Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
acara yang mendadak bikin sam kerepotan


__ADS_3

sementara dikamar lidya dan mirza sedang berbincang


lidya duduk dipangkuan suaminya dan memeluknya sepertinya dia rindu ayahnya namun tidak diucapkan pada mirza


"sayang. mulai besok aku mau belajar mengurus perusahaan ayah" ucap lidya


"kamu yakin?" tanya mirza disertai anggukan lidya


"emangnya kamu udah siap?"


"yaa aku harus siap"


"apa bisa?"


"aku harus bisa, aku pernah diajarin ayah soal bisnis, soal perusahaan dan banyak hal lainnya" ucap lidya


"bukannya aku melarang sayang, tapi aku kuatir nanti kamu kecapean lagi, perusahaan adijaya group kan juga banyak cabangnya" ucap mirza "biar aku saja ya sayang, kamu tinggal nikmatin hasilnya aja" sambungnya sambil tersenyum


lidya mendongakkan kepalanya dengan wajah cemberut


"aku tuh sayang sama kamu, aku tau kamu juga cape makannya aku mau bantu, ayolah sayang.. pliiss" lidya memohon


mirza menarik nafas


"oke,, kalau itu mau kamu, aku gak bisa larang, tapi ingat jangan sampai kelelahan" ucap mirza sambil mencubit hidung lidya


"oke bos" lidya tersenyum bahagia "makasih sayaang" lidya memeluk erat suaminya


waktu menunjukan pukul tiga sore


sam menghampiri tuan mirza untuk memberitahukan tentang menghadiri acara salah satu stasiun televisi


toktokto. sam mengetuk pintu


"masuk" ucap mirza


kemudian sam masuk


"tuan nanti malam adalah acara kita untuk menghadiri undangan salah satu stasiun televisi" ucap sam


"oh iya tentu sam"


"kalau begitu saya akan kembali tiga jam lagi"


"baik"


kemudian sam pulang dahulu untuk istirahat dan membersihkan diri


sementara lidya masih duduk dalam pangkuan mirza


"sayang kamu siap untuk acara nanti? kamu akan menjadi terkenal seasia tenggara" ucap mirza sambil membelai rambut lidya


"iya lah aku kan istrinya tuan mirza yang teramat terkenal di asia" lidya tersenyum manis

__ADS_1


"hmm bisa aja kamu" ucap mirza "yaudah yuk kita mandi dulu"


"iya" lidya bangun dari pelukan mirza


aduh kepala aku kok agak pusing ya, gumamnya dalam hati sambil memegang kepalanya


"kamu kenapa sayang?" tanya mirza


"gapapa, mungkin karena aku gugup untuk menghadiri acara nanti"


"kamu jangan gugup. kan ada aku" mirza tersenyum sambil mengusap kepala lidya


"iya sayang"


dreed dreed


ada pesan masuk dari edward di hp mirza


"em sayang kamu mandi duluan ya nanti alu nyusul. aku mau balas chat dulu" pinta mirza


"iya sayang"


lidya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


sementara mirza membuka pesan dari edward


oh perhiasan sudah sampai diindonesia


kalo gitu aku suruh kirim ke alamat sam saja. nanti biar sam yang bawa ke acara makan malam nanti. ucap mirza dalam hati


sam siapkan sekarang untuk acara makan malam bersama keluarga nanti


ting pesan terkirim


sam nanti akan ada yang kirim barang ke rumahmu


aku titip itu. nanti kau bawa!


ting pesan terkirim


mirza tersenyum puas, acara makan malam yang sangat mendadak


kemudian ia menghampiri istrinya untuk mandi bersama


sementara sam masih diperjalanan menuju rumahnya


kemudian ada pesan dari tuan mirza


lalu ia membacanya


"ya tuhan, kenapa mendadak gini si. kenapa gak dari tadi. rese banget si tuan" gerutunya karena kesal "yaudah deh sekarang aja kali ya nyari tempatnya" ucapnya pada dirinya sendiri


baik tuan

__ADS_1


ting pesan terkirim


lidya sudah selesai mandi kemudian ia bergegas memakai gaun yang indah berwarna merah yang panjangnya sampai mata kaki dan lebar. memakai make up yang natural saja dan rambut yang lurus terurai


sementara mirza terlihat gagah dengan setelan jas nya, terlihat sangat tampan dan berwibawa


"kamu cantik sekali sayang" mirza memeluk istrinya yang sedang bercermin, dari belakang


lidya tersenyum malu


"tetimakasih sayang, kamu juga sangat gagah sekali..gemes aku" lidya mencubit pipi mirza


"hmm" mirza tersenyum dipuji istrinya


"kamu ajak mbak ayu ya"


"ii kok mendadak banget si" ucap lidya "yaudah aku hubungi pak mus dulu"


lidya mengambil hpnya dan menghubungi pak mus untuk memanggil ayu agar siap siap ikut ke acara nanti


sementara mirza mengirim pesan kepada orang tuanya agar hadir untuk acara makan malam nanti


ayah ibu, nanti datang ya ke acara makan malamku pukul sembilan jangan lupa jemput amanda. nanti alamatnya sam kasih tau


ting pesan terkirim


mirza tersenyum lebar


kemudian mereka sudah siap, dan ayu sudah menunggu di depan


sam pun tiba dihalaman tuan mirza


sam berhenti kemudiaan membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona


"silahkan tuan nona"


"terimakasih sam" mirza


"ayu ikut nona?" tanya sam


"iya sekertaris sam, mbak ayu duduk di depan ya"


ucap lidya


"apa?" sam


"kenapa?" lidya


"em tidak apa nona, silahkan masuk ayu" sam membukakan pintu mobil untuk ayu


ayu mau nolak. tapi ini perintah dari nona. yaudah ayu pasrah aja


"terimakasih tuan sam" ayu

__ADS_1


kemudian mereka masuk ke dalam mobil lalu melaju meninggalakan kediaman tuan mirza


__ADS_2