
setelah selesai mengurus keperluan nona lidya, ayu memanfaatkan waktu senggangnya untuk kembali latihan walau ditengah terik mataharipun
kali ini dia latihan bela diri dengan menutup matanya menggunakan kain
mulailah dia pemanasan dan buk buk buk gerakannya sangat lincah bahkan dia salto dan berputar di udara
sam yang sedang berada di ruang kerja mirza penasaran dengan kegiatan yang dilakukan ayu
hingga ahirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah belakang dan melihat ayu di taman sedang berlatih
sontak saja sam takjub dengan kelihaian ayu dalam bela diri apalagi sekarang dia menutup matanya dengan kain
sam menghampiri untuk menguji seberapa kuat ayu dalam bela diri
sam menepuk pundak ayu yang sedang melakukan pukulan ke udara sontak saja ayu langsung melawan siapa yang telah menepuk pundaknya
kemudian sam melakukan beberapa pukulan dan berhasil ditepis oleh ayu
ayu belum sempat membuka penutup matanya karena dia terus melindungi
diri dari pukulan yang diberikan sam
buk buk buk.. hingga beberapa saat sam berhasil di kalahkan
"oke oke. cukup ayu" ucap sam dengan terengah engah
"hah tuan sam" sontak saja ayu langsung membuka penutup matanya dan melihat ke arah sam
"ma maapkan saya tuan,,saya tidak tau kalau itu tuan" ucap ayu gugup
"tidak apa ayu. justru saya yang minta maaf karena telah lancang sama kamu" ucap sam sambil bangkit berdiri
kemudian ayu diam seribu bahasa
"ayu" ucap sam
"yasudah tuan. tidak apa. saya masuk dulu" kemudian ayu berbalik masuk menuju rumah. ayu merasa tidak enak begitupun sam
kenapa aku pukul dia tadi? bagaimana kalau dia terluka?. ucap ayu dalam hati
"ayu kenapa? apa dia marah?" arghh kenapa aku sulit menebaknya. ucap sam
kemudian sam duduk sebentar dikursi taman memikirkan kejadian tadi
"pukulan ayu lumayan juga. tidak salah aku memilihnya untuk menjadi penjaga nona lidya". gumam sam dalam hati sambil memegang bahunya yang sakit kena pukul ayu
sam larut dalam lamunannya hingga tidak sadar amanda ada di belakangnya
"duaaarr" amanda mengejutkan sam
sontak saja sam terperanjat dan berbalik arah
"heh anak kecil ngapain disini" tanya sam dengan nada tinggi
"hahahaa.. santai sekertaris sam, aku nyari mbak ayu, tumben dia gak latihan" tanya amanda
"dia di dalam. habis latihan tadi"
"loh udah lagi latihannya?,; yaah padahal aku udah semangat pengen ikutan" ucap amanda kecewa
"kamu gak lihat panas terik begini masa pengen latihan. nanti ayu sakit siapa yang repot..? kamu?" ucap sam
"ciee ciee.. perhatian banget sama mbak ayu, yaudah aku mau samperin mbak ayu dulu"amanda berbalik arah menuju rumah
"nona amanda" panggil sam
"iya?"
"tolong tanyain sama ayu. dia marah apa tidak.." ucap sam
__ADS_1
"haah emang habis diapain?" amanda balik lagi
"tanyain aja nona amanda" hah sial aku harus minta tolong sama nona amanda, dia kan mulutnya ember. gusar sam
"oke tapi ada syaratnya, nanti aku kasih tau syaratnya ya..hahahaa"
"ckk anak itu,,"
sementara di kamar lidya dan mirza sudah selesai aksinya
lidya sedang menunggu mirza berpakaian karena habis mandi
sedangkan lidya sudah rapih duluan
"sayang aku mau kebawah, suntuk dikamar mulu." ucap lidya
"bukannya enak yah dikamar?" ucap mirza menggoda
"ish apa sih" jawabnya jutek "aku duluan ya," sambung lidya
"tunggu, kamu tu yaa.. nanti kalo pingsan di tangga gimana. jangan turun tangga sendirian" ucap mirza meraih tangan lidya yang hendak pergi
"amit amit tau"
kemudian mereka keluar dan menuju ruang keluarga
diruang keluarga mereka duduk berdampingan
"nonton berita sayang" ucap lidya
"oke" mirza menyalakan televisi
"sayang aku mau ngemil"
"ngemil apa?"
"apa aja"
"ini" mirza menyodorkan kue kering
__ADS_1
"aku mau buah, tadi dikamar belum dimakan kan? tolong ambilin sayang." pinta lidya merayu
"ibu hamil banyak maunya ya" mirza mencubit pipi lidya "tunggu sebentar ya"
mirza balik lagi ke atas
"terimakasih sayang, muah " lidya tersenyum
"berita apa itu?" lidya terperanjat melihat video dirinya yang di ekspose ke media oleh salah satu stasiun televisi
*pemirsa istri dari seorang pengusaha terkenal di asia pingsan usai menghadiri acara dari salah satu stasiun televisi, mungkinkah dia sedang hamil muda atau*... bla bla bla" isi berita tersebut
"sayang.." lidya memanggil mirza
"iya kenapa?" mirza sedang menuruni tangga
"itu ko ada berita tentang kita waktu malam itu"
"udah biarin aja"
"kamu udah tau?"
"udah lah sam juga udah tau" mirza menyodorkan potongan buah buahan itu dan mulai menyuapi lidya
"ii aku kan jadi malu, apalagi itu lihat lagi digendong"
"iya gapapa. kan emang posisinya kamu lagi kurang sehat"
"sayang aku takut.. wajah aku jadi familiar begitu"
"kenapa harus takut, kamu seneng dong ahirnya mereka tau siapa istri dari tuan mirza yang keren ini"
"ish kepedean banget sii"
lidya mencubit perut suaminya
**bersambung**
__ADS_1