan celana panjang
'iya nona sekarang kak angga menjadi karyawan disini"
__ADS_1
"ya ampun kak;,aku seneng banget dengernya,, selamat yaa" lidya menyodorkan tangannya memberi salam kak angga
angga ragu ragu menjabat tangan lidya
"iya nona terimakasih"
namun akhirnya mereka bersalaman
tidak disadari mirza memperhatikan lidya dan angga dari tadi
dan membuat mirza cemburu
"yasudah kak aku mau ke ruangan suamiku dulu ya..dahh" lidya sangat senang dan melambaikan tangan seraya tersenyum pada angga
"iya nona" angga membalas senyumannya
lidya berjalan menemui suaminya
mirza sudah masuk duluan, tak lama kemudian lidya menyusul
lidya masuk ruangan dan menghampiri suaminya
"hmm sayang" lidya melingkarkan tangannya dileher mirza yang sedang duduk dikursi kerjanya
"kak angga sekarang jadi karyawan karena kamu ya?" lidya mencium pipi
"hemm" mirza cuek dan fokus pada laptopnya
"ii kamu kenapa sii?" lidya berdiri dibelakang mirza
"kamu ngapain tadi sama angga, main peluk-peluk, pegang-pegang begitu.. ada perasaan apa sama dia?" mirza dengan nada ketus dan datar dia bicara
"sayang maksud kamu apa si? aku cuma salaman gak meluk dia kok" lidya mulai tegang dan ketakutan
"begitu kamu dibelakang aku?" mirza dengan nada datar
"ayaaahh..huhuuu" lidya menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena sikap mirza yang tiba tiba dingin
"e ehh sayang" mirza langsung bangun dari duduknya dan memeluk lidya
"jangan marah, aku gak ada perasaan sama kak angga, aku hanya peduli sama dia karena dia pernah baik sama aku..huuhuu" lidya menangis dan membalas pelukan mirza
"iya sayang maafin aku ya..jangan nangis, udah ya" mirza merasa bersalah karena sikapnya
"duduk sini yuk" mirza mengajak duduk disofa
mirza kemudian membelai dan menciumi lidya hingga ahirnya lidya tertidur dalam pelukannya
yang tadinya kesal karena cemburu malah dibikin meleleh karena lidya menyebut alm.ayahnya
bersambung
__ADS_1